Jumat, 05 April 2019

Sayyidatuna Fathimah Az- Zahra  AND Ali bin Abi Thalib

Dalam Diam Ada Cinta

Kisah cinta yang sudah terpendam sejak lama, kisah cintanya sangat terjaga kerahasiaannya dalam kata, sikap dan ekspresi mereka bahkan konon syaithanpun tak bisa mengendusnya, mereka bisa menjaga izzah mereka, hingga Allah telah menghalalkannya.

Ali bin Abi Thalib adalah keponakan dan salah satu sahabat yang istimewa dimata Rasulullah SAW. Selain beliau tinggal langsung bersama Rasulullah, dia juga seorang pemberani yang pernah menggantikan posisi tidur Rasulullah disaat hijrah dan juga seorang mujahid perang yang gagah.

Sementara Fatimah, putri Rasulullah SAW yang taat, penyayang dan sangat peduli pada Rasulullah SAW, selalu ada disamping ayahnya dalam setiap kisah perjuangan sang ayah membumikan nilai-nilai islam di tengah kafir Quraisy.

Ali sudah menyukai Fatimah sejak lama, kecantikan putri Rasulullah ini tak hanya jasmaninya saja, kecantikan Ruhaninya melintasi batas hingga langit ketujuh. Kendalanya adalah perasaan rendah dirinya, apakah mampu ia membahagiakan putri Rasulullah dengan keadaannya yang serba terbatas. Demikian kira-kira perasaan yang ada pada Ali saat itu.

Pada suatu ketika, Fatimah dilamar oleh seorang laki-laki yang selalu dekat dengan nabi, yang telah mempertaruhkan kehidupannya, harta dan jiwanya untuk Islam, menemani perjuangan Rasulullah SAW sejak awal-awal risalah ini.

Dialah Abu Bakar Ash Shiddiq, entah kenapa mendengar berita ini Ali terkejut dan tersentak jiwanya, muncul rasa-rasa yang diapun tak mengerti, Ali merasa diuji karena terasa apalah dirinya jika dibanding dengan Abu Bakar kedudukannya disisi nabi.

Ali merasa belum ada apa-apanya bila dibanding dengan perjuangannya dalam menyebarkan risalah Islam, entah sudah berapa banyak tokoh-tokoh bangsawan dan saudagar Makkah yang masuk Islam karena sentuhan dakwahnya. Sebutlah ‘Utsman, ‘Abdurrahman bin auf, Thalhah, Zubair, Sa’d bin abi Waqqash, Mush’ab. Ini yang tak mungkin dilakukan oleh anak-anak seperti Ali. Tak sedikit juga para budak yang dibebaskan oleh Abu Bakar sebutlah Bilal bin rabbah, khabbab, keluarga yassir, ‘Abdullah ibn mas’ud.

Dari sisi finansial Abu Bakar seorang saudagar, tentu akan lebih bisa membahagiakan Fatimah, sementara Ali?, hanya pemuda miskin dari keluarga miskin.

Melihat dan memperhitungkan hal ini, Ali ikhlas dan bahagia jika Fatimah bersama Abu Bakar, meskipun ia tak mampu membohongi rasa-rasa dalam hatinya yang ia sendiri tak mengerti, apakah mungkin itu yang namanya cinta?

Namun ternyata lamaran Abu Bakar ditolak oleh Fatimah sehingga hal ini menumbuhkan kembali harapannya. Ali kembali mempersiapkan diri, berharap dia masih memiliki kesempatan itu.

Namun ujian bagi Ali belum berakhir, setelah Abu Bakar mundur muncullah laki-laki nan gagah perkasa dan pemberani. Seseorang yang dengan masuk Islamnya mengangkat derajat kaum muslimin, seorang laki-laki yang membuat syaithan berlari takut dan musuh-musuh Allah bertekuk lutut. Seorang yang diberi gelar Al-Faruq.
Ya, dialah Umar ibn Al Khaththab. Pemisah antara kebenaran dan kebatilan juga datang melamar Fatimah.

Ali pun ridha jika Fatimah menikah dengan Umar, ia bahagia jika Fatimah bisa bersama dengan sahabat kedua terbaik Rasulullah setelah Abu Bakar yang mana Rasulullah sampai mengatakan “Aku datang bersama Umar dan Abu Bakar”.

Namun kemudian Ali pun semakin bingung karena ternyata lamaran Umar pun ditolak.

Setelah itu menyusul Abdurahman bin Auf melamar sang putri dengan membawa 100 unta bermata biru dari mesir dan 10.000 Dinnar, kalo diuangkan dalam rupiah kira kira 55 milyar. Dan lamaran bermilyar-milyar itupun ditolak oleh Rasulullah.

Akan tetapi kekhawatiran Ali bin Abi Thalib belum berakhir sampai di sini karena ternyata sahabat yang lainpun melamar sang Az Zahra. Usman bin Affanpun memberanikan dirinya melamar sang putri, dengan mahar seperti yang dibawa oleh Abdurrahman bin Auf, hanya ia menegaskan kembali bahwa kedudukannya lebih mulia di banding Abdurrahman bin Auf karena ia telah lebih dahulu masuk islam.

Tidak disangkaa tidak diduga, ternyata Rasulullahpun menolak lamaran Usman bin Affan.

Empat sahabat sudah memberanikan diri dan mereka semua telah ditolak oleh Rasulullah SAW.

“Mengapa bukan engkau saja yang mencobanya kawan?”, seru sahabat Ali,
"Mengapa engkau tak mencoba melamar Fatimah?, aku punya firasat, engkaulah yang ditunggu-tunggu Baginda Nabi..”
“Aku?”, tanyanya tak yakin.
“Ya. Engkau wahai saudaraku!”
“Aku hanya pemuda miskin. Apa yang bisa aku andalkan?”
Sahabatnyapun menguatkan “Kami dibelakangmu, kawan!

Akhirnya Ali bin Abi Thalibpun memberanikan diri menjumpai Rasulullah untuk menyampaikan maksud hatinya, meminang putri nabi untuk jadi istrinya. Awalnya beliau hanya duduk di samping Rasulullah dan lama tertunduk diam. Hingga Rasulullahpun bertanya ” wahai putra Abu Thalib, apa yang engkau inginkan?”

Sejenak Ali terdiam, dan dengan suara bergetar iapun menjawab, ” Ya Rasulullah, aku hendak meminang Fatimah” Mendengar jawaban Ali ini beliau SAW tidak terkejut. "Bagus, wahai Ibnu Abu Thalib, beberapa waktu terakhir ini banyak yang melamar putriku, tetapi ia selalu menolaknya, oleh karena itu, tunggulah jawaban putriku”

Kemudian Rasulullah meninggalkan Ali dan bertanya kepada putrinya, ketika ditanya Fatimah hanya terdiam dan Rasulullah SAW menyimpulkan bahwa diamnya Fatimah pertanda kesetujuannya.

Rasulullah kemudian mendekati Ali dan bersabda "Apakah engkau memiliki sesuatu yang akan engkau jadikan mahar wahai Ali?

Alipun menjawab ” Orang tuaku yang menjadi penebusnya untukmu ya Rasulullah, tak ada yang aku sembunyikan darimu, aku hanya memiliki seekor unta untuk membantuku menyiram tanaman, sebuah pedang dan sebuah baju zirah dari besi”

Dengan tersenyum Rasulullah SAW bersabda "Wahai Ali, tidak mungkin engkau terpisah dengan pedangmu, karena dengannya engkau membela diri dari musuh-musuh Allah SWT dan tidak mungkin juga engkau berpisah dengan untamu karena ia engkau butuhkan untuk membantumu mengairi tanamanmu, aku terima mahar baju besimu, jual lah dan jadikan sebagai mahar untuk putriku” Wahai Ali engkau wajib bergembira sebab Allah sebenarnya sudah lebih dahulu menikahkan engkau di Langit sebelum aku menikahkan engakau di Bumi" Diriwayatkan oleh Ummu Salamah ra.

Ali bin Abi Thalib menjual baju besi tsb dengan harga 400 dirham dan menyerahkan uang tersebut kepada Rasulullah SAW, dan nabipun membagi uang tersebut ke dalam 3 bagian. Satu bagian untuk kebutuhan rumah tangga, satu bagian untuk wewangian dan satu bagian lagi di kembalikan kepada Ali bin Abi Thalib sebagai biaya untuk jamuan makan untuk para tamu yang menghadiri pesta.

Setelah segala-galannya siap,dengan perasaan puas dan hati gembira dan di saksikan oleh para sahabat Rasulullah mengucapkan kata ijab kabul pernikahan putrinya

Kemudian Nabi SAW bersabda:"Sesunguhnya Allah Azza wa Jalla memerintahkan aku untuk menikahkan Fatimah Putri Khadijah dengan Ali bin Abi Thalib,Maka saksikanlah sesunguhnya aku telah menikahkanya dengan mas kawin empat ratus dihram(nilai sebuah baju besi) dan Ali Ridho(menerima)mahar tersebut.

Maka menikahlah Ali dengan Fatimah Pernikahan mereka penuh hikmah walau di arungi di tengah kemiskinan Bahkan di sebutkan oleh Rasulullah sangat terharu melihat tangan Fatimah yang kasar karena harus menepung gandum untuk membantu suaminya

Dan malam harinya setelah dihalalkan oleh Allah SWT, terjadilah dialog yang sangat menggetarkan. Dalam suatu riwayat dikisahkan bahwa suatu hari setelah keduanya menikah, Fatimah berkata kepada Ali,

“Maafkan aku, karena sebelum menikah denganmu, aku pernah satu kali merasakan jatuh cinta kepada seorang pemuda dan aku ingin menikah dengannya”,
Ali pun bertanya mengapa ia tak mau menikah dengannya, dan apakah Fatimah menyesal menikah dengannya.
Sambil tersenyum Fatimah menjawab, “Pemuda itu adalah dirimu.”

Subhanallah, itu adalah pujian terbaik dari seorang istri yang bisa membahagiakan hati suaminya.

Ali dan Fatimah saling mencintai karna Allah mereka mencintai dalam diam,menjaga cintanya dan Allah satukan dalam ikatan suci pernikahan Maa Syaa Allah.

Semoga Allah SWT mempertmukan kita semua dengan orang yang sunguh-sunguh mencintai kita seperti Fatimah dan Ali.

Aamiin Yaa Robbal Alamiin
Cnp dari Majlis Rasulullah Bojonegro

Senin, 25 Februari 2019

Nasehat Hadratusyaikh Muhammad Hasyim Asy’ari

Nasehat-Nasehat Hadratusyaikh Muhammad Hasyim Asy’ari

Al-MAWA'IDZ
Oleh: AL FAQIR MUHAMMAD HASYIM ASY’ARI

Bismillahirrahmanirrahim

(Surat ini) dari makhluk yang paling melarat, bahkan pada hakikatnya dari orang yang tidak punya sesuatu apapun, Muhammad Hasyim Asy’ari semoga Allah SWT mengampuni keturunannya dan seluruh umat muslim. Kepada teman-teman yang mulia penduduk tanah Jawa dan sekitarnya, baik ulama maupun masyarakat umum.

Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Benar-benar telah sampai kepadaku (sebuah kabar) bahwa api fitnah dan pertikaian telah terjadi diantara kalian semua. Maka aku merenung sejenak apa kira-kira sebabnya. Kemudian aku berkesimpulan bahwa sebab itu semua adalah karena masyarakat zaman sekarang telah banyak yang mengganti dan merubah kitab Allah SWT dan sunah Rasulullah SAW. Allah SWT berfirman dalam surat Al-Hujurat ayat 10 yang artinya:

“Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara. Sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu”. (QS. 49 : 10)

Sementara masyarakat sekarang menjadikan orang mukmin sebagai musuh dan tidak ada upaya untuk mendamaikan diantara mereka, bahkan ada kecenderungan untuk merusaknya. Rasulullah SAW bersabda :

“Jangan kalian saling menebar iri dengki, jangan kalian saling membenci dan jangan saling bermusuhan. Jadilah kalian bersaudara wahai hamba-hamba Allah SWT”.

Sementara masyarakat zaman sekarang saling iri dengki, saling membenci, saling bersaing (dalam urusan dunia) dan mereka akhirnya mereka jadi musuh. Wahai para ulama yang fanatik terhadap sebagian madzhab dan pendapat. Tinggalkanlah fanatik kalian dalam urusan-urusan far’iyyah (tidak fundamental) yang di dalamnya ulama (masih) menawarkan dua pendapat, yaitu pendapat yang mengatakan bahwa “Setiap mujtahid (niscaya) benar”. Serta pendapat yang mengatakan “Mujtahid yang benar (pasti hanya) satu, namun (mujtahid) yang salah tetap mendapat pahala”.
Tinggalkanlah fanatik (kalian) dan tinggalkanlah jurang yang akan merusak kalian. Lakukanlah pembelaan terhadap agama Islam, berjuanglah kalian untuk menangkis orang-orang yang mencoba melukai Al Qur an dan sifat-sifat Allah SWT. Berjuanglah kalian untuk menolak orang-orang yang berilmu sesat dan akidah yang merusak. Jihad untuk menolak mereka adalah wajib. Dan sibukkanlah dirimu untuk senantiasa berjihad melawan mereka.

Wahai manusia! Diantara kalian ada orang-orang kafir yang memenuhi negeri ini, maka siapa lagi yang yang bisa diharapkan bangkit untuk mengawasi mereka dan serius untuk menunjukkannya kejalan yang benar?

Wahai para ulama, untuk urusan seperti ini (baca; membela Al-Qur an dan menolak orang yang menodai agama), maka bersungguh-sungguhlah kalian dan silahkan kalian berfanatik. Adapun fanatik kalian untuk urusan-urusan agama yang bersifat fari’yyah dan mengarahkan manusia kemadzhab tertentu atau pendapat tertentu, maka itu adalah suatu hal yang tidak akan diterima Allah SWT dan tidak senangi oleh Rasulullah SAW.

Yang membuat kalian semua bertindak seperti itu tiada lain kecuali hanya kefanatikan kalian (terhadap madzhab tertentu), bersaing dalam bermadzhab dan saling hasud. Sungguh, kalau saja Imam Syafi’I, Imam Abu Hanifah, Imam Malik, Imam Ahmad, Ibnu Hajar dan Imam Ramly masih hidup (ditengah tengah kita), maka pasti mereka akan sangat ingkar dan tidak sepakat atas (perbuatan) kalian dan tidak mau bertanggung jawab atas apa yang kalian perbuat.

Kalian mengingkari sesuatu yang masih dikhilafi para ulama, sementara kalian melihat banyak orang yang tak terhitung jumlahnya, meninggalkan shalat yang hukumannya menurut Imam Syafi’i, Malik dan Ahmad adalah potong leher. Dan kalian tidak mengingkarinya sedikitpun. Bahkan ada diantara kalian yang telah melihat banyak melihat tetangganya tidak ada yang melaksanakan shalat, tapi diam seribu bahasa.

Lantas bagaimana kalian mengingkari sebuah urusan far’iyyah yang terjadi perbedaan pendapat diantara ulama? Sementara pada saat yang sama kalian tidak (pernah) mengingkari sesuatu yang (nyata-nyata) diharamkan agama seperti zina, riba, minum khamar dll.

Sama sekali tidak pernah terbersit dalam benak kalian untuk terpanggil (mengurusi) hal-hal yang diharamkan Allah SWT. Kalian hanya terpanggil oleh rasa fanatisme kalian kepada Imam Syafi’I dan Imam Ibnu Hajar. Yang hal itu akan menyebabkan tercerai-berainya persatuan kalian, terputusnya hubungan keluarga kalian, terkalahkannya kalian oleh orang yang bodoh-bodoh, jatuhnya wibawa kalian di mata masyarakat umum dan harga diri kalian akan jadi bahan omongan orang-orang yang tolol dan akhirnya kalian akan (membalas) merusak mereka sebab gunjingan mereka seputar kalian. (Itu semua terjadi) Karena daging kalian telah teracuni dan kalian telah merusak diri kalian dengan dosa- dosa besar yang kalian perbuat.

Wahai para ulama! Apabila kalian melihat orang yang mengamalkan pendapat dari para imam ahli madzhab yang memang boleh untuk diikuti, walaupun pendapat itu tidak unggul, apabila kalian tidak sepakat dengan mereka, maka jangan kalian menghukuminya dengan keras, tapi tunjukanlah mereka dengan lembut. Dan apabila mereka tidak mau mengikuti anjuran kalian, maka jangan sekali-sekali kalian menjadikan mereka sebagai musuh. Perumpamaan orang-orang yang melakukan hal diatas adalah seperti orang yang membangun gedung tapi merobohkan tatanan kota.

Jangan kalian jadikan keengganan mereka untuk mengikuti kalian, sebagai alasan untuk perpecahan, pertikaian dan permusuhan. Sesungguhnya perpecahan, pertikaian dan permusuhan adalah kejahatan yang mewabah dan dosa besar yang bisa merobohkan tatanan kemasyarakatan dan bisa menutup pintu kebaikan.

Untuk itu, Allah SWT melarang hamba-Nya yang mukmin dari pertentangan dan Allah SWT mengingatkan mereka bahwa akibatnya sangat buruk serta ujung-ujungnya sangat menyakitkan. Allah SWT berfirman dalam surat Al-Anfal ayat 46 yang artinya:

“Dan janganlah kamu berbantah-bantahan, yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan hilang kekuatanmu”. (QS. 8 : 46)

Wahai orang-orang muslim! Sesungguhnya didalam tragedi yang terjadi dihari-hari ini, ada ibrah (hikmah) yang banyak serta nasehat yang sangat layak diambil oleh orang yang cerdas dari hanya mendengarkan mauidzohnya para penceramah dan nasehatnya pada mursyid.

Ingatlah! Bahwa kejadian di atas adalah merupakan kejadian yang setiap saat akan selalu menghampiri kita. Maka apakah bagi kita bisa mengambil ibrah dan hikmah? Dan apakah kita sadar dari lelap dan lupa kita? Dan kita mesti sadar, kebahagiaan kita itu tergantung dari sifat tolong menolong kita, persatuan kita, kejernihan hati kita dan keikhlasan sebagian dari kita kepada yang lain. Ataukah kita tetap berteduh dibawah perpecahan, pertikaian, saling menghina, hasud dan kesesatan? Sementara agama kita satu, yaitu Islam dan madzhab kita satu, yaitu Imam Syafi’i dan daerah kita juga satu yaitu Jawa. Dan kita semua adalah pengikut Ahlu Al Sunah Wa Al Jama’ah.

Maka demi Allah SWT, sesungguhnya perpecahan, pertikaian, saling menghina dan fanatik madzhab adalah musibah yang nyata dan kerugian yang besar.

Wahai orang-orang Islam! Taqwalah kepada Allah SWT dan kembalilah kalian semua kepada kitab Tuhan kalian. Dan amalkan sunah nabi kalian serta ikutilah jejak para pendahulu kalian yang shaleh-shaleh. Maka kalian akan berbahagia dan beruntung seperti mereka.

Taqwalah kepada Allah SWT dan damaikanlah orang-orang yang berseteru diantara kalian. Saling tolong menolonglah kalian atas kebaikan dan taqwa. Jangan saling tolong menolong atas dosa dan aniaya, maka Allah SWT akan melindungi kalian dengan rahmat-Nya dan akan menebarkan kebaikan-Nya. Jangan seperti orang yang berkata “Aku mendengarkan” padahal mereka tidak mendengarkan.

Wassalamu fi al mabda’ wa al khitam.

*(Diterjemah dari kitab Al-Mawaidz karya Hadratusyaikh Muhammad Hasyim Asy’ari)

pena-tintaku.blogspot.com

Senin, 11 Februari 2019

Nasehat dari para sahabat nabi

Sayyidina Utsman bin Affan radliyallahu ‘anh berkata,
“10 hal yang paling disia-siakan, yaitu ;
1. Orang alim yang tidak dapat dijadikan tempat bertanya,
2. Ilmu yang tidak diamalkan,
3. Pendapat yang benar yang tidak diterima,
4. Senjata yang tidak dipakai,
5. Masjid yang tidak digunakan shalat,
6. Mushhaf (Al-Qur’an) yang tidak dibaca,
7. Harta yang tidak di infakkan,
8. Kuda yang tidak ditunggangi,
9. Ilmu zuhud yang ada pada hati orang yang cinta dunia,
10. Umur panjang yang tidak digunakan sebagai bekal untuk bepergian (menuju akhirat).

”Sayyidina ‘Ali bin Abi Thalib Karramallahu wajhah berkata,
1. Ilmu adalah sebaik-baiknya warisan,
2. Etika adalah sebaik-baiknya pekerjaan,
3. Takwa adalah sebaik-baiknya bekal,
4. Ibadah adalah sebaik-baiknya perdagangan,
5. Amal shaleh adalah sebaik-baiknya penuntun (menuju surga),
6. Akhlak terpuji adalah sebaik-baiknya teman (dunia akhirat),
7. Al-Hilmu (rendah diri) adalah sebaik-baiknya penolong,
8. Qana’ah adalah sebaik-baiknya kekayaan,
9. Taufiq adalah sebaik-baiknya pertolongan,
10. Kematian adalah sebaik-baiknya pendidik menuju perangai yang terpuji.”

