Tampilkan postingan dengan label Waliyullah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Waliyullah. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 17 Februari 2018

Al Habib Salim bin Abdullah Assyatiri



 Amalan dari Al Habib Salim bin Abdullah Assyatiri



هذالفائدة والإجازة من العلامة الحبيب سليم بن عبد اللّٰه الشّاطيرى

Berikut ini merupakan faedah dan ijazah yang disampaikan/ diwasiatkan oleh al-Allamah al-Habib Salim bin Abdullah Asy-Syathiri, semoga bermanfaat:

1) Membaca يا لطيف / Yaa Lathiif setiap hari pagi dan sore sebanyak 129 kali. Faedahnya: barang siapa yang melaziminya maka ia akan diliputi kelembutan oleh Allah disetiap urusannya.



2) Membaca سورة الفاتحة / Surat al-Fatihah sebanyak 41 kali disetiap waktu menjelang shubuh. Faedahnya: barang siapa yang melaziminya maka ia akan mendapat kefahaman dan penjagaan dan futuh tanpa susah payah.

3) Membaca يا سميع يا بصير / Yaa Samii’u Yaa Bashiir setiap hari sebanyak 100 kali. Faedahnya: barang siapa yang melaziminya maka do’anya mustajab.

اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّم وَبَارِك عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وعلى آله وصحبه اَجمَعِين

Itulah amalan yang diwasiatkan oleh Al Habib Salim Assyatiri. Semoga bermanfaat dan bisa istiqomah kita baca setiap harinya. Wallahu a'lam.

Rabu, 03 Januari 2018

Bakti Kepada Ibu HABIN ALI BIN MUHAMAD AL HABSYI

Sedikit Mengenal Sayyidil Imam Al-Qutb
❇❤ (( AL- HABIB ALI BIN MUHAMMAD AL HABSYI DI HADAPAN IBUNYA )) ❤❇
(Edisi menjelang Haul Habib Ali Alhabsy di solo).
   Salah satu yang membuat al-Habib Ali menjadi besar maqom beliau adalah kuatnya kebaktian Serta hormat beliau kepada sang ibu, bahkan beliau tidak merasa memiliki harta ataupun barang yang berharga selagi ibu beliau masih hidup padahal Al-Habib Ali memiliki harta yang barokah dan melimpah, semua yang beliau miliki di manfaatkan untuk membuat sang ibu ridho dan gembira.

ﻗﺎﻝ ﺍﻟﺤﺒﻴﺐ ﻋﻠﻲ ﺍﻟﺤﺒﺸﻲ : ﻣﺎ ﺃﺣﺴﺐ ﺍﻧﺎ ﻣﻌﻲ ﺷﻴﺊ ﺍﻭ ﺃﻣﻠﻚ ﺷﻴﺊ ﻭﺃﻣﻲ ﻓﻲ ﻗﻴﺪ ﺍﻟﺤﻴﺎﻩ ﻓﻤﺎ ﺍﻣﻠﻚ ﻛﻠﻪ ﺣﻘﻬﺎ

al-Habib Ali al-Habsyi berkata: "Aku tidak merasa memiliki sesuatu atau merasa mempunyai hak atas diriku selagi ibu masih hidup, karena yang aku miliki semuanya adalah milik ibuku."

   Sebuah pelajaran yang berharga, di zaman ini banyak anak-anak yang sangat pelit terhadap orang tuanya dan merasa berat jika ingin memberikan sebagian uangnya atau sesuatu, tapi jika ia memberi teman dekat atau istrinya ia tanpa perhitungan.

   Ketahuilah bahwa apa yang kita berikan kepada orang tua adalah hutang yang akan Allah bayar berlipat ganda apalagi ketika orang tua kita telah tiada..
Bahkan Allah akan mempersiapkan anak-anak kita yang akan berbakti pada kita
.
ﺍﻟﺒِﺮُّ ﺳَﻠَﻒ
.
Berbakti itu adalah laksana hutang
.
ﻛَﻤَﺎ ﺗَﺪِﻳﻦُ ﺗُﺪَﺍﻥ
Sebagai mana engkau mengutangi maka dengan hal itu engkau akan di bayar.

   Jika memberi hutang kebaikan maka akan di bayar kebaikan yang lebih. Jika kau meberikan kejelekan pada orang tua maka hutang kejelekan dan rasa pelit itu akan di bayarkan padamu oleh anak-anakmu.

