Tampilkan postingan dengan label GROUP WA MAJLIS RASULULLAH HB BAGIR ALATAS. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label GROUP WA MAJLIS RASULULLAH HB BAGIR ALATAS. Tampilkan semua postingan

Kamis, 06 Juni 2019

Cara memperlakukan Anak dalam Islam (Ali bin Abi Thalib.Ra)

Imam Ali bin Abi Thalib Ra. Merumuskan cara memperlakukan anak:

1. Kelompok 7 tahun pertama (usia 0-7 tahun), perlakukan anak sebagai raja.

2. Kelompok 7 tahun kedua (usia 8-14 tahun), perlakukan anak sebagai tawanan.

3. Kelompok 7 tahun ketiga (usia 15-21 tahun), perlakukan anak sebagai sahabat.

►ANAK SEBAGAI RAJA (Usia 0-7 tahun)

Melayani anak dibawah usia 7 tahun dengan sepenuh hati dan tulus adalah hal terbaik yang dapat kita lakukan. Banyak hal kecil yang setiap hari kita lakukan ternyata akan berdampak sangat baik bagi perkembangan prilakunya, misalnya:
Bila kita langsung menjawab dan menghampirinya saat ia memanggil kita- bahkan ketka kita sedang sibuk dengan pekerjaan kita – maka ia akan langsung menjawab dan menghampiri kita ketika kita memanggilnya.

Saat kita tanpa bosan mengusap punggungnya hingga ia tidur, maka kelak kita akan terharu ketika ia memijat atau membelai pngung kita saat kita kelelahan atau sakit.

Saat kita berusaha keras menahan emosi di saat ia melakukan kesalahan sebesar apapun, lihatlah dikemudian hari ia akan mampu menahan emosinya ketika adik/ temannya melakukan kesalahan padanya.

Maka ketika kita selalu berusaha sekuat tenaga untuk melayani dan menyenangkan hati anak yang belum berusia tujuh tahun, insya Allah ia akan tumbuh menjadi pribadi yang menyenangkan, perhatian dan bertanggung jawab. Karena jika kita mencintai dan memperlakukannya sebagai raja, maka ia juga akan mencintai dan memperlakukan kita sebagai raja dan ratunya.

►ANAK SEBAGAI TAWANAN (usia 8-14 tahun)

Kedudukan seorang tawanan perang dalam islam sangatlah terhormat, Ia mendapatkan haknya secara proporsional, namun juga dikenakan berbagai larangan dan kewajiban. Usia 7-14 tahun adalah usia yang tepat bagi seorang anak bagi seorang anak untuk diberika hak dan kewajiban tertentu.

Rasulullah SAW mulai memerintahkan seoang anak untuk sholat wajib pada usia 7 tahun, dan memperbolehkan kita memukul anak tersebut (atau mengukum dengan hukuman seperlunya) ketika iIa telah berusia 10 tahun namun meninggalkan sholat. Karena itu usia 7-14 tahun adalah saat yang tepat dan pas bagi anak-anak kita untuk diperkenalkan dan diajarkan tentang hal-hal yang terkait dengan hukum-hukum agama, baik yang diwajibkan maupun yang dilarang, seperti:

1. Melakukan sholat wajib 5 waktu
2. Memakai pakaian yang bersih, rapih dan menutup aurat
3. Menjaga pergaulan dengan lawan jenis
4. Membiasakan membaca Al-Qur’an
5. Membantu pekerjaan rumah tanngga yang mudah dikerjakan oleh anak susianya
6. Menerapkan kedisiplinan dalam kegiatan sehari-hari Reward dan punishment (hadiah/penghargaan/ pujian dan hukuman/teguran) akan sangat pas diberlakukan pada usia 7 tahun kedua ini, karena anak sudah bisa memahami arti dari tanggung jawab dan konsekuaensi.

Namun demikian, perlakuan pada setiap anak tidak harus sama kerena every child is unique (setiap anak itu unik)

►ANAK SEBAGAI SAHABAT (usia 15-21 tahun)

Usia 15 tahun adalah usia umum saat anak menginjak akil baligh. Sebagai orang tua kita sebaiknya memposisikan diri sebagai sahabat dan memberi contoh atau teladan yang baik seperti yang diajarkan oleh Ali bin Abi Thalib karomallahu wajhah.
Berbicara dari hati ke hati Inilah saat yang tepat untuk berbicara dari hati ke hati dengannya, menelaskan bahwa ia sudah remaja dan beranjak dewasa.

Perlu dikomunikasikan bahwa selain mengalami perubahan fisik, Ia juga akan mengalami perubahan secara mental, spiritual, sosial, budaya dan lingkungan, sehingga sangat mungkin akan ada masalah yang harus dihadapinya. Paling penting bagi kita para orang tua adalah kita harus dapat membangun kesadaran pada anak-anak kita bahwa pada usia setelah akil baliqh ini, ia sudah memiliki buku amalannya sendiri yang kelak akanditayangkan da diminta pertanggung jawabannya oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala.

Memberi Ruang Lebih Setelah measuki usia akil Baligh, anak perlu memiliki ruang agar tidakmerasa terkekang, namun tetap dalam pengawasan kita.

Controlling tetap harus dilakukan tanpa bersikap otoriter dan tentu saja diiringi dengan berdo’a untuk kebaikan dan keselamatannya. Dengan demikian anak akan merasa penting, dihormati, dicintai, dihargai dan disayangi. Selanjutnya, Ia akan merasa percaya diri dan mempunyai kepribadian yang kuat untuk selalu cenderung pada kebaikan dan menjauhi perilaku buruk.
Mempercayakan tanggung jawab yang lebih berat. Waktu usia 15- 21 tahun ini penting bagi kita untuk memberinya tanggung jawab yang lebih beratdan lebih besar, dengan begini kelak anak- anak kita dapat menjadi pribadi yang cekatan, mandiri, bertanggung jawab dan dapat diandalkan.

Contoh pemberian tanggung jawab pada usia ini adalah seperti memintanya membimbing adik- adiknya, mengerjakan beberapa pekejaan yang biasa dikerjakan oleh orang dewasa, atau mengatur jadwal kegiatan dan mengelola keuangannya sendiri.
Semoga Allah memberikan kita anak-anak yang shaleh dan berbakti.

“Ya Rabbku, berilah aku dari sisi Engkau seorang anak yang baik. Sesungguhnya Engkau Maha pendengar doa.” (QS. Ali Imran: 38).

Sumber: FP Alhabib Quraisy Baharun

Rabu, 05 Desember 2018

Kerja Bernilai Ibadah

Kalam

Habib Abdullah bin Husein bin Thahir

Selama di dunia, mau tak mau kita harus berusaha terlebih dahulu untuk memperoleh kebutuhan hidup. kita tidak boleh berpangku tangan saja sembari mengharap belas kasihan orang lain. Dalam islam, orang yang memberi lebih terhormat daripada orang yang menerima. Seorang mukmin yang tegar dan mampu mandiri lebih utama daripada seorang mukmin yang lemah dan selalu menggantungkan nasibnya kepada orang lain.

Anggapan bahwa islam adalah ajaran yang cenderung mengajak orang bermalas-malasan adalah anggapan yang salah. Justru islam melalui al-Qur’an dan hadis-hadis memotivasi umatnya agar  menjadi manusia pekerja keras dan pantang menerima belas kasih orang lain. Sejarah menyebutkan bahwa para nabi dan rasul aktif bekerja. Ada yang menjadi petani, pengembala, tukang kayu dan beragam profesi lainnya. Tokoh-tokoh penyebar agama islam di Indonesia pun adalah ulama-ulama yang ulet berniaga di samping kegigihan mereka berdakwah.

Bekerja bisa bernilai ibadah dan bahkan pahalanya melebihi ibadah-ibadah sunnah apabila didasari dengan niat baik serta dilakukan sesuai syari’at. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk mengetahui pola kerja sesuai tuntunan Rasulullah Saw. Dengan bekerja secara benar, niscaya kita mendapatkan keuntungan ganda, materi dunia dan pahala di akhirat. Ibarat sekali merengkuh dayung, dua tiga pulau terlampaui.

Mari kita simak penuturan al-Imam Habib Abdullah bin Husein bin Thahir al-‘Alawi tentang cara bekerja yang baik dan berkah berikut ini,

“Ketika kalian hendak memasuki dunia kerja, persiapkanlah niat-niat yang baik terlebih dahulu. Mencari rejeki yang halal adalah wajib bagi setiap insan muslim. Untuk itu, niatkanlah di dalam hati bahwa tujuan kalian bekerja adalah untuk mendapatkan rejeki halal yang dapat menunjang kehidupan agama kalian, menjaga martabat kalian serta keluarga kalian agar tidak meminta-minta kepada orang lain juga untuk menghindarkan diri kalian dari sikap ingin memiliki hak-hak orang lain.

Akan tetapi, di tengah-tengah kesibukan kerja, janganlah kalian melalaikan urusan akhirat. Luangkan waktu untuk mempelajari ilmu syari’at yang diwajibkan kepada kalian, laksanakan salat lima waktu dengan berjama’ah, jagalah keistiqamaan kalian dalam membaca wirid-wirid.

Allah Swt berfirman,

رِجَالٌ لَا تُلْهِيهِمْ تِجَارَةٌ وَلَا بَيْعٌ عَنْ ذِكْرِ اللَّهِ وَإِقَامِ الصَّلَاةِ وَإِيتَاءِ الزَّكَاةِ يَخَافُونَ يَوْمًا تَتَقَلَّبُ فِيهِ الْقُلُوبُ وَالْأَبْصَارُ

‘Laki-laki yang tidak dilalaikan oleh perniagaan dan tidak (pula) oleh jual beli dari mengingati Allah, dan (dari) mendirikan sembahyang, dan (dari) membayarkan zakat. mereka takut kepada suatu hari yang (di hari itu) hati dan penglihatan menjadi goncang.’