Nasehat dari hasan bashry r.a (salah seorang pemuka golongan tabi’in) berkata:
Orang yang tidak memiliki sopan santun berarti dia tidak berilmu. Orang yang tidak sabar, berarti ia tidak menghayati agamanya. Dan orang yang tidak memiliki sifat wara’, berarti tidak memiliki derajat.
Keterangan:
Sabar ada 4 macam:
1. Sabar dalam menghadapi musibah.
2. Sabar dalam menghadapi kesulitan.
3. Sabar dalam melaksanakan taat.
4. Sabar dalam menjauhi kemaksiatan.
Yang dimaksud dengan sifat wara’ ialah hati2 (tidak suka terhadap barang yang haram, makruh dan subhat). Syubhat adalah sesuatu yang tidak jelas halal haramnya.
Maqolah ketiga belas dari bab III

Nasehat dari rasululloh SAW
Nabi SAW, telah bersabda: bahwa ada 3 golongan manusia yang akan diberi keteduhan oleh Allah SWT dibawah teduhnya arasy Allah SWT dihari kiamat yaitu untuk orang orang yang;
1. Orang yang menyempurnakan berwudhu walaupun udara sangat dingin.
2. Orang yang berjalan menuju masjid walaupun diwaktu gelap.
3. Orang yang suka memberi makan pada orang yang lapar
Keterangan: kerjakanlah sholat dan sempurnakan wudhu walaupun banyak halangan dan rintangan, serta sholatlah dengan berjamaah sekalipun dalam keadaan gelap, dan tolonglah orang yang lemah.
Maqolah kesepuluh dari bab III

3 nasehat dari Nabi Dawud as.
Nabi Dawud as. Mengatakan, telah diwahyukan didalam kitab zabur, bahwa hak orang berakal hendaklah tidak menyibukan diri, kecuali dengan 3 perkara hal ini:
a. Sediakanlah (amal sholeh) untuk kehidupan diakhirat.
b. Sediakanlah untuk perbekalan untuk kehidupan dunia.
c. Carilah kenikmatan dengan cara halal.

Nasehat dari Abu Hurairah r.a:
Abu Hurairah mengatakan, Nabi SAW telah bersabda:
Ada 3 hal yang dapat menyelamatkan (dari siksa), ada 3 hal yang dapat menjadi sebab memperoleh kedudukan tinggi (diakhirat) dan ada 3 hal dapat menghapus dosa.

3 hal yang dapat menyelamatkan manusia dari siksaan dari Allah:
1. Takut kepada Allah secara rahasia dan terang-terangan.
2. Sederhana dalam kehidupan dunia baik disaat fakir maupun disaat kaya.
3. Adil antara senang dan marah.
(maksudnya senang, suka,ridha,cinta hendaklah karena Allah, marah pun karena mencari keridhaan Allah).

3 hal yang dapat merusak diri sendiri, yaitu:
1. Sangat kikir.
2. Mengikuti kehendak nafsu.
3. Memandang dirinya sempurna, tanpa memandang kenikmatan Allah.

3 hal yang dapat menjadi sebab diperoleh kedudukan yang tinggi diakhirat nanti, adalah:
1. Membudayakan ucapan salam.
2. Memberi makan kepada tamu dan orang lapar.
3. Sholat tahajud ditengah malam saat orang-orang sedang tidur nyenyak.

3 hal yang dapat menghapuskan dosa:
1. Menyempurnakan wudhu diwaktu udara sangat dingin.
2. Melangkah kaki menuju sholat berjamaah
3. Menunggu sholat sesudah sholat

Keterangan: menunggu sholat sesudah sholat adalah menunggu untuk melaksanakan sholat fardhu berjamaah sesudah melaksanakan sholat sunnah.
Maqolah kedelapan dari bab III

Di Ambil dari kitab NASHOIHUL IBAD Karya SYEIKH NAWAWI

SBR: pena-tintaku.blogspot.com

Senin, 17 Desember 2018

SUJUD KEPADA ALLAH SWT

قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم:
يَكْشِفُ رَبُّنَا عَنْ سَاقِهِ فَيَسْجُدُ لَهُ كُلُّ مُؤْمِنٍ وَمُؤْمِنَةٍ فَيَبْقَى كُلُّ مَنْ كَانَ يَسْجُدُ فِي الدُّنْيَا رِياَءً وَسُمْعَةً فَيَذْهَبُ لِيَسْجُدَ فَيَعُوْدُ ظَهْرَهُ طَبَقًا وَاحِدًا

( صحيح البخاري )

Sabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam:
" Allah subhanahu wata'ala menyingkapkan sedikit cahaya agungNya, maka bersujudlah padanNya semua orang mukmin dan mukminat, maka tersisalah semua yang di masa hidupnya di dunia bersujud bukan karena Allah tapi hanya karena ingin dipuji orang dan ingin menunjukkan amalnya ( bukan sujud untuk ibadah kepada Allah ), maka tegak dan kakulah punggungnya tidak bisa bersujud". ( Shahih Al Bukhari )

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

حَمْدًا لِرَبٍّ خَصَّنَا بِمُحَمَّدٍ وَأَنْقَذَنَا مِنْ ظُلْمَةِ اْلجَهْلِ وَالدَّيَاجِرِ الحَمْدُلِلَّهِ الَّذِيْ هَدَانَا بِعَبْدِهِ اْلمُخْتَارِ مَنْ دَعَانَا إِلَيْهِ بِاْلإِذْنِ وَقَدْ نَادَانَا لَبَّيْكَ يَا مَنْ دَلَّنَا وَحَدَانَا صَلَّى اللهُ وَسَلَّمَ وَبَارَكَ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ واَلْحَمْدُلِلّهِ الَّذِي جَمَعَنَا فِي هَذَا الْمَجمَعِ اْلكَرِيْمِ وَاْلحَمْدُلِلهِ الَّذِيْ جَمَعَنَا فِيْ هَذا الِاجْتِمَاعِ وَفِي هَذِهِ الْمُناَسَبَةِ

Limpahan puji ke hadirat Allah, Maha raja langit dan bumi Yang Maha menguasai kejadian dan menciptakan alam dari tiada hingga alam ini ada dan dipelihara dengan sempurna hingga alam ini berakhir. Allah subhanahu wata'ala berfirman:

عَمَّ يَتَسَاءَلُونَ (1) عَنِ النَّبَإِ الْعَظِيمِ (2) الَّذِي هُمْ فِيهِ مُخْتَلِفُونَ (3) كَلَّا سَيَعْلَمُونَ (4) ثُمَّ كَلَّا سَيَعْلَمُونَ (5) أَلَمْ نَجْعَلِ الْأَرْضَ مِهَادًا (6) وَالْجِبَالَ أَوْتَادًا (7) وَخَلَقْنَاكُمْ أَزْوَاجًا (8) وَجَعَلْنَا نَوْمَكُمْ سُبَاتًا (9) وَجَعَلْنَا اللَّيْلَ لِبَاسًا (10) وَجَعَلْنَا النَّهَارَ مَعَاشًا (11) وَبَنَيْنَا فَوْقَكُمْ سَبْعًا شِدَادًا (12) وَجَعَلْنَا سِرَاجًا وَهَّاجًا (13) وَأَنْزَلْنَا مِنَ الْمُعْصِرَاتِ مَاءً ثَجَّاجًا (14) لِنُخْرِجَ بِهِ حَبًّا وَنَبَاتًا (15) وَجَنَّاتٍ أَلْفَافًا (16) إِنَّ يَوْمَ الْفَصْلِ كَانَ مِيقَاتًا (17) يَوْمَ يُنْفَخُ فِي الصُّورِ فَتَأْتُونَ أَفْوَاجًا (18) وَفُتِحَتِ السَّمَاءُ فَكَانَتْ أَبْوَابًا (19) وَسُيِّرَتِ الْجِبَالُ فَكَانَتْ سَرَابًا (20) . ( النبأ: 1-20 )

“ Tentang apa apa yg mereka pertanyakan.., Tentang berita yang besar.., yang mereka perselisihkan tentang ini.., sungguh bukan seperti itu.., kelak mereka mengetahui.., sungguh sungguh bukan seperti itu.., kelak mereka akan mengetahui.., Bukankah Kami telah menjadikan bumi itu sebagai hamparan..?, Dan gunung-gunung sebagai pasak penguat..?, Dan Kami jadikan kamu berpasang-pasangan, dan Kami jadikan tidurmu untuk istirahat.., dan Kami jadikan malam sebagai pakaian, dan Kami jadikan siang untuk mencari penghidupan, dan Kami bina di atas kamu tujuh buah (langit) yang kokoh, dan Kami jadikan pelita yang amat terang (matahari), dan Kami turunkan dari awan air yang tercurah, supaya Kami tumbuhkan dengan air itu biji-bijian dan tumbuh-tumbuhan, dan kebun-kebun yang lebat?, Sesungguhnya Hari Keputusan adalah suatu waktu yang ditetapkan, yaitu suatu hari (yang pada waktu itu) ditiup sangkakala lalu kamu datang berkelompok-kelompok, dan dibukakan langit, maka terdapatlah beberapa pintu, dan dijalankanlah gunung-gunung maka menjadi fatamorganalah ia ( QS. An Naba’: 1-20 )

Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah
Ramainya media yang bertanya dan membincangkan hingga mengguncangkan barat dan timur tentang kapan dan dekatnya hari kiamat, telah dijawab 14 abad yang silam oleh sang maha pemilik alam semesta dan sang maha pencip ta hari kiamat dengan firman-Nya dalam surah An Naba', tentang apa-apa yang mereka pertanyakan kapan terjadinya hari kiamat, tentang kabar yang sangat dahsyat yang mana mereka selalu berselisih pendapat tentang kapan kejadiannya, maka Allah menjawab bahwa mereka semua yang berselisih itu akan mengetahuinya dan sungguh mereka akan merasakannya, percaya atau tidak percaya maka semuanya akan melihat dan merasakan kiamat, jawaban yang membungkam bagi semua yang masih ingin mempertanyakan, apa yang mau dipertanyakan pada sesuatu yang sudah pasti terjadi?, dan yang semestinya dipertanyakan adalah jika hal itu terjadi, apa yang akan kita perbuat. Sebagaimana ditanyakan kepada nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam dalam riwayat Shahih Al Bukhari dimana seorang bertanya tentang kapan datangnya hari kiamat, maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menjawab " kau bertanya kapan hari kiamat, apa yang telah kau persiapkan untuk hari kiamat ?", engkau sibuk meributkan kapan hari kiamat tiba sehingga lupa jika kiama t itu datang dng apa yang kau persiapkan, maka lelaki itu menjawab: " aku hanya memiliki bekal yang kuandalkan adalah cinta kepada Allah dan RasulNya”, orang yang a risau dengan datangnya hari kiamat maka perbanyaklah orang-orang yang cinta kepada Allah dan RasulNya, i tulah jawaban dari sayyidina Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, karena ia akan bersama dengan yang dicintainya. Dan kelak mereka pun akan mengetahuinya tentang hari kiamat itu, bukankah Allah telah menjadikan bumi ini terhampar bagaikan hamparan permadani, ada tumbuhan yang tinggi, ada tumbuhan yang rendah, ada padang pasir dan bebatuan, dan Allah jadikan gunung-gunung sebagai paku-paku pengua t. Dibuktikan oleh para ilmuwan kita bahwa gunung memang paku-paku penguat bagi bumi ini, karena gunung itu sifatnya bagaikan ventilasi agar jika apa yang ada di dalam peru t bumi ini berguncang maka ia akan meledak menghancurkan bumi, namun hal itu tidak terjadi karena guncangan lava itu akan keluar sedikit demi sedikit saja lewat gunung berapi yang meletus itu hingga tidak terjadi kehancuran bumi , dan jika tidak ada gunung niscaya bumi akan hancur sejak dahulu, maka gunung itu Allah jadikan paku penguat bagi bumi. Dan Allah ciptakan manusia berpasang-pasangan, ada yang hidup dan ada yang wafat, ada yang lahir dan ada yang meninggal, ada yang pria dan ada yang wanita, ada yang kaya dan ada yang miskin, ada yang susah dan ada yang senang, ada yang sedih dan ada yang gembira, ada siang dan ada malam, dan tidak ada yang tunggal kecuali Allah subhanahu wata'ala. Dan Allah jadikan malam hari sebagai pakaian, maksudnya Allah tutupi bumi supaya menjadi gelap dan menjadikannya sebagai waktu beristirahat, kemudian Allah menjadikan siang hari sebagai waktu untuk bekerja. Dan firman Allah:

وَجَعَلْنَا اللَّيْلَ لِبَاسًا

Ditafsirkan juga oleh para mufassirin ( ahli tafsir ), bahwa Allah jadikan malam hari itu sebagai pakaian yaitu terselubungi. Dan sebagian mufassirin mengatakan bahwa malam hari sebagai tempat orang-orang mulia, para al 'arif billah dan para shalihin untuk beribadah kepada Allah subhanahu wata'ala memakai pakaian suci ketakwaan, maksdunya shalat malam ( shalat tahajjud ) Allah jadikan sanga t mulia di malam hari, dan Allah jadikan siang hari terang benderang untuk bekerja, ada juga yang bekerja di malam hari dan tidur di siang hari, namun Allah jadikan ayat-ayat ini sebagai petunjuk, bagaimana sempurnanya Allah mencip takan alam ini. Allah menjadikan di atas kita tujuh langit yang berlapis, jika para ilmuwan dengan kemampuannya menemukan galaksi-galaksi yang jumlahnya triliyunan, maka bagaimana dengan mereka yang belum menemukan batasnya langit yang pertama, seluas itu mereka temukan bahwa dalam satu galaksi terdapat ra tusan milyar planet, dan bagaimana jika galaksi itu jumlahnya milyaran. Galaksi yang terjauh masih belum dijangkau oleh manusia, dan galaksi yang terdekat butuh waktu 2 juta tahun untuk mencapai cahaya ke bentuknya. Galaksi andromeda yang terdekat dengan bumi 2 juta tahun kecepatan cahaya untuk mencapainya, adapun pemandangan andromeda yang sekarang akan terlihat 2 juta tahun yang akan datang, padahal itu adalah galaksi yang terdekat, maka bagaimana dengan milyaran galaksi yang lainnya dan bagaimana pula dengan galaksi yang terjauh yang itu pun belum ujungnya langit yang pertama, bagaimana dengan firman Allah bahwa Allah jadikan tujuh langit yang kuat?!.

Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah
Fahamlah kita bahwa Allah subhanahu wata'ala menjadikan kejadian ini, alam yang dimiliki oleh Allah, yang dibangun oleh Allah telah dijanjikan oleh Allah bahwa akan datang akhirnya, sebagaimana firman Allah subhanahu wata'ala :

إِنَّ يَوْمَ الْفَصْلِ كَانَ مِيقَاتًا، يَوْمَ يُنْفَخُ فِي الصُّورِ فَتَأْتُونَ أَفْوَاجًا ( النبأ : 17-18 )

" Sesungguhnya Hari Keputusan adalah suatu waktu yang ditetapkan, yaitu suatu hari (yang pada waktu itu) ditiup sangkakala lalu kamu datang berkelompok-kelompok”. ( QS.An Naba’: 17-18 )

Terdengar suara sangkakala dan berkumpullah manusia dalam berkelompok dengan kelompoknya masing-masing, semoga aku dan kalian di kelompok sayyidina Muhammad shallallahu 'alaihin wasallam dan tidak di kelompok yang lainnya. Ya Allah jangan satupun diantara wajah kami terlihat di kelompok yang lain kecuali di kelompok sayyidina Muhammad Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, amin.

Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah
Tujuh langit yang dahsyat itu pun terbelah dan diratakan dengan bumi oleh Allah subhanahu wata'ala untuk dijadikan padang mahsyar dan terbitlah cahaya Allah subhanahu wata'ala. Sebagaimana hadits mulia yang telah kita baca:

يَكْشِفُ رَبُّنَا عَنْ سَاقِهِ فَيَسْجُدُ لَهُ كُلُّ مُؤْمِنٍ وَمُؤْمِنَةٍ فَيَبْقَى كُلُّ مَنْ كَانَ يَسْجُدُ فِي الدُّنْيَا رِياَءً وَسُمْعَةً فَيَذْهَبُ لِيَسْجُدَ فَيَعُوْدُ ظَهْرَهُ طَبَقًا وَاحِدًا

Ketika semua orang mukmin bersujud kepada Allah, maka di saat itu ada orang yang ketika yang lain bersujud mereka tidak sanggup untuk bersujud. Orang yang besujud di dunia hanya karena ingin dipuji oleh orang lain, bukan karena ibadah kepada Allah, maka kelak di kahirat meskipun mereka ingin bersujud akan tetapi punggung mereka kaku dan tegap bagaikan paku yang keras, dan mereka tidak bisa menunduk apalagi untuk bersujud kepada Allah subhanahu wata'ala. Allah subhanahu wata'ala berfirman:

يَوْمَ يُكْشَفُ عَنْ سَاقٍ وَيُدْعَوْنَ إِلَى السُّجُودِ فَلَا يَسْتَطِيعُونَ، خَاشِعَةً أَبْصَارُهُمْ تَرْهَقُهُمْ ذِلَّةٌ وَقَدْ كَانُوا يُدْعَوْنَ إِلَى السُّجُودِ وَهُمْ سَالِمُونَ ( القلم : 42-43)

" Pada hari betis disingkapkan dan mereka dipanggil untuk bersujud; maka mereka tidak kuasa, (dalam keadaan) pandangan mereka tunduk ke bawah, lagi mereka diliputi kehinaan. Dan sesungguhnya mereka dahulu (di dunia) diseru untuk bersujud, dan mereka dalam keadaan sejahtera “. ( QS. Al Qalam: 42-43 )

Hari dimana Allah subhanahu wata'ala menyingkapkan sedikit cahaya keagunganNya, maka bersujudlah semua manusia dan ada diantara mereka orang-orang yang tidak bisa bersujud, mereka hanya tertunduk malu merasa terhina dan tercela karena dahulu ketika di dunia mereka diajak bersujud tetapi mereka tidak mau bersujud.

Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah
Diriwayatkan di dalam Shahih Al Bukhari, bahwa para sahabat bertanya: " Wahai Rasulullah, apakah kelak kita bisa melihat Tuhan kita"?, maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menjawab: " betul, sebagaimana kalian melihat matahari jika tidak ada awan apakah matahari itu terlihat jelas?, maka para sahabat menjawab: " tentu sangat jelas wahai Rasulullah", dan Rasul berkata: " bagaimana kalian melihat bulan purnama yang tidak diliputi awan"?, sahabat menjawab: " pasti sangat jelas wahai Rasul", maka Rasulullah berkata: " seperti itulah kalian akan melihat Tuhan kalian". Ketika di mahsyar, di saat manusia dimuntahkan keluar oleh bumi, maka digiringlah orang-orang yang menyembah selain Allah ketika mereka ditanya: " siapakah yang kalian sembah", maka di saat itu muncullah sesembahan-sesembahan yang mereka sembah selain Allah dan mengikuti sesembahannya masing-masing, mereka digiring dan pisahkan dari kelompok yang lainnya. Tersisalah muslimin muslimat dan mereka diberi kemuliaan oleh Allah, dan Allah singkapkan sedikit tabir cahaya keagunganNya, cahaya kewibawaanNya. Dan ketika ditanyakan kepada mereka: " Mengapa kalian masih disini?", sedangkan yang lain telah pergi, maka mereka menjawab: " kami belum berjumpa dengan Tuhan kami", dan ketika ditnya: " apakah kalian ingin melihat Tuhan kalian?", mereka menjawab: " iya, jika Tuhan kami mau menunjukkan keindahanNya kepada kami"

 maka Allah mengangkat sedikit tabir keagunganNya dan semua pun bersujud, dan tersisa orang-orang yang tidak mampu bersujud. Mereka yang bersujud akan dipersilahkan untuk melintasi jembatan shirat dengan cepat sehingga sampai dan masuk ke dalam surga Allah subhanahu wata'ala karena mereka Ahlussujud, namun mereka yang tidak mampu bersujud dari kelompok pendosa, dan munafik yang jarang sekali bersujud kepada Allah tetapi mereka muslimin ummat sayyidina Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam dan tidak menyembah selain Allah, maka mereka akan digiring ke dalam api neraka untuk menghapus dosa-dosa mereka dan setelah itu mereka akan memasuki surga Allah subhanahu wata'ala. Hadirin hadirat, para sahabat bertanya: " Wahai Rasulullah, bagaimana engkau mengenal ummatmu kelak di dalam api neraka?", maka berkatalah Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam: " Aku mengenal ummatku diantara sekian banyak penduduk neraka itu dengan bekas sujudnya",Rasulullah bersabda:

حَرَّمَ اللهُ عَلَى النَّارِ أَنْ تَأْكُلَ أَثَرَ السُّجُودِ

" Allah mengharamkan api neraka untuk memakan bekas sujud”

Mereka yang pernah bersujud kepada Allah, bekas sujudnya akan tetap ada dan Allah mengharamkan api neraka untuk membakar anggota sujud, anggota sujud tidak bisa dibakar oleh api neraka, demikian riwayat Shahih Al Bukhari. Semoga dengan mendengar ucapan ini, aku dan kalian termuliakan di hari kiamat kelak dengan kelompok ahli sujud, amin. Maka jagalah shalat kita, karena itu adalah tanda kesetiaan kita kepada cintanya Allah, itulah jawaban cinta kita kepada Allah. Semakin engkau cinta kepda Allah maka engkau akan semakin asyik dalam shalatmu, dan semakin asyik pula Allah menurunkan ketenangan kepadamu.
Hadirin hadirat, jika menemui permasalahan dan kesulitan maka perbanyaklah doa, perbanyaklah ibadah dan dzikir. Allah subhanahu wata'ala berfirman:

وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مِنْ أَمْرِهِ يُسْرًا ( الطلاق : 4 )

" Dan barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Allah menjadikan baginya kemudahan dalam urusannya”. ( QS. A tThalaq : 4 )

Kita tidak diizinkan oleh Allah mendengar ayat ini, kecuali Allah telah menyiapkan kemudahan bagi kita untuk segala kesulitan kita dengan niat kita untuk ingin bertakwa kepada Allah subhanahu wata'ala, yang dengan itu semoga Allah membuka kemudahan dari segala kesulitan kita dengan keberkahan ayat itu. Dan Allah subhanahu wata'ala berfirman:

وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا (2) وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ ( الطلاق : 2-3 )

“ Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar, dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya”. ( QS. A tThalaq : 2-3 )

وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يُكَفِّرْ عَنْهُ سَيِّئَاتِهِ وَيُعْظِمْ لَهُ أَجْرًا ( الطلاق : 5 )

"Dan barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan menutupi kesalahan-kesalahannya dan akan melipat gandakan pahala baginya”. ( QS. A tThalaq: 5 )

Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah, maka Allah limpahkan untuknya rizki yang luas dari sesuatu yang tidak ia bayangkan sebelumnya, dan Allah limpahkan kemudahan baginya, Allah menjadikan permasalahan yang sulit menjadi mudah, dan barangsiapa yang bertakwa kepada Allah maka Allah hapuskan dosa-dosanya dan Allah melipatgandakan pahalanya, Rabbi limphkanlah semua ini kepada kami Ya Allah.

Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah
Para shalihin, para wali-wali Allah dan para kekasih Allah mereka selalu menyiapkan dirinya untuk berpindah ke alam barzakh dengan persiapan yang matang. Seseorang jika ingin berpindah dari satu rumah ke rumah yang lain, ia akan membeli kardus untuk bersiap-siap jauh sebelum berpindah. Dan kita akan berpindah ke alam yang abadi, kapan dan bagaimana persiapan kita untuk pindah ke alam barzakh, karena kita semua akan berpindah. Bumi ini bukan milik kita dan bukan rumah kita, di bumi ini tidak ada yang abadi, maka apa yang telah kita persiapkan untuk kehidupan kita kelak di alam barzakh.

Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah
Diantara perbuatan para salafussalih, perbuatan mereka adalah memperbanyak dzikir dan memperbnyak ibadah. Seperti mereka membeli kain kafan kemudian mereka memakai kain kafan itu sebagai sajadahnya, jadi nanti jika dikafanai dengan kain kafan itu sudah ada keberkahan dengan ibadah dan dzikirnya, sebagian dari mereka sudah menggali kuburan dan mereka membaca Al qur'an di kuburnya itu. Sebagaimana sayyidah Rabi'ah Al 'Adawiyah Alaiha rahmatullah, seorang wali Allah dari kaum wanita yang termasyhur, beliau menghatamkan 7000 kali Al qur'an di dalam kuburnya sebelum ia wafat, ketika sampai kabar ini kepada Al Habib Musthafa Al Muhdhar 'alaihi rahmatullah maka ia pun menghatamkan Al qur'an 8000 kali di dalam kuburnya, demikian keadaan para shalihin. Mereka selalu berdoa untuk ummat, sebagian mereka tidak terlihat di atas mimbar, sebagian hanya diam saja, namun mereka terus berdoa memohonkan ampunan dan hidayah untuk ummat, dan mereka lah paku-paku penjaga datangnya musibah kepada ummat, semakin sedikit para shalihin maka semakin banyak musibah yang akan datang, karena semakin sedikit para pendoa. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda riwayat Shahih Al Bukhari:

يَذْهَبُ الصَّالِحُوْنَ , الأَوَّلُ فَاْلَأوَّلُ , وَ يَبْقَى حَفَالَة كَحَفَالَةِ الشَّعِيْرِ وَ التَمْرِ , لَا يُبَالِيْهِمُ اللهُ باَلَةً

Satu persatu orang-orang shalih itu wafat dan meninggalkan bumi, dan jika tidak ada lagi shalihin maka tersisalah bekas atau sampah yang tidak berarti di mata Allah yang mana Allah tidak lagi memperdulikan keadaan mereka. Al Imam Ibn Hajar Al 'Asqalani berkata di dalam kitab Fathul Bari bisyarah Shahih Al Bukhari bahwa maksud hadits ini adalah bahwa para shalihin itu selalu berdoa untuk memohon rahmat kepada Allah maka Allah pun menyayangi ummat yang ada di sekitar mereka karena selalu didoakan, tetapi jika para pendoa kepada Allah telah tiada, dan orang-orang yang cinta dan rindu kepada Allah telah sirna, majelis-majelis dzikir semakin sedikit atau bahkan sirna, maka tidak ada lagi yang Allah perdulikan karena tidak ada lagi yang menyeru Allah , dan Allah biarkan saja musibah atau kenikmatan yang terjadi kepada mereka karena tiada lagi yang peduli dengan Allah.

Hadirin hadirat, telah wafat Al 'arif billah Al Habib Ali bin Ja'far Al 'Aidarus 'alaihi rahmatullah, beliau adalah teman seperguruan dari wali quthub Al Habib Abdul Qadir bin Ahmad As Saggaf , ayah beliau Al Habib Ja'far Al 'Aidarus adalah guru daripada Al Habib Abdurrahman As Saggaf. Tepat setelah 40 hari wafatnya Al Habib Abdul Qadir bin Ahmad As Seggaf, maka Al Habib Ali bin Ja'far Al 'Aidarus wafat di Batu Pahat Johor Malaysia. Beliau adalah seorang yang sangat rendah diri dan tawadhu', dan saya dulu sering berkunjung ke rumah beliau dan rumah beliau kecil, yang tidak menampung 30 orang, setengah ruang tamu telah dipenuhi botol yang berisi air untuk meminta doa beliau, dan setengah ruang tamu lagi dipenuhi oleh orang yang berziarah kepada beliau. Dan 2 hal yang paling menonjol dari budi pekerti beliau yaitu, ketika ada tamu yang datang di waktu makan maka ia tidak akan diizinkan pergi kecuali makan terlebih dahulu, dan tamu selalu yang dimintai doa, beliau jarang sekali mau berdoa tetapi justru beliau meminta tamunya yang berdoa dan jika tidak mau berdoa maka ia tidak akan diizinkan untuk pulang, demikian akhlak Al Habib Ali bin Ja'far Al 'Aidarus . Hadirin hadirat, semua para al 'arif billah khususnya para habaib ki ta jika mereka ke Malaysia mereka pasti berkunjung ke Malaysia pasti mereka berkunjung ke Batu Pahat kediaman Al Habib Ali bin Ja'far Al 'Aidarus diantara mereka adalah As sayyid Muhammad bin Alwy Al Maliki, Al Habib Abdul Qadir bin Ahmad 'alaihi rahmatullah, Al Habib ibn Hasan As Syathiri , Al Habib Salim bin Abdullah As Syathiri, Al Habib Zein bin Ibrahim Sumaith Madinah, dan guru mulia kita Al Musnid Al Habib Umar bin Muhammad Al Hafizh, mereka semua jika ke Malaysia pasti berkunjung kepada Al Habib Ali bin Ja'far al 'Aidarus. Beliau adalah seorang al 'arif billah yang tidak ketahuan, yang banyak berdoa dan bermunajat, dan jasa beliau sangat besar bagi Majelis Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam. Di awal-awal guncangan dakwah dia awal tahun 2002 di saat itu saya sering berkunjung kepada beliau, dan saya berkata dalam hati bahwa saya mempunyai hutang besar sedangkan saya tidak mampu membayar hutang, dan hutang terus menumpuk dan kemudian saya datang kepada Al Habib Ali untuk mengadu dan memohon doa supaya saya bisa menyelesaikan hutang saya, dan ketika saya datang tamu juga sangat ramai maka saya tidak jadi berbicara dan saya diam saja, dan setelah saya keluar dari rumah beliau saya katakan di dalam hati : " Wahai Allah, hutang saya kutitipkan kepada Al Habib Ali bin Ja'far Al 'Aidarus, karena saya tidak mampu lagi untuk menanggungnya", maka Al Habib Ali memanggil salah seorang yang keluar bersama saya dan berbicara 4 mata bersama beliau, maka orang itu datang kepada saya dan bertanya: " kamu punya hutang ya?", saya berkata: " bagaimana anda tau?", dia menjawab: " tadi Al Habib Ali memanggil saya dan mengatakan bahwa kamu punya hutang dan beliau meminta saya untuk melunasi hutang kamu semuanya", Subhanallah. Di saat hampir hancurnya Majelis Rasulullah beliau lah yang mendukung kita dengan doa dan munajatnya. Dan pada hari Kamis sore tanggal 13 Mei 2010 beliau wafat, tepat 40 hari setelah wafatnya Al Habib Abdul Qadir bin Ahmad As Saggaf, dan malam ini kita akan melakukan shalat ghaib untuk beliau, dan jamaah yang tidak punya wudhu' maka cukup berdiri saja dan ikut berdoa, dan yang ada wudhu' ikut yntuk shalat ghaib, seperti biasa tidak perlu mundur bershaf-shaf karena shalat jenazah tidak ada rukuk dan sujudnya.

Mari kita bermunajat kepada Allah subhanahu wata'ala semoga Allah menjaga para shalihin kita, menjaga usia mereka, mereka para pendoa siang dan malam, para pendukung dakwah yang tidak terlihat, mereka bermunajat dengan air mata di malam hari terus membantu dakwah sayyidina Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam sehingga dakwah menjadi maju dan terus maju, tanpa diketahui justru karena keberkahan doa merekalah yang membuat kemajuan dakwah.

Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah
Semoga Allah menjaga para shalihin, para ulama' kita dan para orang tua kita, Allah panjangkan usia mereka, Allah berikan kesembuhan dan 'afiyah untuk mereka, dan semoga Allah menjaga permukaan bumi yang semkin hari semakin sepi dengan dari para shalihin, beban semakin berat, karena beban dakwah sayyidina Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam diwariskan kepada para shahabat dan merupakan beban yang sangat berat dan dipikul beramai-ramai, dan jika satu wafat maka beban akan semakin berat bagi yang lainnya, demikian dari zaman ke zaman hingga zaman sekarang ini, para shalihin dan para pejuang dakwah yang betul-betul memangku dakwah sayyidina Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam, jika satu mata rantai terlepas maka akan mulai berguncang dan beban semakin berat bagi yang lainnya. Kita bermunajat agar Allah munculkan generasi shalihin, generasi ahli dzikir, generasi para wali Allah, generasi para ulama', generasi yang berakhlak mulia, semoga Allah memakmurkan mejelis-majelis dzikir dan menyingkirkan musibah, dijauhkan dari segala bencana alam di seluruh wilayah muslimin di barat dan timur,,

فَقُوْلُوْا جَمِيْعًا ...

Ucapkanlah bersama-sama

يَا الله...يَا الله... ياَ الله.. ياَرَحْمَن يَارَحِيْم ...لاَإلهَ إلَّاالله...لاَ إلهَ إلاَّ الله مُحَمَّدٌ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. كَلِمَةٌ حَقٌّ عَلَيْهَا نَحْيَا وَعَلَيْهَا نَمُوتُ وَعَلَيْهَا نُبْعَثُ إِنْ شَاءَ اللهُ تَعَالَى مِنَ اْلأمِنِيْنَ
Sumber : MR

Rabu, 05 Desember 2018

Kerja Bernilai Ibadah

Kalam

Habib Abdullah bin Husein bin Thahir

Selama di dunia, mau tak mau kita harus berusaha terlebih dahulu untuk memperoleh kebutuhan hidup. kita tidak boleh berpangku tangan saja sembari mengharap belas kasihan orang lain. Dalam islam, orang yang memberi lebih terhormat daripada orang yang menerima. Seorang mukmin yang tegar dan mampu mandiri lebih utama daripada seorang mukmin yang lemah dan selalu menggantungkan nasibnya kepada orang lain.

Anggapan bahwa islam adalah ajaran yang cenderung mengajak orang bermalas-malasan adalah anggapan yang salah. Justru islam melalui al-Qur’an dan hadis-hadis memotivasi umatnya agar  menjadi manusia pekerja keras dan pantang menerima belas kasih orang lain. Sejarah menyebutkan bahwa para nabi dan rasul aktif bekerja. Ada yang menjadi petani, pengembala, tukang kayu dan beragam profesi lainnya. Tokoh-tokoh penyebar agama islam di Indonesia pun adalah ulama-ulama yang ulet berniaga di samping kegigihan mereka berdakwah.