   Apakah kita tidak takut di masa kita tua & lemah serta tidak mampu melakukan apa apa, kemudian datang anak anak kita dengan sifat yang jelek dan mencemoohkan kita, tidak mau meleyani kita, tidak mau memberikan sedikit uang nya pada kita yang lemah dan sangat perlu bantuan, atau tidak kah kita takut jika anak anak kita memberi kita uang yang sangat sedikit dengan lisan yang selalu mencelah kita dan mengatakan kepada kita.

   Yakinlah... Kebahagian anda dunia akherat atas kadar memasrahkannya semua yang kita miliki pada orang tua maka atas kadar itu juga derajat kita di sisi Allah..
.
    Al-Habib Ali al-Habsyi memasrahkan jiwa dan raganya untuk sang ibu, beliau berkata : "Jika ibuku membawaku kepasar dan berkata ini adalah budak ku dan aku akan menjualnya.. maka aku ( kata habib ali ) tidak akan memungkiri di depan orang klo aku adalah budaknya..
.
ﻗﺎﻝ ﺍﻟﺤﺒﻴﺐ ﻋﻠﻲ ﺍﻟﺤﺒﺸﻲ :
.
ﻟﻮ ﺇﺩﻋﺖ ﺃﻣﻲ ﺭﻗﻲ ﻭﺧﺮﺟﺖ ﻭﺑﺎﻋﺘﻨﺎ ﻓﻲ ﺍﻟﺴﻮﻕ ﻣﺎﺑﺎﺃﻧﻜﺮ
.
.
---
ﻳﺎﻟﻠﻪ ﺑﺎﻟﺘﻮﻓﻴﻖ ﺣﺘﻰ ﻧﻔﻴﻖ ﻭﻧﻠﺤﻖ ﺍﻟﻔﺮﻳﻖ ...
.
Mudah mudahan kita mendapat taufiq sehingga kita bisa di golongkan dengan orang orang sholeh...
ﺁﻣﻴﻦ ﺍﻟﻠﻬﻢ ﺁﻣﻴﻦ ....