Selanjutnya Allah Swt mengingatkan,
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا لَا تُلْهِكُمْ أَمْوَالُكُمْ وَلَا أَوْلَادُكُمْ عَنْ ذِكْرِ اللَّهِ وَمَنْ يَفْعَلْ ذَلِكَ فَأُولَئِكَ هُمُ الْخَاسِرُونَ

Hai orang-orang beriman, janganlah hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. barangsiapa yang berbuat demikian Maka mereka Itulah orang-orang yang merugi.

Pelajarilah ilmu yang berkaitan dengan bidang kerja kalian, agar kalian dapat mengambil sikap yang benar dan tidak merugikan orang lain. Sehingga kalian selamat dari perbuatan dosa dan maksiat.

Hindarilah cara kerja yang tidak benar dan menyalahi aturan syari’at. Sebab harta yang dihasilkan dengan cara tersebut adalah haram. Harta haram hakikatnya menjijikkan dan akan lenyap dari tangan pemiliknya dengan cepat. Hal itu telah terbukti dan pasti akan dirasakan oleh mereka yang melakukannya.

Sesungguhnya ibadah yang dilaksanakan oleh orang yang memakan barang haram atau memakai baju yang haram takkan diterima oleh Allah Swt. Penyusun Zubad menggambarkan,

‘ Dan ketaatan dari seseorang yang memakan barang haram,

Adalah semisal bangunan yang didirikan diatas ombak lautan.

Dalam hadis disebutkan bahwa orang yang memakan barang haram, maka sekujur tubuhnya akan mengerjakan kemaksiatan, baik ia menghendakinya ataupun tidak. Sebuah kata bijak berbunyi, “Makanlah semua yang kalian inginkan, niscaya seperti jenis makanan kalian itulah bentuk amal perbuatan kalian.”

Kemudian manakala kalian dikarunia harta yang halal, pergunakanlah dengan tata cara dan niat yang baik. Makanlah secukupnya dan jangan sampai terlalu kenyang. Sebab perut yang dipenuhi dengan makanan sekalipun halal akan menjadi pemicu perbuatan-perbuatan nista. Bisa dibayangkan, bagaimana jika dipenuhi dengan makanan yang haram.

Rasulullah Saw mewartakan, “Tiada wadah yang penuh yang lebih jelek daripada perut. Sebenarnya cukup bagi manusia beberapa suap makanan untuk menegakkan tubuhnya. Jika memang menghendaki lebih, maka yang layak adalah sepertiga perutnya untuk makanan, sepertiganya lagi untuk minum, dan sepertiga yang terakhir untuk nafasnya.” Disebutkan pula bahwa kebanyakan penyakit penyebabnya adalah kekenyangan perut.

Ketahuilah, sesungguhnya harta yang sedikit namun halal lebih baik dan lebih mendatangkan berkah daripada harta melimpah namun haram atau syubhat.

Apabila kalian telah mendapatkan rejeki yang sekiranya mencukupi kebutuhan kalian di waktu itu , makaqana’ah (merasa cukup)-lah dengannya lalu bersyukurlah kepada Allah serta jangan mengharapkan yang berlebihan untuk masa yang akan datang.

Janganlah kalian bersikap tamak dan selalu mengharap lebih, sehingga tubuh dan hatimu akan kecapaian karenanya. Asal tahu saja, sesungguhnya takkan sampai kepada kalian kecuali rejeki yang telah ditakdirkan untuk kalian.

Ketahuilah, sesungguhnya nikmat-nikmat Allah yang dikaruniakan kepada kalian yang bukan berupa harta benda jauh lebih besar daripada kenikmatan yang berupa harta benda.

Hati-hatilah, jangan pernah menipu, berkhianat ataupun berbohong dalam setiap pekerjaan kalian. Karena semua tindakan itu memancing amarah Allah Swt dan menghapus keberkahan dari jerih payah kalian. Dasarilah segala urusan pekerjaan kalian dengan sikap jujur dan nasihah. Keluarkan semua hak yang diwajibkan dalam harta kalian seperti zakat, pelunasan utang, serta nafkah-nafkah yang wajib dengan senang hati dan lapang dada.”

Dalam nasehat-nasehatnya di atas, Habib Abdullah bin Husein bin Thahir menekankan bahwa tujuan bekerja adalah untuk mendapatkan rejeki dari Allah Swt yang bisa mencukupi kebutuhan keseharian kita dan bukan untuk mencari kekayaan. Adapun yang kita ketahui sekarang ini, orang-orang bekerja untuk menumpuk kekayaan. Sehingga tindakan saling tipu, saling khianat dan trik-trik kotor lainnya mewarnai dunia usaha kita.

Sumber:Forsan salaf

Selasa, 24 April 2018

NASIHAT SYEKH ABDUL QADIR AL-JAILANI TENTANG RIDHA

NASIHAT SYEKH ABDUL QADIR AL-JAILANI TENTANG RIDHA

"Kalian harus senantiasa ridha kepada Allah Azza wa Jalla dalam keadaan senang maupun susah, dalam keadaan baik maupun buruk, sehat ataupun sakit, kaya maupun miskin, dan dalam keadaan sukses ataupun gagal. Aku tidak melihat obat yang baik bagi kalian selain berserah diri kepada-Nya,

Jika Allah menakdirkan sesuatu bagi kalian, janganlah takut. Janganlah mengeluh kepada selain-Nya, sebab itu justru bisa menyebabkan bencana bagi kalian, Tenang dan diamlah! Jika kalian ridha, Dia akan mengubah kesusahan kalian menjadi kebahagiaan!"
--Syekh Abdul Qadir Al-Jailani dalam Fath Ar-Rabbani

Allahuma sholi 'ala sayidina Muhammad nabiyil umiyi wa 'ala 'alihi wa shohbihi wa salim

Senin, 16 April 2018

Menangisi Jenazah


BOLEH MENANGISI JENAZAH, ASAL TIDAK MERATAPI

Luthfi Bashori

Menangis karena sedih ditinggal wafat salah satu keluarga atau orang yang dicintai hingga melelehkan air mata itu hukumnya boleh, asalkan tidak meratap-ratap atau meraung-raung apalagi hingga merobek baju maupun menyakiti badan sendiri, sebagaimana yang lazim disebut Niyahah seperti yang sering diperagakan oleh kaum Syiah. Sedih menangisi jenazah hukumnya boleh, sedangkan Niyahah itu hukumnya haram secara mutlak.

Sy. Abdulllah bin Umar RA memberitakan, ketika Sy. Sa’ad bin Ubadah RA jatuh sakit, Rasulullah SAW mengunjunginya bersama Sy. Abdurrahman bin Auf RA, Sy. Sa’ad bin Abi Waqqash RA, dan Abdullah bin Mas’ud RA. Sewaktu Nabi SAW dan para shahabat sampai di sana, Sa’ad sedang pingsan.

“Apakah sudah meninggal?” Tanya Nabi Muhammad SAW.

“Belum, wahai Rasulullah.”

Maka Nabi Muhammad SAW menangis. Melihat beliau menangis, para shahabat pun turut menangis.

“Tahukah kaliah?” tanya Rasulullah SAW. “Sesungguhnya Allah tidak menyiksa seseorang karena menangis dan tidak pula karena bersedih hati. Akan tetapi, Allah akan menyiksa karena ini (beliau menunjuk lidahnya) atau memberi rahmat karenanya.” (HR. Muslim).

Menangisi jenazah secara wajar itu sangatlah manusiawi dan menandakan dirinya masih punya hati, punya rasa iba serta berprikemanusiaan. Hati yang lembut, tentu akan merasakan kesedihan saat ditinggal wafat oleh orang-orang yang dicintainya.

Berbeda dengan orang yang hatinya mati, perangainya keras, jiwanya kering keimanannya tipis, maka tidak ada yang dapat mengingatkan dirinya bahkan oleh peristiwa kematian keluarga dekatnya sekalipun. Orang-orang yang seperti ini agak sulit diharapkan kebaikannya.

Sy. Usamah bin Zaid RA menceritakan bahwa pada suatu hari ketika para shahabat bersama-sama Nabi SAW, datanglah seorang suruhan putri beliau (Zainab) yang mengabarkan bahwa anak dari putrinya itu (cucu Nabi SAW) maninggal dan meminta beliau datang.

Nabi Muhammad SAW bersabda, “Pulanglah kamu, sampaikanlah padanya bahwa kepunyaan Allah jualah yang telah diambil dan diberikan-Nya, segala sesuatu telah di tetapkan Allah ajalnya.”

Beberapa waktu kemudian, orang suruhan itu datang lagi, “Dia (Zainab) benar-benar sangat mengharapakan kesudian Rasulullah SAW menjenguknya.”

Pergilah Nabi SAW beserta para shahabatnya, antara lain Sy. Sa’ad bin Ubadah dan Mu’adz bin Jabal, serta Usamah bin Zaid. Sesampai di rumah Zainab, seseorang memberikan jenazah anak Zainab itu kepada beliau. Seketika napas beliau tersengal-sengal seperti seorang kelelahan. Air mata beliau pun tak terbendung lagi.

“Mengapa begini, wahai Rasulullah?” Tanya Sa’ad

Nabi Muhammad SAW menjawab, “Ini adalah rahmat yang dijadikan Allah dalam hati setiap hamba-Nya yang pengasih.” (HR. Muslim)

Dalam riwayat lain, Sy. Anas RA menceritakan, “Aku menyaksikan jenazah seorang putri Nabi SAW dimakamkan. Rasulullah SAW duduk di sisi kuburannya, dan aku melihat baliau mencucurkan air mata.” (HR. Al-Bukhari).

Begitulah salah satu amaliyah Nabi Muhammad SAW yang sekaligus dapat dicontoh oleh umat Islam. Tentu sangat berbeda dengan Niyahah atau ratapan terhadap jenazah yang dilarang oleh beliau SAW.

Sy. Ummu Salamah RA  mengungkapkan, ketika suaminya (Abu Salamah RA) meninggal, ia berujar, “Aku ini orang asing, (suamiku) meninggal pula di negeri asing. Akan kuratapi dia sepuas-puasnya supaya menjadi buah bibir orang.”