Bekerja bisa bernilai ibadah dan bahkan pahalanya melebihi ibadah-ibadah sunnah apabila didasari dengan niat baik serta dilakukan sesuai syari’at. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk mengetahui pola kerja sesuai tuntunan Rasulullah Saw. Dengan bekerja secara benar, niscaya kita mendapatkan keuntungan ganda, materi dunia dan pahala di akhirat. Ibarat sekali merengkuh dayung, dua tiga pulau terlampaui.

Mari kita simak penuturan al-Imam Habib Abdullah bin Husein bin Thahir al-‘Alawi tentang cara bekerja yang baik dan berkah berikut ini,

“Ketika kalian hendak memasuki dunia kerja, persiapkanlah niat-niat yang baik terlebih dahulu. Mencari rejeki yang halal adalah wajib bagi setiap insan muslim. Untuk itu, niatkanlah di dalam hati bahwa tujuan kalian bekerja adalah untuk mendapatkan rejeki halal yang dapat menunjang kehidupan agama kalian, menjaga martabat kalian serta keluarga kalian agar tidak meminta-minta kepada orang lain juga untuk menghindarkan diri kalian dari sikap ingin memiliki hak-hak orang lain.

Akan tetapi, di tengah-tengah kesibukan kerja, janganlah kalian melalaikan urusan akhirat. Luangkan waktu untuk mempelajari ilmu syari’at yang diwajibkan kepada kalian, laksanakan salat lima waktu dengan berjama’ah, jagalah keistiqamaan kalian dalam membaca wirid-wirid.

Allah Swt berfirman,

رِجَالٌ لَا تُلْهِيهِمْ تِجَارَةٌ وَلَا بَيْعٌ عَنْ ذِكْرِ اللَّهِ وَإِقَامِ الصَّلَاةِ وَإِيتَاءِ الزَّكَاةِ يَخَافُونَ يَوْمًا تَتَقَلَّبُ فِيهِ الْقُلُوبُ وَالْأَبْصَارُ

‘Laki-laki yang tidak dilalaikan oleh perniagaan dan tidak (pula) oleh jual beli dari mengingati Allah, dan (dari) mendirikan sembahyang, dan (dari) membayarkan zakat. mereka takut kepada suatu hari yang (di hari itu) hati dan penglihatan menjadi goncang.’

Selanjutnya Allah Swt mengingatkan,
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا لَا تُلْهِكُمْ أَمْوَالُكُمْ وَلَا أَوْلَادُكُمْ عَنْ ذِكْرِ اللَّهِ وَمَنْ يَفْعَلْ ذَلِكَ فَأُولَئِكَ هُمُ الْخَاسِرُونَ

Hai orang-orang beriman, janganlah hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. barangsiapa yang berbuat demikian Maka mereka Itulah orang-orang yang merugi.

Pelajarilah ilmu yang berkaitan dengan bidang kerja kalian, agar kalian dapat mengambil sikap yang benar dan tidak merugikan orang lain. Sehingga kalian selamat dari perbuatan dosa dan maksiat.

Hindarilah cara kerja yang tidak benar dan menyalahi aturan syari’at. Sebab harta yang dihasilkan dengan cara tersebut adalah haram. Harta haram hakikatnya menjijikkan dan akan lenyap dari tangan pemiliknya dengan cepat. Hal itu telah terbukti dan pasti akan dirasakan oleh mereka yang melakukannya.

Sesungguhnya ibadah yang dilaksanakan oleh orang yang memakan barang haram atau memakai baju yang haram takkan diterima oleh Allah Swt. Penyusun Zubad menggambarkan,

‘ Dan ketaatan dari seseorang yang memakan barang haram,

Adalah semisal bangunan yang didirikan diatas ombak lautan.

Dalam hadis disebutkan bahwa orang yang memakan barang haram, maka sekujur tubuhnya akan mengerjakan kemaksiatan, baik ia menghendakinya ataupun tidak. Sebuah kata bijak berbunyi, “Makanlah semua yang kalian inginkan, niscaya seperti jenis makanan kalian itulah bentuk amal perbuatan kalian.”

Kemudian manakala kalian dikarunia harta yang halal, pergunakanlah dengan tata cara dan niat yang baik. Makanlah secukupnya dan jangan sampai terlalu kenyang. Sebab perut yang dipenuhi dengan makanan sekalipun halal akan menjadi pemicu perbuatan-perbuatan nista. Bisa dibayangkan, bagaimana jika dipenuhi dengan makanan yang haram.

Rasulullah Saw mewartakan, “Tiada wadah yang penuh yang lebih jelek daripada perut. Sebenarnya cukup bagi manusia beberapa suap makanan untuk menegakkan tubuhnya. Jika memang menghendaki lebih, maka yang layak adalah sepertiga perutnya untuk makanan, sepertiganya lagi untuk minum, dan sepertiga yang terakhir untuk nafasnya.” Disebutkan pula bahwa kebanyakan penyakit penyebabnya adalah kekenyangan perut.

Ketahuilah, sesungguhnya harta yang sedikit namun halal lebih baik dan lebih mendatangkan berkah daripada harta melimpah namun haram atau syubhat.

Apabila kalian telah mendapatkan rejeki yang sekiranya mencukupi kebutuhan kalian di waktu itu , makaqana’ah (merasa cukup)-lah dengannya lalu bersyukurlah kepada Allah serta jangan mengharapkan yang berlebihan untuk masa yang akan datang.

Janganlah kalian bersikap tamak dan selalu mengharap lebih, sehingga tubuh dan hatimu akan kecapaian karenanya. Asal tahu saja, sesungguhnya takkan sampai kepada kalian kecuali rejeki yang telah ditakdirkan untuk kalian.

Ketahuilah, sesungguhnya nikmat-nikmat Allah yang dikaruniakan kepada kalian yang bukan berupa harta benda jauh lebih besar daripada kenikmatan yang berupa harta benda.

Hati-hatilah, jangan pernah menipu, berkhianat ataupun berbohong dalam setiap pekerjaan kalian. Karena semua tindakan itu memancing amarah Allah Swt dan menghapus keberkahan dari jerih payah kalian. Dasarilah segala urusan pekerjaan kalian dengan sikap jujur dan nasihah. Keluarkan semua hak yang diwajibkan dalam harta kalian seperti zakat, pelunasan utang, serta nafkah-nafkah yang wajib dengan senang hati dan lapang dada.”

Dalam nasehat-nasehatnya di atas, Habib Abdullah bin Husein bin Thahir menekankan bahwa tujuan bekerja adalah untuk mendapatkan rejeki dari Allah Swt yang bisa mencukupi kebutuhan keseharian kita dan bukan untuk mencari kekayaan. Adapun yang kita ketahui sekarang ini, orang-orang bekerja untuk menumpuk kekayaan. Sehingga tindakan saling tipu, saling khianat dan trik-trik kotor lainnya mewarnai dunia usaha kita.

Sumber:Forsan salaf

Senin, 12 November 2018

MENGENAL IBLIS

Dikisahkan Dari Muadz bin Jabal dari Ibn Abbas :

       Ketika kami sedang bersama Rasulullah SAW di kediaman seorang sahabat Anshar, tiba - tiba terdengar panggilan seseorang dari luar rumah: “Wahai penghuni rumah, bolehkah aku masuk? sebab kalian akan membutuhkanku.“

      Rasulullah bersabda: ”Tahukah kalian siapa yang memanggil?” Kami menjawab: “Allah dan rasulNya yang lebih tahu.”
Beliau melanjutkan, “itu iblis, laknat Allah bersamanya.” Umar bin Khattab berkata: “izinkan aku membunuhnya wahai,Rasulullah”

     Nabi menahannya: ”Sabar wahai Umar, bukankah kamu tahu bahwa Allah memberinya kesempatan hingga hari kiamat? Lebih baik bukakan pintu untuknya, sebab dia telah diperin-tahkan untuk ini, pahamilah apa yang hendak ia katakan dan dengarkan dengan baik.”
      Ibnu Abbas RA berkata: pintu lalu dibuka, ternyata dia seperti seorang kakek yang cacat satu matanya. di janggutnya terdapa 7 helai rambut seperti rambut kuda, taringnya terlihat seperti taring babi, bibirnya seperti bibir sapi.

Iblis berkata: “Salam untukmu Muhammad. salam untukmu para hadirin…” Rasulullah SAW lalu menjawab: “Salam hanya milik Allah SWT, sebagai mahluk terlaknat, apa keperluanmu?” Iblis menjawab: “Wahai Muham-mad, aku datang ke sini bukan atas kemauanku, namun karena terpaksa.” “Siapa yang memaksamu?“ “Seorang malaikat utusan Allah mendatangiku dan berkata: “Allah SWT memerintahkanmu untuk mendatangi Muhammad sambil menundukkan diri,beritahu Muhammad tentang caramu dalam menggoda manusia. jawablah dengan jujur semua pertanyaannya. Demi kebesaran Allah, andai kau berdusta satu kali saja, maka Allah akan jadikan dirimu debu yang ditiup angin.” oleh karena itu aku sekarang mendatangimu. Tanyalah apa yang hendak kau tanyakan. jika aku berdusta, aku akan dicaci oleh setiap musuhku. tidak ada sesuatu pun yang paling besar menimpaku daripada cacian musuh.”

Orang Yang Dibenci Iblis

   Rasulullah SAW lalu bertanya kepada Iblis: “Kalau kau benar jujur, siapakah manusia yang paling kau benci?” Iblis segera menjawab: ” Kamu, kamu dan orang sepertimu adalah mahkluk Allah yang paling aku benci.”
“Siapa selanjutnya?” “Pemuda yang bertakwa yang memberikan dirinya mengabdi kepada Allah SWT.” “lalu siapa lagi?” “Orang Aliim dan wara’ (hati-hati terhadap barang yang haram dan subhat)“

” Lalu siapa lagi?”“Orang yang selalu bersuci.”“Siapa lagi?” “Seorang fakir yang sabar dan tak pernah mengeluhkan kesulitan-nnya kepda orang lain.” “apa tanda kesabarannya?” ” Wahai Muhammad, jika ia tidak mengeluhkan kesulitannya kepada orang lain selama 3 hari, Allah akan memberi pahala orang-orang yang sabar.” “Selanjutnya apa?” “Orang kaya yang bersyukur.” “apa tanda kesyukuran-nya?” “Ia mengambil kekayaannya dari tempatnya, dan mengeluarkannya juga dari tempatnya .”
“Orang seperti apa Abu Bakar menurutmu?” “Ia tidak pernah menu-rutiku di masa jahiliyah, apalagi dalam Islam.”