Sabtu, 30 Desember 2017

Maqam Cinta

Maqam Cinta

Seperti ketika seorang murid Sayyidina Abdul Qadir Jailani QS meninggal, dia dikunjungi 2 malaikat dan bertanya, “Siapa Tuhanmu?” Murid itu menjawab, ”Abdul Qadir Jailani QS.”Siapa Nabimu? Dijawab, “Abdul Qadir Jailani QS.” Apakah agamamu? Dijawab, “Abdul Qadir Jailani QS.” ‘Tempatmu di neraka! Ke mana lagi tempat yang cocok bila seluruh pertanyaan dijawab dengan Abdul Qadir Jailani QS.’
Seketika itu Sayyidina Abdul Qadir Jailani QS muncul dan mengatakan, “Siapa yang memberi kalian izin membawanya ke neraka? Dia telah menyebut namaku, paling tidak tanyalah dulu padaku! Aku tidak jauh, dia adalah muridku, jika mau menanyainya, tanyalah aku. Jangan memberi dia siksa kubur tanpa memberi kesempatan meminta dukungan. Hal ini sama dengan menghina aku, aku wakil Nabi Muhammad SAW!”
Kedua malaikat itu takut pada Syekh Abdul Qadir Jailani QS. Mereka tidak ingin kena pukulan lagi seperti yang pernah dilakukan oleh Sayyidina Umar RA pada mereka. Ketika Sayyidina Umar RA, Khalifah kedua wafat, dua malaikat maut mendatangi beliau. “Siapa Tuhanmu?” Sayyidina Umar RA mempunyai watak yang keras, dan beliau diam saja ketika pertanyaan itu diajukan. “Apa agamamu?” Beliau tetap diam. “Apa kitabmu?” Tetap tidak ada jawaban. Akhirnya mereka harus membawa beliau menuju neraka.
Sayyidina Umar RA berkata, ”Aku tidak mendengar apa yang kau ucapkan, mendekatlah ke sini.” Mereka mendekat dan mengulang pertanyaan tadi. “Aku masih belum mendengar,… lebih dekat lagi!” Maka Malaikat Munkar AS mendekat dan bertanya lagi, ”Siapa Tuhanmu?” Sayyidina Umar RA segera mengepalkan tangan dan meninjunya tepat di mata Malaikat Munkar AS. Para awliya mengatakan bahwa Malaikat Munkar AS hanya memiliki satu mata saja, itu akibat dipukul oleh Sayyidina Umar RA.
Sayyidina Umar RA berkata, ”Aku baru saja tiba dengan jarak 10 yard, 2 menit dari makamku. Bagaimana mungkin aku lupa siapa Tuhanku dengan waktu sesingkat itu.Sedangkan kalian yang dikirim Allah SWT dari jarak ribuan dan ribuan tahun jauhnya mengaku tidak melupakan siapa Tuhan kalian? Terimalah pukulan keduaku ini!” Segera Malaikat Munkar AS lari menjauh dan Malaikat Nakir AS lari menyusulnya.
Maka kini kedua malaikat itu takut pada Syekh Abdul Qadir Jailani QS. Mereka kembali kepada Allah SWT, dan Allah SWT berfirman, “Dia adalah salah satu awliya-Ku.Tinggalkanlah dia.”
Allah SWT lalu memperpanjang hidup murid itu selama 37 tahun lagi. Mengapa? Karena cinta murid itu pada Syekhnya amat besar dan tidak mampu melihat apa pun kecuali Syekhnya. Itulah murid yang benar, mampu menjaga amanat.
Jika saya bertanya pada kalian sekarang, “Siapa Tuhanmu? Siapa nabimu? Apa kitabmu?”Maka kalian pasti takut untuk menjawab ‘Syekhku!’ Karena itu syirik, kufur, tidak bisa diterima. Meskipun hal itu tidak bisa diterima, dan bahkan kita sadar bahwa kita harus menyembah Allah SWT, dan ketika kita mengatakan, “Allahu Akbar,” kita sedang menyembahnya, namun jika kalian berada dalam Maqam Cinta, maka cinta itu akan mengambil alih pikiran kalian. Pada saat itu kalian tidak bertanggung jawab atas apa yang kalian katakan dan tidak berdosa.
Saat ini kalian pada tingkatan menggunakan akal. Namun pada saat berada di maqam itu, di mana kalian tidak dapat menggunakan akal pikiran, maka kalian bisa mengatakannya dan hal itu tidak dicatat sebagai sebuah dosa. Seperti orang yang tidak waras, jika dia membunuh seseorang, maka kita tidak bisa mengajaknya bicara karena dia tidak menggunakan pikirannya. Tidak bisa ditindak secara hukum karena dia seperti seorang anak kecil, walaupun tindakannya berdasarkan niat sekalipun. Dia tidak bertanggung jawab, dia tidak menggunakan akal pikirannya.
Jika kalian mencapai Maqam Cinta sebagaimana yang telah dicapai para awliya, maka syirik tidak ada artinya. Inilah yang gagal dimengerti oleh para ulama terhadap keberadaan para wali. Ini adalah kesalahan yang dibuat para ulama dulu dan masih berlanjut sampai sekarang. Mereka mengatakan, “Syekh itu musyrik dan mengatakan sesuatu yang tidak bisa diterima.” Karena Syekh itu tidak sedang berada di maqam yang biasa. Dia sedang berada di Maqam Cinta.
Wallahu'alam
pena-tintaku.blogspot.co.id