Sewaktu ia bersiap-siap akan meratapi suaminya, kata Sy. Ummu Salamah RA, datanglah seorang wanita dari dusun yang menawarkan diri menolongnya meratap. Akan tetapi datang Rasulullah SAW menghampirinya dan bersabda, “Apakah kamu ingin memasukkan kembali setan ke rumah ini, padahal Allah telah mengeluarkannya dari sini?”

Nabi SAW mengulangi sabdanya sampai dua kali. Mendengar itu, Sy. Ummu Salamah RA tidak jadi meratap. (HR. Muslim).

Seperti juga riwayat Sy. Ibnu Abbas RA, beliau menuturkan, bahwa ketika Sy. Zainab binti Rasulullah SAW meninggal dunia, para wanita menangis. Lalu Sy. Umar RA memukul mereka dengan (ujung) cambuknya.

“Sabar ya Umar,” cegah Rasulullah SAW. Lalu beliau SAW bersabda, “Takutlah kalian meraung-raung yang berasal dari setan. Sungguh jika tangisan itu sekadar mengeluarkan air mata karena kesedihan hati, maka itu berasal dari Allah dan perasaan iba. Sedangkan jika tangisan itu meraung-raung diikuti perbuatan tangan (merobek-robek baju atau memukuli diri sendiri), maka itu berasal dari setan.” (HR. Ahmad).

Kamis, 01 Maret 2018

SABAR

*🍃SABAR🌹*

   *Sabar adalah*: menahan nafsu/diri daripada perkara-perkara yang dibenci dan mengerasinya supaya melakukan apa yang dikehendaki Syara'. Di dalam sebuah riwayat:

*إِنَّكُمْ لَاتُدْرِ كُوْنَ مَاتُحِبُّوْنَ إِلَّا بِصَبْرِ كُمْ عَلَي مَاتَكْرَ هُوْنَ*

   Artinya: _"Sesungguhnya kamu tidak akan mencapai apa yang kamu suka melainkan dengan kesabaran kamu terhadap apa yang kamu benci."_

   Allah SWT telah menyebutkan sabar di dalam Al-Qur'an lebih daripada 70 tempat. Di dalam sebuah hadits:

*ٱلصَّبْرُ نِصْفُ ٱلْإِيْمَانِ ، وَمَا أُعْطِيَ أَحَدٌ عَطَاءً خَيْرًا لَهُ وَأَوْسَعَ مِنَ ٱلصَّبْرِ*

   Artinya: _"Sabar sebagian daripada Iman. Dan tidaklah seorang itu diberikan suatu pemberian yang lebih baik dan lebih besar baginya daripada sabar."_ (HR. Bukhari & Muslim)

   Daripada Sayyidina 'Ali _Karramallahu Wajhah_:

*( ٱلصَّبْرُ مِنَ ٱلْإِيْمَانِ بِمَنْزِلَةِ ٱلرَّأْسِ مِنَ ٱلْجَسَدِ ، وَلَا إِيْمَانَ لِمَنْ لَاصَبْرَ لَهُ ).*

   Artinya: _"Kesabaran sebagian daripada Iman seumpama kedudukan kepala daripada badan. Tidak beriman bagi orang yang tidak ada kesabaran baginya."_ (HR. Abu Nu'aim & Al-Baihaqi)

   Sabar terbagi kepada 3 bagian:

1) *Sabar dalam melakukan ketaatan kepada Allah SWT*. Ditunaikan seperti mana yang diperintahkan Allah bersama keikhlasan dan khusyu'

2) *Sabar daripada kemaksiatan kepada Allah*, dengan menjauhinya sebagaimana yang ditegah oleh Allah karena malu kepada-Nya dan takut menghadapi balasan-Nya.

3) *Sabar atas musibah*, dengan meninggalkan rasa cemas dan mengadu kepada makhluk sehingga dia sendiri menolaknya (musibah tersebut) dengan sebaik-baik kesungguhannya.

   Diriwayatkan daripada Sayyidina Ibnu 'Abbas RA bahwa sabar yang disebutkan di dalam Al-Qur'an ada 3 derajat yaitu:

1) Sabar pada melaksanakan perkara fardhu, baginya 300 derajat.

2) Sabar daripada perkara haram, padanya 600 derajat.

3) Sabar menghadapi musibah yang melanda ketika permulaan ditimpa musibah tersebut, padanya diganjari dengan 900 derajat.

   Firman Allah SWT:

*وَبَشِّرِ ٱلصَّابِرِينَ ﴿١٥٥﴾ ٱلَّذِينَ إِذَاۤ أَصَابَتْهُمْ مُصِيبَةٌ قَالُوۤاْ إِنَّا لِلّٰهِ وَإِنَّاۤ إِلَيْهِ رَاجِعُونَ ﴿١٥٦﴾ أُوْلَٰئِكَ عَلَيْهِمْ صَلَوَاتٌ مِّن رَّبِّهِمْ وَرَحْمَةٌ ۖ وَأُوْلَٰئِكَ هُمُ ٱلْمُهْتَدُونَ ﴿١٥٧﴾*

   Artinya: _"Dan sampaikanlah khabar gembira kepada orang-orang yang sabar. (Yaitu) orang-orang yang apabila mereka ditimpa oleh sesuatu kesusahan, mereka berkata: "Sesungguhnya kami adalah milik Allah, dan sesungguhnya kami kepada-Nya akan kembali". Mereka itu ialah orang-orang yang dilimpahi dengan berbagai-bagai kebaikan dari Tuhan mereka serta rahmat-Nya dan mereka itulah orang-orang yang dapat petunjuk hidayah-Nya."_ (QS. Al-Baqarah: 155-157)

*ﻭَٱللّٰهُ أَﻋْﻠَﻢُ بِٱﻟﺼَّﻮَٱﺏِ*

Ummu Maryam Bilfagih
*🍃MM Annisa'us Sholihat🌹*

Sumber:
📚_Hidayah At-Tholibin Fi Bayan Muhimmat Ad-Din_ karya Al-'Allamah Al-Faqih Al-Habib Zein bin Ibrahim bin Smith.

Minggu, 21 Januari 2018

Sholawat Nur dan Faidahnya

Pertemuan Al Habib Umar bin Hafidz dengan Rosululloh SAW | Al Habib Alwi bin Abdullah Alaydrus

SHOLAWAT NUR YANG LANGSUNG DARI ROSULULLOH SAW KE HABIB UMAR BIN HAFIZH BIN SYEIKH ABU BAKAR BIN SALIM

SHOLAWAT NUUR MUHAMMAD
ﺃَﻟﻠّٰﻬُﻢَّ ﺻَﻞِّ ﻋَﻠٰﻰ ﺳَﻴِّﺪِﻧَﺎ ﻣُﺤَﻤَّﺪٍ ﻧُﻮْﺭِﻙَ ﺍﻟﺴَّﺎﺭِﻱْ ﻭَﻣَﺪَﺩِﻙَ ﺍﻟْﺠَﺎﺭِﻱْ ﻭﺍﺟْﻤَﻌْﻨِﻲْ ﺑِﻪٖ ﻓِﻲ ﻛُﻞِّ ﺃَﻃْﻮَﺍﺭِﻱْ ﻭَﻋَﻠٰﻰ ﺁﻟِﻪٖ ﻭَﺻَﺤْﺒِﻪٖ ﻳَﺎﻧُﻮْﺭُ

ALLOHUMMA SHOLLI WA SALLIM ‘ALA SAYYIDINA MUHAMMAD NUURIKAS SAARI WA MADADIKAL JAARI WAJMA’NII BIHI FI KULLI ATHWAARI WA ‘ALA ALIHI WA SHOHBIHI YANNUUR.

Artinya :
“Ya Alloh, limpahkanlah sholawat dan salam kepada junjungan nabi besar Muhammad, sang cahaya-Mu yang selalu bersinar dan pemberian-Mu yang tak pernah putus dan kumpulkanlah aku dengan Rosululloh di setiap zaman serta sholawat untuk keluarganya dan sahabatnya, wahai sang cahaya.”

Sholawat tersebut di baca 10 x tiap selesai sholat fardhu dan ketika malam menjelang tidur.

Adapun faidahnya antara lain :

Untuk ketenangan batin, terang fikiran, cahaya hati dan fadhilah yg teragung adalah selalu mempunyai hubungan ikatan dan hubungan erat dengan Rosululloh SAW

Kalam Al - Habib Abu Bakar Atthos Bin Abdullah Al - Habssyi

KALAM AL- HABIB ABU BAKAR ATTHOS BIN ABDULLAH AL- HABSYI رضي الله عنه
Beliau Berkata :"Akan datang pada manusia suatu masa, saat itu, mereka lebih baik mendidik binatang piaraannya daripada mendidik anak kandungnya sendiri."

Didiklah anak-anakmu dan saudara-saudaramu tentang adab dan akhlaq Al- Musthofa صلى الله عليه وسلم. Ketahuilah bahwa pendidikan akhlaq bagi anak-anak kita adalah amat penting, sebab kelak mereka dapat mengerti apa itu adab kepada orang tua, kepada sesama, dan lain sebagainya.

Saat ini orang sudah melalaikan pendidikan akhlaq terhadap anak-anaknya, mereka para orang tua acuh tak acuh tentang tarbiah anak-anaknya. Coba tanyakan pernahkan mereka menanyakan sholat, bacaan Al-Qur'an, mengenalkan Nabinya, atau nama kitab suci Alloh kepada anak-anaknya...? Justru sekarang para orang tua lebih mengedepankan budaya-budaya dan pendidikan barat kepada anak-anaknya. Bahkan mereka terkadang heran bila melihat anak-anaknya tidak mengenal bintang-bintang film atau pemain-pemain sepak bola yang bahkan diantara mereka ada yang tidak pernah sujud kepada Alloh سبحانه وتعلى، Na'udzu billah min ghodlobillah.

Coba bandingkan dengan para salaf sholeh, mereka sejak kecil sudah mengenal adab, akhlaq, langkah-langkah yang baik bahkan mereka mengenal mujahadah (kesungguhan) di dalam mencari Ridho Alloh سبحانه وتعلى. Hal ini tidak lain karena orang tua merekalah yang berperan penting dalam membentuk anak-anaknya untuk berbakti pada Alloh dan Rasulnya serta kepada orang tua mereka.

Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda:
لأن يؤدب الرجل ولده خير له من أن يتصدق كل يوم بنصف صاع
"Sungguh lebih baik seseorang mendidik anaknya daripada bersedekah sebanyak setengah sha' (1,40 kg) setiap hari."

Namun, begitulah karena rusaknya zaman, hancurnya moral dan punahnya ajaran-ajaran agama di rumah tangga kaum muslimin. Biografi dan perjalanan para salaf tersebut kini tinggal cerita saja.

Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda:
يأتي على الناس زمان ، لأن يربي الرجل فيه جروا خير له من أن يربي فيه ولدا
"Akan datang pada manusia suatu masa, sa'at itu, mereka lebih baik mendidik binatang piara'annya daripada mendidik anak kandungnya sendiri."

..Betapa anehnya bumi, semuanya adalah pelajaran. Kukira tidak ada sejengkal tanah di muka bumi kecuali di situ ada ibrah (pelajaran) bagi orang yang berakal apabila mau mempelajarinya..

Allahuma Shalli 'Alaa Sayyidina Muhammad Wa 'Alaa Sayyidina Muhammad.


‏قال سفيان الثوري رحمه الله:

*عليك بكثرة المعروف يؤنسك الله في قبرك، واجتنب المحرمات كلها تجد حلاوة الإيمان.*

"Perbanyaklah berbuat baik maka Allah membuatmu tenang di alam kubur, dan jauhilah segala perkara haram maka kau akan temukan manisnya iman."

- Sufyan Atsauri -

قال بعض السلف  :
الاعتزال اليوم فرض لازم إلا جلوسك عند شخص عالم وعارف
قال القائل :
هذا الزمان زمان السكوت
وترك كل الخلائق والتزام البيوت
ثم الرضى بالذي يكفيك من أي قوت
بشرط حِله وامكث إلى أن تموت

Berkata sebagian orang sholih
Banyak menyendiri di zaman sekarang ini adalah hukumnya wajib kecuali
kumpul-mu duduk-mu pada seseorang yang alim&arif
Berkata seseorang
Zaman ini adalah zaman yang lebih banyak untuk diam
Zaman yang seharusnya lebih sering meninggalkan makhluk untuk menyendiri&
lebih sering berada dirumah
Ridho
tidak banyak tuntunan dengan makanan apa-pun
sesuai kemampuan yang ada pada dirimu
Dengan syarat makanan tersebut halal
Diam-lah
bersabarlah
sampai kematian datang menjemput-mu

وقال سيدنا الامام علوى بن محمد بن طاهر الحداد نفع الله به :

سلفنا رضوان الله عليهم يعتنون ويهتمون بتربية اولادهم قبل تعليمهم العلم,ليرسخوا علي العمل فيجئ العلم وقد صار الخير والطاعة عادة لهم,ولهذا كانوا يوقظون اولادهم الصغار اخر الليل ليآلفوا قيام الليل.

Berkata assayyid al imam Alwi bin Muhammad bin Thohir Alhaddad semoga Allah memberikan manfaat dgn ilmunya:

para salafuna sholeh (semoga Allah meridhoi mereka) sangat perhatian dan sangat mengutamakan untuk pendidikan amalan (tarbiyah)anak2 mereka sebelum mengajari mereka kepada ilmu,agar tarbiyah amalan itu meresap dalam diri anak2 mereka,sehingga ketika mereka belajar ilmu maka kebaikan dan kebiasaan untuk taat sudah melekat pada diri mereka,oleh karena itu diantara mereka ada yg membangunkan anak2 mereka di akhir malam agar menjadi kebiasaan anak2 mereka.

(minhajus sawi bab tarbiyatul aulad hal 505)

Rabu, 03 Januari 2018

Peringatan Nabi Pada Khatib dan penceramah

*PERINGATAN NABI PADA PARA KHATIB DAN PENCERAMAH*

```ABU HASAN-313```

*Lantaran momentum-momentum penyampaian khutbah, nasihat, dan peringatan merupakan momentum-momentum penting dan sangat krusial, maka dari itu beliau SAW mengingatkan para khatib untuk menjaga keikhlasan niat dalam menyampaikan khutbah mereka, dan bahwa di balik itu ada tanggung jawab di hadapan Tuhan seluruh alam*

Ibnu Abi Ad-Dunya dan Al-Baihaqi meriwayatkan secara mursal dengan isnad jayid  dari Malik bin Dinar dari Al-Hasan RA bahwa ia mengatakan; Rasulullah SAW bersabda:

مَا مِنْ عَبْدٍ يَخْطُبُ خُطْبَةً إِلَّا اللهُ سَائِلُهُ عَنْهَا يَوْمَ اْلقِيَامَةِ، مَا أَرَادَ بِهَا؟

"Tidaklah seorang hamba menyampaikan khutbah melainkan Allah akan mempertanyakan kepadanya tentang khutbah itu pada hari kiamat, apa yang ia inginkan dengan khutbahnya?"

*Ia mengatakan; saat hendak menyampaikan hadis ini, Malik bin Dinar menangis kemudian berkata; kalian mengira bahwa mataku terkesan dengan pembicaraanku kepada kalian, sementara aku tahu bahwa Allah SWT akan mempertanyakannya kepadaku pada hari kiamat apa yang kamu inginkan dengannya? Lantas aku katakan; Engkau yang menyaksikan hatiku. Seandainya aku tidak tahu bahwa itu yang lebih Engkau sukai, maka aku tidak akan membacakannya kepada dua orang selamanya.*

Abu Dawud meriwayatkan dari Abu Hurairah RA bahwa ia mengatakan; Rasulullah SAW bersabda:

مَنْ تَعَلَّمَ صَرْفَ اْلكَلَامِ لِيَسْبِيَ بِهِ قُلُوْبَ الرِّجَالِ لَمْ يَقْبَلِ اللهُ مِنْهُ يَوْمَ اْلقِيَامَةِ صَرْفًا وَلَا عَدْلًا.

"Siapa yang mempelajari pemaparan pembicaraan untuk memikat hati orang-orang, maka pada hari kiamat Allah tidak menerima darinya tebusan tidak pula balasan." Sebagian ulama mengartikan sharfan dan adlan adalah wajib dan sunnah.

```Nabi SAW menitik beratkan dakwah adalah keikhlasan, tidak sekedar sibuk dengan mengolah kata dan mendekor diri sehingga terlihat tampil beda.```

Misteri kematian

*MISTERI KEMATIAN*

🔹عند موتك لا تقلق ؟😢؟

Janganlah cemas ketika anda hendak wafat.

🔹عند وقوف قلبك لا تقلق ؟😢؟

Janganlah terlalu cemas juga ketika jantungmu berhenti.

🔹عند سكرت موتك لا تقلق ؟😢؟

Janganlah juga panik saat engkau merasakan sekarat

🔹ولا تهتم بجسدك😢البالي

Jangan perdulikan jasad anda yg akan hancur

👥 سيكون المسلمون .....

Karena kaum muslimin ada saja yang...

👈 سيقومون باللازم

Akan melaksanakan kewajiban mereka

1- يجردونك من ملابسك

1. Menanggalkan pakaianmu

2- يغسلونك

2. Memandikanmu

3- يكفنونك

3. Mengkafanimu

4. يحفرون ثقوب لهدك

4. Menggalikan lobang lahatmu

5- يخرجونك من بيتك

5. Mengeluarkanmu dari rumahmu

6- يحملونك عاى اكتافهم

6. Menggotongmu di atas pundak² mereka

7- ويذهبون بك لمسكنك الجديد
( القبر )

7. Mengantarkanmu ke tempat tinggal barumu (kuburan)

8- وسيأتي الكثيرون لتشييع جنازتك بل سيلغي الكثير منهم أعماله لأجل دفنك ،
وقد يكون الكثير منهم لم يفكر في نصيحتك يوما

8. Banyak orang yg akan berdatangan untuk mengangkat jenazahmu, bahkan banyak pula yg meninggalkan pekerjaannya demi untuk menguburmu, bisa jadi banyak dari mereka yg melupakan nasehat yg pernah Engkau sampaikan pada suatu hari yg telah berlalu.
ً
9- أغراضك سيتم التخلص منها، ينقل الى أ ي الأيد

9. Peralatanmu akan segera diselesaikan, berpindah tangan

🔹مفاتيح مركبك وبينك
- kunci-kunci kendaraan dan rumahmu 
🔹حقيبتك
- tasmu
🔹كتبك
- buku
🔹حقيبتك
- tas
🔹جوالك
- handphone mu
🔹أحذيتك
- sepatu
🔹ملابسك 
- pakaian

👈 وإن كان أهلك موفقين 
فسوف يتصدقون بها لتنفعك

- apabila keluargamu baik, maka mereka akan menyedekahkannya agar ia bermanfaat untukmu

☝وتأكد بأن ؛

Pastikanlah bahwa:

👈الدنيا لن تحزن عليك

Bumi tidak akan sedih atasmu

👈 ولا العالم

Tidak pula alam semesta

👈 والضروب تسير كالعادة ولا تغير بفراقك

Keadaan juga akan berjalan seperri biasa, tidak terpengaruh dan tidak berubah dengan perpisahanmu

👈واﻻقتصاد سيستمر

Perekonomian akan terus berlanjut

👈ووظيفتك سيأتي غيرك ليقوم بها

Pekerjaan anda, akan datang orang lain untuk menggantikannya

👈وأموالك ستذهب حلالاً للورثة

Hartamu akan dibagikan secara halal kepada ahli waris

☝بينما أنت الذي ستحاسب عن
📛النقير والقطمير📛

Sementara anda akan dihisab atas segala sesuatu hingga perkara yg hina dan kecil

..♪
أول ما يسقط منك عند موتك هو اسمك ..
Yang pertama akan runtuh darimu ketika wafat adalah *namamu*..

لذلك عندما تموت يقولون عنك أين الجثة ..؟

Oleh karena itu, setelah meninggal orang akan berkata tentangmu: *dimana mayatnya* ?

ولا ينادونك بإسمك ..!