“Umar bin Khattab?” “Demi Allah setiap berjumpa dengannya aku pasti kabur. “
“Usman bin Affan?” “Aku malu kepada orang yang malaikat pun malu kepadanya .”
“Ali bin Abi Thalib?” ”Aku berharap darinya agar kepalaku selamat, dan berharap ia melepaskanku dan aku melepaskannya. tetapi ia tak akan mau melakukan itu.” (Ali bin Abi Thalib selau berdzikir terhadap Allah SWT)
Amalan Yang Dapat Menyakiti Iblis

“Apa yang kau rasakan jika melihat seseorang dari umatku yang hendak shalat?”“aku merasa panas dingin dan gemetar.“ ”Kenapa?”“Sebab, setiap seorang hamba bersujud 1x kepada Allah, Allah mengangkatnya satu derajat.”
“Jika seorang umatku berpuasa?”

“Tubuhku terasa terikat hingga ia berbuka.” ”Jika ia berhaji?” ”Aku seperti orang gila.“ “Jika ia membaca al-Quran?” “Aku merasa meleleh laksana timah diatas api.” ”Jika ia bersedekah?” “Itu sama saja orang tersebut membelah tubuhku dengan gergaji.” “mengapa bisa begitu?“ “sebab dalam sedekah ada 4 keuntungan baginya. yaitu keberkahan dalam hartanya, hidupnya disukai, sedekah itu kelak akan menjadi hijab antara dirinya dengan api neraka dan segala macam musibah akan terhalau dari dirinya.”

”apa yang dapat mematahkan pinggangmu?” “suara kuda pe-rang di jalan Allah.” “Apa yang dapat melelehkan tubuhmu?” “taubat orang yang bertaubat.” ”apa yang dapat membakar hatimu?” ”istighfar di waktu siang dan malam.” “Apa yang dapat mencoreng wajahmu?” “sedekah yang diam - diam.“ “Apa yang dapat menusuk matamu?” “Shalat fajar.” “Apa yang dapat memukul kepalamu?“ “Shalat berjamaah .” “Apa yang paling mengganggumu?” “Majelis para ulama.”
”bagaimana cara makanmu?” “dengan tangan kiri dan jariku.” “dimanakah kau menaungi anak- anakmu di musim panas?” “di bawah kuku manusia.”
Manusia Yang Menjadi Teman Iblis

Nabi lalu bertanya : “Siapa teman-mu wahai Iblis?” “Pemakan riba.” “Siapa sahabatmu?” “Pezina.” “Siapa teman tidurmu?” “Pe-mabuk” “Siapa tamu-mu?“ “Pencuri.” “Siapa utusan-mu?”“Tukang sihir.” “Apa yang membuatmu gembira?” “Bersumpah dengan cerai.” ”Siapa kekasihmu?“ ”Orang yang meninggalkan shalat jumaat“ “Siapa manusia yang paling membahagiakanmu?“ “orang yang meninggalkan shalat-nya dengan sengaja.”
Iblis Tidak Berdaya Di hadap-an Orang Yang Ikhlas

     Rasulullah SAW lalu bersabda : “Segala puji bagi Allah yang telah membahagiakan umatku dan menyengsarakanmu.”
      Iblis segera menimpali: ”tidak, tidak… tak akan ada kebahagiaan selama aku hidup hingga hari akhir..

Bagaimana kau bisa berbahagia dengan umatmu, sementara aku bisa masuk ke dalam aliran darah mereka dan mereka tak bisa melihatku.
Demi yang menciptakan diriku dan memberikan ku kesempatan hingga hari akhir, aku akan menyesatkan mereka semua. Baik yang bodoh, atau yang pintar, yang bisa membaca dan tidak bisa membaca, yang durjana dan yang shaleh, kecuali hamba Allah yang ikhlas.”
“Siapa orang yang ikhlas menurut-mu?” “Tidakkah kau tahu wahai Muhammad, bahwa barang siapa yang menyukai emas dan perak, ia bukan orang yang ikhlas. Jika kau lihat seseorang yang tidak menyukai dinar dan dirham, tidak suka pujian dan sanjungan, aku bisa pastikan bahwa ia orang yang ikhlas, maka aku meninggalkannya. Selama seorang hamba masih menyukai harta dan sanjungan dan hatinya selalu terikat dengan kesenangan dunia, ia sangat patuh padaku.”

Iblis Dibantu oleh 70.000 Anak - Anaknya

Tahukah kamu Muhammad, bahwa aku mempunyai 70.000 anak. Dan setiap anak memiliki 70.000 syaithan.
   Sebagian ada yang aku tugaskan untuk mengganggu ulama. Sebagian untuk menggangu anak-anak muda, sebagian untuk menganggu orang-orang tua, sebagian untuk menggangu wanta-wanita tua, sebagian anak-anakku juga aku tugaskan kepada para Zahid.
Aku punya anak ynag suka mengencingi telinga manusia sehingga ia tidur pada shalat berjamaah. tanpanya, manusia tidak akan mengantuk pada waktu shalat berjamaah.

Aku punya anak yang suka menaburkan sesuatu di mata orang yang sedang mendengarkan ceramah ulama hingga mereka tertidur dan pahalanya terhapus.
Aku punya anak yang senang berada di lidah manusia, jika seseorang melakukan kebajikan lalu ia beber-kan kepada manusia, maka 99% pahalanya akan terhapus.
Pada setiap seorang wanita yang berjalan, anakku dan syaithan duduk di pinggul dan pahanya, lalu menghiasinya agar setiap orang memandanginya.

Syaithan juga berkata, ”keluarkan tanganmu”, lalu ia mengeluarkan tangannya lalu syaithan pun menghiasi kukunya. mereka, anak-anakku selalu meyusup dan berubah lari satu kondisi ke kondisi lainnya, dari satu pintu ke pintu yang lainnya untuk menggoda manusia hingga mereka terhempas dari keikhlasan mereka. Akhirnya mereka menyem-bah Allah tanpa ikhlas, namun mereka tidak merasa.

Tahukah kamu, Muhammad? bahwa ada rahib yang telah beribadat kepada Allah selama 70 tahun. Setiap orang sakit yang didoakan olehnya, sembuh seketika. Aku terus menggodanya hingga ia berzina, membunuh dan kufur.

Cara Iblis Menggoda

     Tahukah kau Muhammad, dusta berasal dari diriku? Akulah mahluk pertama yang berdusta. Pendusta adalah sahabatku. barangsiapa ber-sumpah dengan berdusta, ia keka-sihku. Tahukah kau Muhammad? Aku bersumpah kepada Adam dan Hawa dengan nama Allah bahwa aku benar-benar menasihatinya. Sumpah dusta adalah kegemaranku. Ghibah (gosip) dan Namimah(Adu domba) kesenanganku. Kesaksian palsu ke-gembiraanku. Orang yang bersumpah untuk menceraikan istrinya ia berada di pinggir dosa walau hanya sekali dan walaupun ia benar. sebab barang siapa membiasakan dengan kata-kata cerai, isterinya menjadi haram baginya. Kemudian ia akan beranak cucu hingga hari kiamat. jadi semua anak-anak zina dan ia masuk neraka hanya karena satu kalimat, CERAI.

Wahai Muhammad, umatmu ada yang suka mengulur ulur shalat. Setiap ia hendak berdiri untuk shalat, aku bisikan padanya waktu masih lama, kamu masih sibuk, lalu ia manundanya hingga ia melaksanakan shalat di luar waktu, maka shalat itu dipukulkannya kemukanya. Jika ia berhasil menga-lahkanku, aku biarkan ia shalat. Namun aku bisikkan ke telinganya ‘lihat kiri dan kananmu’, iapun menoleh. pada saat iatu aku usap dengan tanganku dan kucium keningnya serta aku katakan ’shalatmu tidak sah’ Bukankah kamu tahu Muhammad, orang yang banyak menoleh dalam shalatnya akan dipukul.
Jika ia shalat sendirian, aku suruh dia untuk bergegas. ia pun shalat seperti ayam yang mematuk beras. jika ia berhasil mengalahkanku dan ia shalat berjamaah, aku ikat lehernya dengan tali, hingga ia mengangkat kepalanya sebelum imam, atau meletakkannya sebelum imam.

Kamu tahu bahwa melakukan itu batal shalatnya dan wajahnya akan dirubah menjadi wajah keledai. Jika ia berhasil mengalahkanku, aku tiup hidungnya hingga ia menguap dalam shalat. Jika ia tidak menutup mulutnya ketika mnguap, syaithan akan masuk ke dalam dirinya, dan membuatnya menjadi bertambah serakah dan gila dunia. Dan iapun semakin taat padaku.

Kebahagiaan apa untukmu, sedanga aku memerintahkan orang miskin agar meninggalkan shalat. aku katakan padaknya, ‘kamu tidak wajib shalat, shalat hanya wajib untuk orang yang berkecukupan dan sehat. orang sakit dan miskin tidak, jika kehidupanmu telah berubah baru kau shalat.’ Ia pun mati dalam kekafiran. Jika ia mati sambil meninggalkan shalat maka Allah akan menemuinya dalam kemurkaan. Wahai Muhammad, jika aku berdusta Allah akan menja-dikanku debu. Wahai Muhammad, apakah kau akan bergembira dengan umatmu padahal aku mengeluarkan seperenam mereka dari islam?”

10 Permintaan Iblis kepada Allah SWT

    “berapa yang kau pinta dari Tuhanmu?” “10 macam” “apa saja?”
Dan hasunglah siapa yang kamu sanggupi di antara mereka dengan ajakanmu, dan kerahkanlah terhadap mereka pasukan berkuda dan pasukanmu yang berjalan kaki dan berserikatlah dengan mereka pada harta dan anak-anak dan beri janjilah mereka. Dan tidak ada yang dijanjikan oleh setan kepada mereka melainkan tipuan belaka. (Q.S. 17 Al Israa' 64)

Harta yang tidak dizakatkan, aku makan darinya. akujuga makan dari makanan haram dan yang bercampur dengan riba, aku juga makan dari makanan yang tidak dibacakan nama Allah. Aku minta agar Allah membiarkanku ikut bersama dengan orang yang berhubungan dengan istrinya tanpa berlindung dengan Allah, maka setan ikut bersamanya dan anak yang dilahirkan akan sangat patuh kepada syaithan. Aku minta agar bisa ikut bersama dengan orang yang menaiki kendaraan bukan untuk tujuan yang halal.
Aku minta agar Allah menjadikan kamar mandi sebagai rumahku. aku minta agar Allah menjadikan pasar sebagai masjidku. Aku minta agar Allah menjadikan syair sebagai Qur’anku. Aku minta agar Allah menjadikan pemabuk sebagai teman tidurku.
Aku minta agar Allah memberikanku saudara , maka Ia jadikan orang yang membelanjakan hartanya untuk maksiat sebagai saudaraku.

Allah berfirman: Sesungguhnya pem-boros-pemboros itu adalah saudara-saudara setan dan setan itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya. (Q.S. 17 Al Israa' 27)
Wahai Muhammad, aku minta agar Allah membuatku bisa melihat manusia sementara mereka tidak bisa melihatku. dan aku minta agar Allah memberiku kemampuan untuk mengalir dalam aliran darah manusia.