BEBERAPA MUKASYAFAH YANG DIALAMI WALI ALLAH

BEBERAPA MUKASYAFAH YANG DIALAMI WALI ALLAH

+    Ada wali yang mampu menyingkap alam gaib, hingga dinding dan kegelapan tidak menghalanginya untuk melihat apa yang dilakukan orang-orang di dalam rumah mereka.
+    Ada wali yang ketika berjumpa dengan seorang pezina, pemabuk, pencuri, pencela, atau orang yang suka berbuat zalim, ia melihat
+    goresan tanda hitam pada anggota tubuh mereka yang melakukan maksiat 'Ali Abi Ya'zi, guru Ibnu 'Arabi, termasuk wali yang menempati maqam ini. Mukasyafah ini khusus bagi orang yang bersifat wara' (orang yang benar-benar menjauhi maksiat dan syubhat).
+    Ada wali yang jika ada orang yang ribut atau diam di majelisnya, ia mengetahui derajat dan apa yang akan terjadi dengan orang itu, kenyataannya sesuai dengan apa yang dikatakan wali itu, dan ia selamanya tidak akan salah. Diceritakan bahwa ada seorang laki-laki ribut di majelis Abu Madyan, lalu orang itu disuruh keluar. Abu Madyan berkata, "Kamu akan melihat keadaanya setahun kemudian." Sebagian orang yang hadir meminta penjelasan, lalu Abu Madyan berkata, "Ia akan menganggap dirinya Imam Mahdi." Dua puluh tahun kemudian, apa yang dikatakan Abu Madyan terjadi. Kemampuan ini berasal dari ilmu ladunni.
+    Ada wali yang tatkala bangun tidur, di hadapannya sudah tersedia minuman dari madu, susu, dan air, lalu ia meminumnya.
+    Ada wali yang mampu mengetahui alam ruhani yang berbeda dengan alam fisik, tetapi ia tidak menggelutinya.
+   Ada wali yang mampu mengetahui rahasia batu-batu mineral, dan semacamnya. Ia mengetahui khasiat, rahasia, dan bahaya dari batu-batu itu.
  +  Ada wali yang dianugerahi maqam bisa memahami Allah dan mendengar tanda-tanda kekuasaan-Nya, sehingga ia bisa mendengar ucapan benda-benda mati. Apakah kemampuan itu termasuk hal yang biasa atau luar biasa tergantung pada tingkatan pemahaman terhadap ucapan benda mati. Yang termasuk hal luar biasa ada 2 macam. Pertama, merujuk pada orang yang mendengarnya, yakni kemampuan memahami hakikat ucapan benda mati. Kedua, merujuk pada ucapan benda-mati itu sendiri melalui karamah, misalnya bertasbihnya kerikil di telapak tangan sebagian sahabat. Apabila seorang hamba memperoleh maqam ini, maka ia akan mendengar semua benda mati bertasbih dengan bahasa yang jelas seperti bahasa manusia.
+    Ada wali yang dianugerahi kemampuan menyingkap dunia tumbuh-tumbuhan. Semua tumbuhan dan rumput memberitahukan kepada wali itu sari-sari yang dikandungnya baik yang berbahaya atau yang berkhasiat. Tumbuh-tumbuhan itu berkata, "Hai hamba Allah, khasiatku begini dan bahayaku begini."
+    Ada wali yang dikaruniai kemampuan bergaul dengan binatang. Binatang-binatang mengucapkan salam kepadanya dengan bahasa
+    yang jelas dan memberitahunya tentang khasiat-khasiat yang dikandungnya.
+    Ada wali yang diberi kemampuan menyibak perjalanan hidup orang yang masih hidup, rahasia-rahasia yang diberikan kepada orang itu sesuai dengan keadaannya, dan bagaimana perkembangan ibadahnya dalam perjalanan hidupnya itu.
+   Ada wali yang diberi kemampuan melihat hal-hal yang tidak mungkin melalui jentera dan merubah yang kasar menjadi lembut dan sebaliknya.
  +  Ada wali yang diberi kemampuan meramalkan hal-hal jelek yang akan terjadi, lalu ia meminta dihindarkan sehingga ia tidak terkena hal buruk itu.
+   Ada wali yang diberi kemampuan ilmu astrologi dan cara-cara yang sistematis dan menyeluruh.
+   Ada wali yang dianugerahi kemampuan mencapai ilmu-ilmu ilahiyah dan diberitahu cara-cara untuk mencapainya seperti persiapan yang harus dilakukan, etika dalam mencari dan mengamalkan ilmu, memegang dan menyebarluaskannya, serta cara menjaga hati dari hal-hal yang merusak. Semua cara itu adalah satu kesatuan dan tersembunyi
+   Ada wali yang dikaruniai kemampuan mengetahui tingkatan ilmu-ilmu teoritis, ide-ide yang cemerlang, dan bentuk-bentuk kesalahan pemahamannya, kemampuan membedakan antara prasangka dan ilmu, berbagai hal yang terjadi di antara alam arwah dan alam fisik, sebab terjadinya, dan berjalannya rahasia ilahi di alam ini serta sebabnya.
  +  Ada wali yang mampu menangkap alam tashwir, alam taksin, alam benda-benda mati, bentuk-bentuk suci dan jiwa tumbuhan yang mestinya diketahui akal dalam bentuk dan susunan yang baik, rahasia-rahasia kelemahan, kelembutan dan rahmat orang-orang yang disifatinya.
+   Ada wali yang mampu menguak tingkatan kutub bumi.