Mereka tidak memanggil lagi dengan menyebutkan namamu !

ولا يبقى من اسمك إلا ذاكرة ..!

Namamu tinggalah kenangan belaka.

وعندما يريدون الصلاة عليك يقولون *احضروا الجنازة* ..؟

Ketika akan menshalati, mereka berkata: *hadirkan jenazah*..

ولا ينادونك باسمك ..!

Mereka tidak memanggil dengan menyebutkan namamu

ما اسرع...اختفى اسمك

Betapa cepat namamu hilang berlalu....

وعندما يشرعون بدفنك يقولون *قربوا الميت* ولا ينادونك باسمك ..!

Ketika akan menguburkan, mereka berkata: *dekat kan mayitnya,* tanpa menyebutkan namamu..

فلا تغرك قبيلتك ولا يغرك منصبك ولا نسبك ..

Tidak akan ada yg membela, baik suku, kedudukan ataupun keturunanmu

فما أتفه هذه الدنيا وما أعظم ما نحن مقبلون عليه ..

Betapa rendahnya dunia ini dan betapa besarnya apa yang akan kita hadapi setelahnya

سطور من ذهب ..💐💐

Catatan dengan tinta emas

👈 الحزن عليك سيكون ثلاثة أنواع؟؟

Kesedihan atasmu akan terbagi menjadi tiga:

1- الناس الذين يعرفونك سطحياً سيقولون *مسكين‼*

1. Orang yg mengenalmu sepintas akan mengatakan: *kasihan dia !!*

2- أصدقاؤك سيحزنون ساعات أو أياماً ثم يعودون إلى سوالفهم وضحكهم‼

2. Teman-teman mu akan bersedih beberapa saat atau beberapa hari, kemudian mereka akan kembali kepada canda dan tawanya..

3- الحزن العميق في البيت‼أهلك أسبوع أسبوعين شهر شهرين أو حتى سنة📆؟؟

3. Kesedihan mendalam di rumah ! Keluargamu akan bersedih sepekan, satu-dua bulan atau hingga satu tahun

☝ومن ثم سيضعونك في أرشيف الذكريات‼

Kemudian mereka akan meletakkannya dalam arsip ingatan

⭕وهكذا⭕

Demikianlah

👈انتهت قصتك بين الناس

Kisahmu telah terakhir pada kalangan manusia

مايبقى منك إلا *ألبوم الذاكرة*

Engkau tinggal hanya *ALBUM KENANGAN*

☝👈 وبدأت قصتك مع الحقيقيه؟؟؟؟؟

Kisahmu akan dimulai bersama suatu yg nyata

😢وهي الآخرة😢

Dialah alam akherat

👈 لقد زال عنك؟؟؟

Telah sirna darimu

1- الجمال

1. Keindahan

2- والمال

2. Harta

3- والصحة

3. Kesehatan

4- والولد

4. Anak

5- لقد فارقت الدور والقصور

5. Anda telah berpisah dari rumah dan istana

6- والزوجة ؟؟؟

6. Istri

👈 وبدأت الحياة الحقيقية👉

Dimulai lah kehidupan Yang sesungguhnya

❓والسؤال هنا :

Pertanyaan sekarang:

❓ماذا أعددت لقبرك وآخرتك ؟؟؟؟؟؟

Apa yang telah Engkau siapkan untuk kubur dan akheratmu?????

❓هذه حقيقة تحتاج الى تأمل

Ini adalah hakekat Yang perlu untuk direnungkan

☝احرص على :

Jagalah selalu atas :

1- الفرائض

1. Ibadah yg wajib

2- النوافل

2. Ibadah yg sunnah

3- صدقة السر

3. Sedekah tersembunyi

4- عمل صالح

4. Amal sholeh

5- صلاة الليل

5. Shalat malam

✅لعلك تنجو✅

Dengan harapan anda menjadi selamat

⭕لو ساعدت على تذكير الناس بهذه المقالة إن شاء الله

Jika anda bantu orang lain dengan menyebar peringatan ini

⭕ستجد أثر تذكيرك في ميزانك يوم القيامة

Akan anda dapati hasil dari kebaikannya dalam timbanganmu pada hari kiamat

👈 (وذكّر فإن الذكرى تنفعُ المؤمنين) 👉

"Berilah peringatan karena peringatan akan bermanfaat bagi orang beriman"

☝لماذا يختار الميت

Kenapa mayit memilih

⭕“الصدقة”
"Sedekah"

لو رجع للدنيا 
Jika kembali ke dunia

⛅كما قال تعالى⛅ 
Sebagaimana firman Allah

👈 رب لولا أخرتني إلى أجل قريب
‼فأصدق‼
"Ya Allah, jika Engkau akhir kan ajalku sedikit saja, niscaya aku akan bersedekah"

ولم يقل :

Orang tsb tidak mengatakan:

👈 لاعتمر
Niscaya aku akan umroh

👈 او لأصلي
Atau akan shalat

👈 أو لأصوم 
Atau akan puasa

☝ قال العلماء :

Para ulama menjelaskan:

ما ذكر الميت الصدقة إلا لعظيم ما رأى من اثرها بعد موت‼

Seorang mayit tidak mengatakan kecuali sedekah, tidak lain kecuali dikarenakan dia telah melihat betapa besarnya dampak yang dihasilkan dari sedekah bagi mereka yang telah wafat

👈 فأكثروا من الصدقة

Maka dari itu, perbanyaklah sedekah

👈 فإن المؤمن يوم في ظل صدقته

Karena nanti pada hari kiamat, seorang mukmin akan berada di bawah naungan sedekahnya

👈 وأفضل صدقة تفعلها الآن هي :

Sedekah terbaik yang bisa anda lakukan sekarang ini adalah:

⭕ نشر هذا الكلام بنية الصدقة

Menyebarkan makalah ini dengan niat sedekah

👈لأن كل من سيطبق هذا الكلام ويعلمه للأجيال القادمة فأجره

Karena setiap orang yang mengamalkan nasehat ini dan mengajarkannya kepada generasi berikutnya, maka ganjarannya

👈يصلك بإذن الله👉

Akan sampai kepadamu insya Allah.......

Sabtu, 30 Desember 2017

Nasehat IMAM AL HABIB ALI BIN MUHAMMAD BIN HUSIN AL HABSYI


Habib ALI Bin MUHAMMAD Bin HUSIN  AL HABSYI  4 :

IMAM AL HABIB ALI bin MUHAMMAD bin HUSIN AL HABSYI berkata :

Tidak akan ada yang bersedia MEMIKUL BEBAN kita kecuali kaum SOLIHIN.

Kalau kalian dapat menguatkan IKATAN HATI kalian dengan mereka, sungguh BERUNTUNG
kalian !

MAJELIS YANG INDAH adalah
majelis yang di dalamnya disebut- sebut nama ALLAH swt, RASUL-Nya dan KAUM 'ARIFIN.

Bila kedekatan dan
pertemuan dengan kekasih
TERLEWATKAN, maka dengan mengingat MEREKA dapat mengusir KESEPIAN, bila
hujan deras tak terjadi, maka rintik hujan pun dapat menghidupi HATI YANG MATI.

Terkadang kau merasa CAPAI
dengan orang-orang yang ada DI SEKELILINGMU kemudian datang orang lain MEMIKULKAN BEBAN di PUNGGUNGMU. Ibarat karat ditumpuk dengan karat, maka menjadi sulit menghilangkannya. Allah swt sebagai saksinya,

Di masa hidup HABIB IDRUS bin UMAR ,

jika aku dirundung KESEDIHAN dan BADAN TERASA TIDAK BERSEMANGAT, aku segera pergi ke rumahnya, maka hanya dengan PANDANGANNYA saja HILANGLAH segala yang MENGGELISAHKANKU, seakan aku baru TERBEBAS dari BELENGGU. Inilah yang dimaksud dengan majelis yang
MENGHIDUPKAN HATI dan menghilangkan KEGELISAHAN.

IMAMUL HADDAD berkata :
dalam sebuah bait syairnya, "Engkau HARUS MEMILIKI seorang SYEIKH yang selalu engkau IKUTI JEJAKNYA. Pilihlah mereka dari KALANGAN yang BERHATI BERSIH untuk menuju keapda Allah swt.

"IMAM ALI bin MUHAMMAD bin HUSIN AL HABSYI berkata:

"Barangsiapa di zamannya tidak
pernah BERSAHABAT dengan seorang SYEIKH yang ARIF dan KOKOH. hidupnya berlalu begitu saja SEDANGKAN IA TERMASUK  orang-orang yang BANGKRUT."

SEORANG ARIF mengatakan:

"Barangsiapa yang tidak pernah
MEMANDANG WAJAH orang yang BERUNTUNG pasti IA TIDAK AKAN BERUNTUNG."

Karena PANDANGAN seorang AULYA  mampu MENEMBUS HATI, dan bila ia telah menembus hati AKAN MENGHASILKAN BIBIT, bibit itu akan
selalu TUMBUH dan tumbuh, ia
mendapat SIRAMAN dari curahan
RAHMAT ILAHI hingga orang tersebut menjadi PRIBADI YANG DIDEKATKAN oleh Allah SWT BERKAT pandangan AULYA
tersebut.

SEORANG ARIF bersya'ir,

"Satu PANDANGAN DARINYA bila memang MENGENAI seseorang. melalui pandangan kasih sayang, ATAS IZIN ALLAH SWT pasti dapat menghidupkannya.

IMAMUL HADDAD berkata:

"PARA PEMBIMBING MANUSIA beruntunglah orang yang MELIHAT MEREKA dan DUDUK DENGAN MEREKA meski SEKALI seumur hidup." Karena mereka para GURU ( masyayikh ) itu ibarat PERMATA MERAH.

Apabila mereka telah MEMBERIKAN PANDANGAN PADA SESEORANG niscaya mereka memberinya KEBERKAHAN dan RAHMAT, dan bila seseorang MELIHAT MEREKA ia dapat mengambil MANFA'AT cahaya mereka dan mengambil cahaya itu HINGGA  cahaya-cahaya tersebut MENYELIMUTINYA kemudian MENCAPAI di sisi Allah SWT, dan MENGENTASKANNYA dari KELALAIAN dan KEMAKSIATANNYA.