Allah menjawab, “silahkan”, aku bangga dengan hal itu hingga hari kiamat. sebagian besar manusia bersamaku di hari kiamat.
Iblis berkata : “wahai muhammad, aku tak bisa menyesatkan orang sedikitpun, aku hanya bisa membisikan dan menggoda.”

jika aku bisa menyesatkan, tak akan tersisa seorangpun. sebagaimana dirimu, kamu tidak bisa memberi hidayah sedikitpun, engkau hanya rasul yang menyampaikan amanah.
jika kau bisa memberi hidayah, tak akan ada seorang kafir pun di muka bumi ini. kau hanya bisa menjadi penyebab untuk orang yang telah ditentukan sengsara.
Orang yang bahagia adalah orang yang telah ditulis bahagia sejak di perut ibunya. dan orang yang sengsara adalah orang yang telah ditulis sengsara semenjak dalam kandungan ibunya.

Rasulullah SAW lalu membaca ayat : Jika Tuhanmu menghendaki, tentu Dia menjadikan manusia umat yang satu, tetapi mereka senantiasa berselisih pendapat. Kecuali orang-orang yang diberi rahmat oleh Tuhanmu. Dan untuk itulah Allah menciptakan mereka. Kalimat Tuhanmu (keputusan-Nya) telah ditetapkan: sesungguhnya Aku akan memenuhi Neraka Jahanam dengan jin dan manusia (yang durhaka) semuanya. (Q.S. 11 Huud 118-119)

juga membaca, ” Tidak ada suatu keberatan pun atas Nabi tentang apa yang telah ditetapkan Allah baginya. (Allah telah menetapkan yang demikian) sebagai sunnah-Nya pada nabi-nabi yang telah berlalu dahulu. Dan adalah ketetapan Allah itu suatu ketetapan yang pasti berlaku, (Q.S. 33 Al Ahzab 38)

juga membaca, ” Tidak ada suatu keberatan pun atas Nabi tentang apa yang telah ditetapkan Allah baginya. (Allah telah menetapkan yang demikian) sebagai sunnah-Nya pada nabi-nabi yang telah berlalu dahulu. Dan adalah ketetapan Allah itu suatu ketetapan yang pasti berlaku, (Q.S. 33 Al Ahzab 38)

Iblis lalu berkata: ” wahai Rasul Allah takdir telah ditentukan dan pena takdir telah kering. Maha Suci Allah yang menjadikanmu pemimpin para nabi dan rasul, pemimpin pendudk surga, dan yang telah menjadikan aku pemimpin mahluk-mahluk celaka dan pemimpin penduduk neraka. aku si celaka yang terusir, ini akhir yang ingin aku sampaikan kepadamu. dan aku tak berbohong.”

Sumber :http://www.wongsantun.com/search/label/Artikel

Senin, 27 Agustus 2018

Tawassul Habib Ahmad Bin Abdurrahman Assegaf

ﺍﻟﺘَّﻮَﺳُّﻞُ
ﺍﺍﻟﺤﺒﻴﺐ ﺍﺑﺪﺍﻟﺮﺣﻤﻦ ﺑﻦ ﺃﺣﻤﺪ ﺍﻟﺴﻘﺎﻑ

ﺇِﻟَﻬِﻰ ﺑِﺠَﺎﻩِ ﺍْﻷَﻧْﺒِﻴَﺎﻭَﺍْﻟﻤَﻼَﺋِﻜَﺔ ﻭَﺑِﺎْﻷَﻭْﻟِﻴَﺎﺀِﺟُﺪْﻟَﻨَﺎﺑِﺎْﻹِﺟَﺎﺑَﺔِ
Ya Allah dengan kebesaran para Nabi dan Malaikat
Dan dengan karomah para Wali terimalah permohonan kami

ﺇِﻟَﻬَﻰِ ﺗَﻮَﺳَّﻠْﻨَﺎﺑِﻘُﺮْﺁﻧِﻚَ ﺍْﻟﻜَﺮِﻳْﻢ ﺗُﻨَﻮِّﺭْﺑَﺼِﻴْﺮَﺗِﻰ ﻭَﺳَﻤْﻌِﻰ ﻭَﻣُﻘْﻠَﺘِﻰ
Ya Allah dengan perantara Kitab-Mu Al-Qur'an yang mulia
Aku mohon terangilah hatiku, pendengaranku dan mataku

ﻭَﺗُﻠْﻬِﻤُﻨِﻰ ﺭُﺷْﺪِﻯ ﻭَﺗَﺮْﺯُﻗُﻨِﻰ ﻋِﻠْﻢَ ﺍْﻟ ﻳَﻘِﻴْﻦِ ﺗُﻮَﻓِّﻘْﻨِﻰ ﻟِﺤُﺴْﻨﻰِ ﺍْﻟﻌِﺒَﺎﺩَﺓِ
Dan Ilhamilah aku kebenaran dan berilah aku ilmu
Yakin serta taufiq agar aku dapat beribadah dengan sebaik-baiknya

ﺑِﺄَﺳْﻤَﺂﺋِﻚَ ﺍْﻟﺤُﺴْﻨﻰَ ﺗَﺠُﻮْﺩُ ﺑِﺘَﻮْﺑَﺔِ ﻧَﺼُﻮْﺡٍ ﺗَﻐْﻔِﺮُﻟِﻰ ﺫُﻧُﻮْﺑِﻰ ﻭَﺯَﻟَّﺘِﻰ
Dengan Asmaul Husna-Mu Ya Allah berilah aku taubat
Yang sebenar-benarnya, yang dapat mengampuni semua dosa dan kesalahanku

ﻭَﺗَﻨْﻈُﺮُﻧِﻰ ﻓِﻰ ﻛُﻞِّ ﺣَﺎﻝٍ ﻭَﻟﻤَﺤَﺔٍ ﺗُﻨَﺠِّﻰ ﺑِﻬَﺎ ﻣِﻦْ ﻫَﻮْﻝِ ﻳَﻮْﻡِ ﺍْﻟﻘِﻴَﺎﻣَﺔِ
Dan pandanglah aku dengan pandangan Rahmat-Mu setiap waktu dan kejapan mata
Dengan Asma-Mu Ya Allah selamatkanlah aku dari huru-hara hari kiamat

ﻭَﺑِﺎﻟْﻤُﺼْﻄَﻔَﻰ ﺍﻟﺮَّﺳُﻮْﻝِ ﺗَﺸْﺮَﺡُ ﻟِﻰ ﺻَﺪْﺭِﻯ ﺗُﻴَﺴِّﺮُﻟِﻰ ﺃَﻣْﺮِﻯ ﻭَﺗَﻜْﺸِﻒُ ﻛُﺮْﺑَﺘِﻰ
Dan dengan kebesaran Nabi yang terpilih Nabi Muhammad Rosululloh lapangkanlah dadaku
Mudahkanlah urusanku dan lepaskanlah kesukaran dan kesulitanku

ﻭَﺑِﺎْﻷَﻧْﺒِﻴَﺎﺀِ ﻭَﺍْﻟﻤَﻼَﺋِﻜَﺔِ ﺍْﻟﻜِﺮَﺍﻡْ ﺗُﺤَﻘِّﻖُ ﺑِﺎﻟﺘَّﻘْﻮَﻯ ﻭَﺇِﺩْﺭَﺍﻙِ ﻏَﺎﻳَﺘِﻰ
Dan dengan kebesaran para Nabi dan Malaikat yang Mulia
Kuatkanlah aku untuk bertaqwa dan untuk mencapai tujuanku

ﻭَﺑِﺎْﻷَﻭْﻟِﻴَﺎﺀِ ﺗُﻠْﺤِﻘُﻨِﻰ ﺑِﻬِﻢْ ﻭَﺫُﺭِّﻳَّﺘِﻰ ﻭَﺷِﻴْﻌَﺘِﻰ ﻭَﻋَﺸِﻴْﺮَﺗِﻰ
Dengan kebesaran mereka dan karomah para Wali pertemukanlah aku dengan mereka,
Dan juga keturunanku, para pengikutku dan keluargaku

ﻭَﺗَﺼْﺮِﻑُ ﻋَﻨِّﻰ ﻛُﻞِّ ﺷَﺮٍّ ﺑِﺤَﻘِّﻬِﻢْ ﻭَﺷَﺮًّﺍﻟِﺬِﻯ ﺷَﺮٍّ ﻣِﻦِ ﺍﻧْﺲٍ ﻭَﺟِﻨَّﺔِ
Dengan kemuliaan mereka, hindarkanlah aku dari segala kejahatan
Dan kejahatan-kejahan, baik yang disengaja dari manusia maupun jin

ﺑِﻔَﻀْﻠِﻚَ ﺑَﺸِّﺮْﻧِﻰ ﺑِﺤُﺴْﻦِ ﺍْﻟﺨَﻮَﺍﺗِﻢِ ﻭَﺑِﺎﻟﺮَّﺣْﻤَﺔِ ﺍﺩْﺧِﻠْﻨِﻰ ﺑِﺪَﺍﺭِﺍْﻹِﻗَﺎﻣَﺔِ
Dengan karuniaMu Ya Allah, gembirakanlah aku dengan mati Khusnul Khotimah,
Dan dengan rahmatMu, masukanlah aku kedalam surgaMu yang abadi

ﻋَﻠَﻴْﻬِﻢْ ﻣِﻦَ ﺍْﻟﻤَﻮْﻟَﻰ ﺻَﻼَﺓٌ ﻭَﺗَﺴْﻠِﻴْﻢٌ ﻭَﺭِﺿْﻮَﺍﻥُ ﺍِﺳْﺘَﺠِﺐْ ﺇِﻟَﻬِﻰ ﻣُﻨَﺎﺟَﺎﺗِﻰ
Semoga Allah memberikan Rahmat, salam sejahtera kepada mereka
Dan juga keridhoan-Nya terimalah do'aku ini Ya Allah.....

Al-Habib Abdurrahman bin Ahmad bin Abdul Qadir Bin Ali bin Umar bin Segaf bin Muhammad bin Thoha bin Umar bin Thoha bin Umar Ash-shofi bin Abdurrahman bin Muhammad bin Ali bin Sayyidina Syekh Al-Imam Al-Qutb Abdurrahman Assegaf bin Syekh Muhammad Maula Ad-Dawilayh bin Syekh Ali Shoibud Dark bin Sayyidina Ali bin Sayyidina  Al-Imam Alwi Al-Ghuyur bin Sayyidina Al-Imam Al-Faqih Al Muqaddam Muhammad bin Sayyidina Ali bin Sayyidina Al-Imam Muhammad Shohib Marbat bin Sayyidina Al-Imam Kholi Qosam bin Sayyidina Alwi Sayyidina Al-Imam Muhammad Shohib As-Shouma'ah bin Sayyidina Al-Imam Alwi Shohib Aml bin Sayyidina Al-Imam Ubaidillah Shohibul Aradh bin Sayyidina Al-Imam Muhajir Ahmad bin Sayyidina Al-Imam Isa Ar-Rumi bin Sayyidina Al-Imam Muhammad An-Naqib bin Sayyidina Al-Imam Ali Al-Uraydhi bin Sayyidina Al-Imam Ja'far As-Shodiq bin Sayyidina Al-Imam Muhammad Al-Baqir bin Sayyidina Al-Imam Ali Zainal Abidin bin Sayyidina Al-Imam As-Syahid Syababul Jannah Sayyidina Al-Husein bin Fatimah Az-Zahra binti RASULULLAH SAW