Dikisahkan oleh AL IMMAM ALI bin MUHAMMAD bin HUSIN AL HABSYI bahwa :

DI  MASA dahulu ada seorang LELAKI YANG  sejak KECIL SELALU BERMAKSIAT. Suatu hari ia berjalan melewati rumah seorang wali.

Ia MELIHAT PINTU RUMAH SANG WALI TERBUKA.

Ia berkata dalam hati, "Aku ini sejak DICIPTAKAN ALLAH SWT SELALU BERMAKSIAT. Sedangkan SANG WALI itu,
ia sejak diciptakan Allah swt SELALU TA'AT.

Aku INGIN masuk ke rumahnya dan MEMANDANG TUBUH yang TA'AT itu dari UJUNG KAKI hingga ujung RAMBUT, semoga di KIAMAT KELAK  aku memperoleh SYAFA'ATNYA.

" Ia lalu IA MASUK KE RUMAH ITU. Saat itu sang syeikh sedang BERDIRI di depan PINTU.

Lelaki itu lalu MEMANDANG SANG SYEIKH dari ujung rambut hingga ujung kaki. SETELAH ITU IA PERGI.

Baru BEBERAPA LANGKAH ia BERTEMU dengan salah seorang MURID sang SYEIKH TADI.

Mengapa KAU PERGI meninggalkannya ?"  tanya si murid.

"Aku hanya ingin MENATAPNYA.
Kukatakan pada diriku SEMOGA DZAT YANG TA'AT ITU MEMBERI SYAFAAT kepada dzat yang SUKA MAKSIAT INI."

Si murid lalu MENEMUI sang syeikh dan berkata,
"Apakah tadi ada seorang LELAKI datang MENEMUIMU ?"

"YA, ia berhenti di pintu kemudian pergi begitu saja," jawab sang syeikh.

"AKU JUGA MELIHATNYA meninggalkanmu.
Kutanyakan mengapa ia berbuat demikian, ia lalu menjelaskan alasannya," kata si MURID MENJELASKAN alasan si lelaki.

"BENARKAH ia berkat demikian?"

"BENAR"

"Kalu demikian, TIDAK ADA YANG PANTAS MEMEGANG SIR-KU kecuali DIA.

Panggillah DIA!"

Si murid lalu mencari mencari dan bertemu dengannya di PASAR.

"Cepat ke mari, kau akan memperoleh SESUATU TANPA HARUS BERSUSAH PAYAH." ajak si murid.

Sang syeikh kemudian MEMBERIKAN SIR-nya.
Lelaki itu akhirnya menjadi
KHALIFAH SANG SYEIKH  dan
MENGGANTIKAN KEDUDUKANNYA untuk mendidik murid-muridnya.

Begitulah PARA MASYAYEIKH yang SEJATI, mereka laksana TIANG UTAMA bagi PENCARI JALAN AKHIRAT, tiang PENEGAK AGAMA, SUMBER turunnya RAHMAT, dan tiang penegak HIDAYAH.  

Sebagaimana KATA PEPATH :

"BERSIMPUH dihadapan
ULAMA lebih utama daripada belajar TANPA GURU."

Dahulu ada seorang AYAH YANG SOLEH yang MENGAJARKAN anak-anaknya untuk selalu MEMANDANG WAJAH ORANG SOLEH dan duduk di majelisnya.

PILIHAN sang ayah jatuh pada Al-HABIB MUHAMMAD ANIS BIN ALWI BIN ALI AL HABSYI seorang Habib yang dalam PANDANGANNYA BELIAU memliki HATI YANG BENAR-BENAR MURNI.

Sang Ayah berkata, "COBA KALIAN HITUNG ADA BERAPA ANDENG-ANDENG di wajah Habib Anis ?

Jika TEPAT JAWABANNYA maka
abah akan berikan HADIAH."

Kemudian SAAT TIBA majelis rouhah anak-anaknya SELALU DUDUK di majelis HABIB ANIS sambil MENATAP WAJAH BELIAU
yang selalu diliputi SENYUMAN untuk mencari tahu berapa JUMLAH andeng - andeng di wajah beliau.

sepulangnya JAWABAN mereka BERAGAM.

Ada yang bilang SATU, ada yang bilang DUA ada yang bilang TIGA dan seterusnya.

Namun JAWABAN SEMUA DISALAHKAN oleh sang AYAH
sambil MEMOTIVASI untuk kembali HADIR DI MAJELIS HABIB ANIS untuk
kembali mencari JUMLAH YANG TEPAT.

Sampai pada AKHIRNYA SANG AYAH menjelaskan bukan kuisnya YANG PENTING TETAPI menatap WAJAH HABIB ANIS YANG PENTING, duduk di majelis beliau YANG PENTING DENGANNYA KEBERUNTUNGAN seseorang telah DEKAT.... lantas sang ayah pun MEMBERIKAN HADIAH yang dijanjikan kepada mereka.

As-syeikh al-Imam ALI BIN ABUBAKAR AS SAKRAN berkata:

"Sesungguhnya AS -SYEIKH MUHAMMAD BIN HASAN AL BAJALI termasuk ulama besar di YAMAN, pernah suatu saat ia BERMIMPI berjumpa dengan Nabi Muhammad saw."

Disebutkan dalam sebuah
riwayat, bahwa dalam mimpinya itu IA BERTANYA KEPADA Nabi Muhammad saw :

"Wahai Rasulullah saw, apakah
AMALAN YANG TERBAIK untuk aku lakukan di zaman ini ?"

Nabi Muhammad saw menajwab :
"Sebaik- baik amal kebajikan di masa kini ialah ENGKAU BERSIMPUH DIHADAPAN SEORANG WALI ALLAH SWT  baik ia MASIH HIDUP atau SUDAH WAFAT meski sejenak - yakni seperti MEMERAH SUSU kambing atau MEMECAH sebutir telur --- hal tersebut LEBIH BAIK daripada BERIBADAH sampai tubuhmu terpotong-potong."

PERHATIKANLAH HAL INI,  karena SEORANG WALI SENANTIASA HATINYA mendapat CURAHAN PANDANGAN ILAHI, dan bila seseorang MEMILIKI HUBUNGAN dengan PARA AULYA, atau MENCINTAI para auliya, atau DICINTAI para auliya, atau
MEMILIKI IKATAN HATI dengan MEREKA, atau MENGHADIRIi Majelis-Majelis mereka, NISCAYA ia akan MENDAPAT PERCIKAN PANDANGAN ILAHI sesuai dengan KESIAPAN HATINYA.

Di Tulis kembali,
Untuk direnungkan dan di Amalkan dan diambil Manfa'at,

Salam,

Ir.H.Husin Mulachela.
===============
.
.

Telaga nabi dan pendidikan keluarga

*_TELAGA NABI DAN PENDIDIKAN KELUARGA_*
.
بسم الله الرحمن الرحيم والحمد لله والصلاة و السلام على رسول الله أما بعد
.
وَإِنِّي مُنتَظِرُكُمْ عَلى الْحَوْضِ -الحديث. فانظر! إنما يكون ورودكم غدا على حسب الورود هنا إذا كنت تجيء مثل هذا المجلس ولك نية في صفاء القلب ولك نيه في رضى الرب ولك نية في العمل بالأوامر التي تسمعها فأنت وارد على حوضه. إذا رتّبت على نفسك تفقيه أسرتك في البيت وتعليمهم أحكام الشرع وتكون معينًا لهم على القيام بأمور الشرع. .
كن معينا لأولادك على الإستقامة فإنه تتخطفهم أيادي كثيرة لتسوء أقوالهم فينطقون بالسوء أو لتسوء أفعالهم فيفعلون المنكرات أو يتركون الواجبات أو لتسوء أفكارهم. فيحتقرون الشريعة أو يحتقرون الدين أو يحتقرون النبوة و الرسالة وهذا ما تدعو إليه اليوم أصوات كثيرة تتخطف علينا أبنائنا يا ربي احفظ أبنائنا و أبناء المسلمين!
كن حارصا لبتاتك! كن حارصا لزوجتك! أعنهم على القيام بأمر الشريعة! ولا تكن حائلا بينهم و بين خير .إذا أرادوا خيرا ساعدهم أعنهم فإن المسؤولية كبيرة! (قُوْا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيْكُمْ نَارَا)! .

Rasulullah ﷺ berpesan kepada kaum Anshar: “Aku menunggu kalian di telagaku (al kautsar)..” Renungkanlah! Kedatangan kalian besok disana akan sangat bergantung dengan keadaanmu di dunia. Jika engkau datang ke majelis seperti ini, dan ada niat untuk mensucikan hatimu, dan niat yang kuat untuk menggapai ridha Allah, dan niat yang kuat untuk mengamalkan apa-apa yang engkau dengar dalam majelis maka engkau akan sampai pada telaga Rasulullah! Jika engkau canangkan program pendidikan agama dan hukum syariah bagi keluargamu, dan engkau membantu mereka dalam menegakkan perintah syariat. Jadilah penolong bagi anak-anakmu agar mereka istiqamah, karena saat ini banyak sekali tangan-tangan yang mencengkeram mereka, yang bertujuan untuk merusak tutur kata mereka hingga mereka berbicara buruk, atau mereka berupaya merusak perilaku anak-anak kita hingga mereka berani berbuat yang terlarang, atau berani meninggalkan perintah agama, atau merusak akal mereka hingga berani melecehkan syariah, agama dan risalah kenabian. Hal inilah yang hari ini banyak dipropagandakan oleh berbagai media yang bertujuan mencengkeram anak-anak kita. Ya Rabb, jagalah anak-anak kami dan anak-anak kaum muslimin...
*_Habib umar bin hafizd bin syech abu bakar bin Salim_*                🌸🦋🌸

Senin, 25 Desember 2017

Nasehat Pernikahan

💝 *TAUSHIYAH USTADZAH ZULAIKHOH TTG PERNIKAHAN* 💝

💜 Keputusan utk menikah bukanlah sebuah keputusan yg sembarangan, tp sebuah keputusan yg amat berat, harus penuh pertimbangan, karena menikah adalah satu perkara yg jg menjadi keputusan anbiya'
النكاح سنتي ..

💜 Dalam memilih calon pasangan, selalu perhatikan yg paling penting adalah agamanya, bukan hanya cantik/tampannya, hartanya, atau nasabnya.

💜 Setelah aqad, jangan lupa lakukan sholat Zafaf, spt yg telah diajarkan oleh Rasulullooh.
Di antara faedahnya : suami akan bisa menerima watak istri, & sebaliknya istri akan menerima watak suami.
Karena tidak sedikit kejadian, pernikahan yg hanya bertahan bbrp hari, bahkan ada yg cm semalam, karena suami 'eneg'(tidak suka) melihat istrinya.

💜 Rumah tangga g akan lepas dari permasalahan, apa pun itu.
Untuk itu, Allooh menyuruh kita agar meminta pertolongan dengan SABAR DAN SHOLAT.
واستعينوا بالصبر والصلوة

- Sabar dgn segala perbuatan suami yg tidak cocok dgn kita..
Sabar atas ujian dalam keluarga..
- Sholat dalam arti memohon do'a kpd Alloh..
Allooh tidak akan bosan mendengar apa pun do'a kita.

💜 Usahakan.. untuk permasalahan yg kita hadapi, jangan sedikit2 mengeluh/ mengadu ke orang lain.
Sayyidah Maryam, seorang yg ahli ibadah, bahkan tidak memikirkan urusan dunia, ketika ditiupkan ruh Nabi Isa di rahim beliau, beliau dilarang bicara dgn manusia selama 3 hari. Hikmahnya diantaranya adalah agar beliau tidak mengadu dan meladeni omongan manusia, tp harus mengadu kpd Allooh.

💜 Do'a yg tidak boleh dilupakan untuk kebaikan keluarga :
ربنا هب لنا من ازواجنا وذريتنا قرة اعين . واجعلنا للمتقين اماما
Tentu kita semua hafal do'a ini.
Dan ini bukan sembarang doa..

💜 Untuk hajat2 kita, jangan lupa baca Surat Yasin setiap hari, bahkan mungkin tiap pagi dan sore.
Karena di dalam Surat Yasin, ada sebuah ayat yg mjd inti dari permohonan hajat2, yaitu ayat :
انما امره اذا اراد شيئا ان يقول له كن قيكون
Terutama pada kalimat :
كن فيكون
Jadi.. bagi yg blm diberi jodoh, yg blm dikaruniai keturunan, yg ingin suaminya baik setia, amalkan ini ..

💜 Taat pd suami adalah suatu hal yg amat berat, bahkan dibanding dgn taat kpd orang tua.

Misalnya kalau dulu orang tua kita melarang sesuatu yg kita minta, & kita marah, sampai kita berpikiran akan meninggalkan rumah, mk kita pasti akan berpikir lagi : kalo aku pergi, mau tinggal dmn? Mau makan apa?

Tapi jika suami yg melarang kita sesuatu, & kita marah, sampai kita ingin meninggalkan rumah, mk keinginan itu malah akan semakin kuat, & hati berkata : ngapain disini tidak boleh ini, dilarang itu, lebih baik pulang ke rumah ibu aja..

Hal itu karena iblis yg menggoda anak sebelum nikah adalah sekedar 'anak iblis' (setan tingkatan kecil).
Sedang yg menggoda/mengganggu dalam rumah tangga adalah 'induknya setan'(iblis).

💜 Wanita sholihah, terutama yg taat kpd suami, kelak di surga, jauuh lebih cantik dari bidadari surga, & akan dilayani oleh 70 bidadari.
Masya Allooh..

Minggu, 17 Desember 2017

HATI-HATI DENGAN HAK SESAMA

BERHATI HATILAH DENGAN HAK SESAMA

Assalamu’alaikum warahmatullah wabarakatuh

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُه

" HUKUMAN 70 TAHUN GARA GARA " TUSUK GIGI ", BAGAIMANA JIKA, KAYU GLONDONGAN.....? "

Di riwayatkan bahwa, diantara Mayat yang di Hidupkan oleh Nabi Isa Alaihis Salam.
(Mu'jizat Nabi Isa Alaihis Salam) adalah seseorang yang telah Meninggal selama 70 Tahun.

Ketika Kuburan Terbuka dan Ruh kembali lagi ke Jasadnya, orang (Mayat) itu Terbangun dan bertanya,
" Apakah Kiamat telah terjadi..? "

Orang² yang Hadir ketika itu Menjawab,
" Belum.. Tapi utusan  Allah Ta'ala ini, telah Meminta kepada-NYA untuk Menghidupkanmu.."

Orang (Mayat) tersebut Bertanya,
" Wahai Isa, Mengapa engkau Meminta untuk Menghidupkan Aku.. ?"

Nabi Isa Alaihis Salam berkata,
" Sejak kapan engkau Meninggal ?".

Orang itu Menjawab,
" Kurang lebih 70 Tahun yang lalu.."

Nabi Isa Alaihis Salam bertanya,
" Apa Kebaikanmu.. ?"

Orang tersebut Menjawab,
" Rata Rata Amalku Baik dan Allah Ta'ala telah Mengampuni ku, Kecuali, :  1 HAL...! "

Nabi Isa Alaihis Salam bertanya,
" APA ITU.....? ".

Orang tersebut Menjawab,
Pekerjaanku adalah Tukang Angkut Barang..
Suatu ketika Aku Mengangkut 1 Ikat Kayu Bakar Milik Seseorang..
Ketika Aku telah sampai ke Rumahnya untuk Mengantarkan Kayu Bakarnya,
Makanan Kecil Menyelip di Gigiku.....

Tanpa Seizin Darinya, Aku MENGAMBIL Potongan Kecil dari KAYU BAKARNYA untuk TUSUK GIGI......
Dan Allah Ta'ala Menghisabku Gara2 TUSUK GIGI itu dan Memerintah Agar Aku Mengganti HAKNYA.....

Selama 70 Tahun aku di Hukum Gara Gara TUSUK GIGI itu......
Saat ini aku sedang Menunggu si Pemilik Kayu Bakar tadi..
Bila ia telah Meninggal dan Menghalalkan TUSUK GIGI tersebut untuk ku,
maka Allah Ta'ala akan MENGAMPUNIKU.....
Jika Tidak,
Maka Allah Ta'ala Tidak Akan Mengampuniku, selama Pemiliknya Tidak Menghalalkannya...!"

Yaa Allah  ...
Yaa Rabb..
Hanya TUSUK GIGI ...,
Lalu bagaimana dengan HAK KAUM MISKIN yang di Ambil oleh Kita ...?

أسْتَغْفِرُ اللّهَ الْعَظيْم وأتوبُ إليہ

Semoga bermanfaat
Silahkan sahre
FB/Alwi Husin

Sumber :
"Is'af Thalibi Ridhal Al-Khalaq bi Bayani Makarim Al-Akhlaq",
Sayyidinal Imam Al-'Allamah Sayyid Umar bin Muhammad bin Salim bin Hafidz BSA.

Sabtu, 16 Desember 2017

11 Golongan "SEBAIK - BAIK MANUSIA"

SIAPAKAH SEBAIK-BAIK MANUSIA?

Terdapat 11 golongan "sebaik-baik manusia " menurut hadis shahih.

1. RASULULLAH SAW bersabda:

( خيركم من تعلم القرآن وعلمه )
صحيح البخاري 5027

"Sebaik-baik kalian adalah orang yang mempelajari Al Qur'an dan mengajarkannya."
(HR. Bukhari 5027 )

2. RASULULLAH SAW bersabda:

( خياركم أحاسنكم أخلاقا )
صحيح البخاري6035

"Sebaik-baik kalian adalah orang yang paling baik akhlaknya "
(HR. Bukhari 6035)

3. RASULULLAH SAW bersabda:

( خيركم أحسنكم قضاء )
أي عند رد القرض .
صحيح البخاري رقم 2305

"Sebaik-baik kalian adalah orang yang paling baik dalam membayar (mengembalikan hutang)
(HR. Bukhari 2305)

4. RASULULLAH SAW bersabda:

( خيركم من يُرجى خيره ويُؤمٓن شره )
صحيح الترمذي / 2263

"Sebaik-baik kalian adalah orang yang paling boleh diharapkan kebaikannya dan aman dari keburukannya "
(HR. Tirmidzi 2263)

5. RASULULLAH SAW bersabda:

( خيركم خيركم لأهله )
صحيح ابن حبان / 4177

"Sebaik-baik kalian adalah orang yang paling baik terhadap ahli keluarganya"
(HR. Ibnu Hibban : 4177)

6. RASULULLAH SAW bersabda:

( خيركم من أطعم الطعام وردَّ السلام )
صحيح الجامع / 3318

"Sebaik-baik kalian adalah orang yang memberi makan (kepada orang lain) dan menjawab salam"
(Shahih Al Jami' 3318)

7. RASULULLAH SAW bersabda:

( خياركم ألينُكم مناكب في الصلاة )
الترغيب والترهيب 234/1
أي: يفسح لمن يدخل الصف في الصلاة .

"Sebaik-baik kalian adalah orang yang paling baik dalam meluaskan tempat ( bagi orang masuk dalam saf) dalam solat."
(Targhib wa Tarhib 1/234)

8. RASULULLAH SAW bersabda:

( خير الناس من طال عمره وحسن عمله )
صحيح الجامع 3297

"Sebaik-baik manusia adalah orang yang panjang umurnya dan baik amal perbuatannya."
(Shahih al Jami' 3297)

9. RASULULLAH SAW bersabda:

( خير الناس أنفعهم للناس )
صحيح الجامع 3289

"Sebaik-baik manusia adalah orang yang paling bermanfaat bagi orang lain."
(Shahih al Jami' 3289)

10. RASULULLAH SAW bersabda:

( خير الأصحاب عند الله خيركم لصاحبه، وخير الجيران عند الله خيركم لجاره )
صحيح الأدب المفرد/84

"Sebaik-baik sahabat di sisi Allah adalah orang yang paling baik terhadap sahabatnya. Sebaik-baik tetangga di sisi Allah adalah orang yang paling baik terhadap tetangganya"
(Shahih Adabul Mufrod : 84)

11. RASULULLAH SAW bersabda:

( خير النَّاس ذو القلب المَخْمُوم واللِّسان الصَّادق ) قالوا : صدوق اللسان نعرفه ، فما مخموم القلب ؟ قال :
( هو النقي ، التقي ، لا إثم عليه ، ولا بغي ، ولا غل ، ولا حسد ) .
صحيح الجامع / 3291

"Sebaik-baik manusia adalah orang yang memiliki hati yang makhmum dan lisan yang jujur."
Para sahabat bertanya : Lisan yang jujur kami faham, maka apa yang dimaksud dengan hati yang makhmum?
Baginda bersabda : "orang yang memiliki hati bersih dan bertakwa, tidak ada dosa, tidak berbuat zalim, serta tidak ada kebencian dan hasad"
(Shahih al Jami' 3201)

جعلني الله واياكم من خير الناس

_Semoga Allah Ta'ala menjadikan kita semua sebagai orang yang terbaik,

Aamiin.

اللهم صل على محمد وآل محمد

Salam

KISAH KEBERKAHAN MERAYAKAN MAULID NABI MUHAMMAD SAW

KISAH KEBERKAHAN MERAYAKAN MAULID NABI MUHAMMAD SAW

Disebutkan dalam kitab Targhibul Musytaqin halaman 4 :

وَقَالَ عَبْدُاللهِ بْنُ عِيْسَى الْأَنْصَارِيُ كَانَتْ بِجِوَارِيْ اِمْرَأَةٌ صَالِحَةٌ وَلَهَا وَلَدٌ صَالِحٌ فَكَانَتْ فَقِيْرَةً لَاشَيْئَ لَهَا إِلَّا دِيْنَارٌ وَاحِدٌ مِنْ ثَمَنِ غَزْلِهَا فَمَاتَتْ وَكَانَ ذَلِكَ الْوَلَدُ يَقُوْلُ: هَذَا مِنْ ثَمَنِ غَزْلِ أُمِيْ وَاللهِ لَا أَصْرِفُهُ إِلَا فِيْ أَمْرِ الْآخِرَةِ

Syaikh Abdullah bin 'Isa al-Anshari berkata : Adalah tetanggaku seorang wanita yang sholehah. Dia mempunyai seorang anak lelaki yang sholeh. Wanita yang sholehah ini tidak mempunyai harta selain satu dinar hasil kerja tenunnya. Tatkala wanita tersebut meninggal dunia, anaknya yang sholeh tersebut berkata kepada dirinya : “Uang satu dinar ini adalah hasil kerja ibuku. Demi Allah, aku tidak akan membelanjakannya kecuali untuk perkara akhirat.”

وَخَرَجَ ذَاتَ يَوْمٍ فِيْ حَاجَةٍ لَهُ فَمَرَ بِقَوْمٍ يَقْرَؤُوْنَ الْقُرْآنَ وَعَمِلُوْا مَوْلِدَ النَّبِيِ صَلَى اللهُ عَلَيْهِ َسَلَّمَ فِيْ رَبِيْعِ الْأَوَّلِ فَجَلَسَ عِنْدَهُمْ وَسَمِعَ ذَلِكَ

Pada suatu hari, pemuda anak perempuan sholehah tersebut keluar karena suatu keperluan, dia melewati satu perkumpulan orang sedang membaca al-Quran dan mengadakan Maulid Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam pada bulan Rabi`ul Awwal. Lalu dia pun duduk bersama mereka dan mendengarkan Maulid tersebut.

ثُمَّ نَامَ فِيْ لَيْلَتِهِ فَرَأَى فِيْ مَنَامِهِ كَأَنَّ الْقِيَامَةَ قَدْ قَامَتْ وَكَأَنَّ مُنَادِيًا يُنَادِيْ: أَيْ فُلَانُ ‌بْنَ فُلَانٍ يَذْكُرُ جَمَاعَةً فَسَاقَهُمْ إِلَى الْجَنَةِ وَذَلِكَ الشَّابُّ مَعَهُمْ وَقَالَ الْمُنَادِيْ: إِنَّ اللهَ جَعَلَ لِكُلٍّ مِنْكُمْ قَصْرًا فِي‌ الْجَنَّةِ فَدَخَلَ ذَلِكَ الشَّابُّ قَصْرًا لَمْ ‌يَرَ أَحْسَنَ منه وَالْحُوْرُ الْعِيْنُ فِيْهِ كَثِيْرَةٌ وَعَلَى أَبْوَابِهِ خُدَّامٌ وَبَاقِي الْقُصُوْرِ أَلْطَفُ مِنَ الْقَصْرِ الَّذِيْ دَخَلَ فِيْهِ فَأَرَادَ الدُّخُوْلَ فِيْهِ فَلَمَّا هَمَّ بِالدُّخُوْلِ قَالَ لَهُ الْخَادِمُ : لَيْسَ هَذَا لَكَ وَإِنَّمَا هُوَ لِمَنْ عَمِلَ مَوْلِدَ رَسُوْلِ اللهِ صَلَى اللهُ عَلَيْهِ َسَلَّمَ

Pada malamnya, pemuda tersebut bermimpi seolah-olah kiamat telah tiba dan seorang penyeru menyeru: "Di manakah si fulan anak si fulan", disebutnya nama-nama orang yang dalam satu rombongan lalu digiringlah mereka ke surga. Dan pemuda tersebut ikut bersama mereka.

Si penyeru tadi berkata: "Sesungguhnya Allah telah memberi bagi setiap kamu sebuah istana didalam surga." Dan masuklah si pemuda tadi ke dalam sebuah istana, tidak pernah dia melihat istana yang seumpamanya dari segi keindahannya, ia dipenuhi bidadari dan pada segala pintunya dijaga oleh khadam. Pemuda tersebut melihat bahwa ada istana lain yang lebih elok daripada istana yang ia masuki. Lalu dia pun berkehendak untuk memasukinya. Tatkala terbesit dihatinya untuk memasuki istana tersebut, berkatalah khadam kepadanya: "Ini bukanlah untukmu, sesungguhnya ini diperuntukkan bagi orang yang mengadakan Maulid Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam."

فَلَمَّا أَصْبَحَ ذَلِكَ الشَّابُّ صَرَفَ ذَلِكَ الدِّيْنَارَ عَلَى مَوْلِدِ النَّبِيِّ صَلَى اللهُ عَلَيْهِ َسَلَّمَ فَرْحًا بِرُؤْيَاهُ وَجَمَعَ الْفُقَرَآءَ يَذْكُرُوْنَ اللهَ تَعَالَى وَيَقْرَؤُوْنَ الْقُرْآنَ وَمَوْلِدَ النَّبِيِّ صَلَى اللهُ عَلَيْهِ َسَلَّمَ وَقَصَّ‌ عَلَى الْجَمَاعَةِ رُؤْيَاهُ فَفَرِحُوْا بِذَلِكَ وَنَذَرَ أَنْ لَايَقْطَعَ مَوْلِدَ‌ النَّبِيِّ صَلَى اللهُ عَلَيْهِ َسَلَّمَ مَادَامَ حَيًّا

Keesokan harinya, pemuda tersebut menggunakan satu dinar (peninggalan ibunya) tersebut untuk mengadakan Maulid Nabi shallallaahu ‘alaih wasallam karena kegembiraannya dengan mimpinya itu. Diapun mengumpulkan para faqir miskin untuk berzikir kepada Allah, membaca al-Quran dan membaca Maulid Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam. Dia juga menceritakan tentang mimpinya itu kepada mereka, dan mereka merasa gembira mendengar ceritanya itu. Pemuda tersebut bernazar untuk tidak akan meninggalkan mengadakan Maulid Nabi shallallaahu ‘alaihi wasalla selama hayatnya.

ثُمَّ نَامَ فَرَأَى أُمَّهُ فِي الْمَنَامِ فِيْ هَيْئَةٍ حَسَنَةٍ وَفِيْ حُلَلٍ مِنْ حُلَلِ الْجَنَّةِ وَلَهَا رَائِحَةُ الْجَنَّةِ وَقَبَّلَ يَدَهَا وَهِيَ قَبَّلَتْ رَأْسَهُ وَقَالَتْ : جَزَاكَ اللهُ خَيْرًا يَا وَلَدِيْ لَقَدْ أَتَانِيْ مَلَكٌ وَأَعْطَانِيْ هَذِهِ ‌الْحُلَلَ فَقَالَ لَهَا: مِنْ أَيْنَ لَكِ هَذِهِ الْكَرَامَةُ فَقَالَتْ: لِأَنَكَ قَدْ صَنَعْتَ بِالدِّيْنَارِ الَّذِيْ وَرِثْتَهُ مِنِّيْ مَوْلِدَ سَيِّدِ الْأَوَّلِيْنَ وَالْآخِرِيْنَ وَهَذَا جَزَاءُ مَنْ عَظَّمَ نَبِيَّهُ وَعَمِلَ مَوْلِدَهُ

Kemudiannya, si pemuda tidur. Dalam tidurnya dia bermimpi bertemu dengan ibunya. Ibunya berada dalam keadaan yang amat baik, berhias dengan segala perhiasan syurga dan berwangian dengan bau surga. Pemuda tersebut mencium tangan ibunya dan ibunya mengecup kepalanya lalu berkata: "Semoga Allah membalasmu dengan kebaikan, wahai anakku, malaikat telah datang kepadaku membawa segala perhiasan ini." Si pemuda bertanya kepada ibunya: "Dari manakah ibu memperoleh kemuliaan ini?" Sang ibu menjawab: "Karena engkau telah mempergunakan satu dinar yang engkau warisi dariku untuk mengadakan Maulid Junjungan orang-orang terdahulu dan orang-orang yang kemudian, dan inilah balasan bagi orang yang mengagungkan Nabinya dan mengadakan Maulid Baginda Nabi Muhammad shallallaahu ‘alaihi wasallam".