+   Ada wali yang mampu menguak benda-benda yang memantulkan cahaya, benda-benda yang langgeng, benda-benda yang abadi, rahasia alam, dan kemampuan untuk menjaga dan menyampaikan amanat kepada orang yang berhak.
+   Ada wali yang dianugerahi pengetahuan tentang simbol-simbol, penghitungan, dan firasat
+   Ada wali yang disingkapkan baginya dunia lain, mampu menyingkap kebenaran dan pendapat-pendapat yang benar, mazhab-mazhab yang lurus, dan syariat-syariat yang telah diturunkan.
+    Ada wali yang terlihat sebagai orang alim, Allah telah menghiasi mereka dengan pengetahuan-pengetahuan suci sebagai sebaik-baik perhiasan.
  +  Ada wali yang dianugerahi kewibawaan, ketenangan, teguh pendirian, dan kemampuan mengetahui tipu muslihat dan rahasia-rahasia yang tersembunyi, dan sejenisnya.
+   Ada wali yang mampu berbicara, tetapi tidak terlihat siapa yang diajak bicara. Ia berbicara dengannya dan mendengar pembicaraan itu, baik pembicaraannya muncul tanpa dipikir sebelumnya, atau sebagai jawaban atas pertanyaan secara seketika, serta memberi dan menjawab salam.
  +  Ada wali yang naik maqamnya, hingga ia mampu berbicara kepada malaikat dan bercakap-cakap dengannya. Apabila seorang hamba mencapai maqam ini maka ia bisa memanggil dan berhubungan dengannya. Apabila ia hanya berbicara kepadanya, maka malaikat tidak menjawabnya. Tetapi apabila pembicaraan antara mereka benar, mereka akan saling berbicara. Dan apabila ia mengalami hal tersebut, maka malaikat akan menolongnya.
  +  Ada wali yang mampu mengatakan sesuatu yang belum terjadi dan memberitakan hal-hal gaib sebelum tampak. Dalam hal ini ada tiga bentuk yang mungkin terjadi; berupa penyampaian, tulisan, dan pertemuan. Ibnu Mukhallad mengalami tiga hal tersebut
  +  Ada wali yang disingkapkan baginya alam keraguan, kekurangan, kelemahan, dan rahasia-rahasia perbuatan.
  +  Ada wali yang diperlihatkan padanya alam jin dan tingkatan derajatnya, neraka beserta tingkatannya, dan tingkatan azabnya.
  +  Ada wali yang mampu mengetahui sifat-sifat manusia. Sebagian manusia tertutup sifatnya dan sebagian lain terbuka. Mereka mempunyai tasbih khusus yang bisa diketahui oleh wali apabila ia mendengarnya. Ibnu 'Arabi berkata, "Kita telah sama-sama menyaksikan karamah seperti ini. Sebagian wali menuju maqam yang mulia sehingga ia mampu mengatakan 'jadilah' maka sesuatu yang dikehendakinya itu terjadi dengan izin Allah. Maqam ini sangat mulia dan merupakan bukti terbesar kewalian seseorang." Nabi Isa a.s. berkata, "Aku bisa menyembuhkan orang buta sejak lahir dan orang yang berpenyakit lepra dan menghidupkan orang mati dengan izin Allah" (QS Ali Imran [3]: 49). Masuk akal jika Allah memuliakan wali dengan memberinya karamah. Sesungguhnya karamah yang diterima seorang wali merupakan penghormatan kepada Nabi Saw., karena wali tersebut telah mengikuti dan menjalankan ajaran-ajarannya, sehingga ia pantas mendapatkannya.
+   Ada wali yang naik menuju alam gaib, lalu ia melihat di sebelah kanan alam itu, ada sebuah pena yang menulis kejadian-kejadian di lauh mahfud dalam bentuk huruf-huruf yang bersyakal dan bertitik. Hal tersebut untuk membedakan beberapa bentuk dan jenis makhluk. Seperti golongan manusia, makhluk berkaki empat, makhluk bersayap, macam-macam benda mati, hewan, tumbuh-tumbuhan, dan lain-lainnya.
Orang yang mempunyai maqam ini selalu berusaha menemukan pemilik huruf yang tertulis dalam susunan yang rapi tersebut. Apabila penelitiannya lama, padahal usianya pendek, maka Allah membuatnya rendah hati dan memohon kepada Allah untuk menghapuskannya.
+    Ada wali yang menjaga diri dari makanan, minuman, dan baju yang syubhat (tidak jelas kehalalan dan keharamannya), apalagi dari yang haram. Hal itu ditandai dengan tanda yang ditunjukkan Allah dalam dirinya atau dalam sesuatu yang haram dan syubhat itu. Seperti yang dialami Al-Haris al-Muhasibi, apabila dihidangkan kepadanya makanan yang syubhat, tiba-tiba keluar keringat dari jarinya. Begitu pula yang terjadi pada ibu dari Abu Yazid al-Bustami ketika mengandungnya, tangannya tidak pernah menyentuh makanan syubhat, bahkan tangannya mengenggam sendiri jika menemukan makanan syubhat. Wali lainnya merasa mual memakan makanan syubhat, sehingga memuntahkannya kembali. Ada juga makanan syubhat di hadapan seorang wali berubah menjadi darah, ulat, berwarna hitam, atau babi, dan lain-lain.
+   Ada wali yang apabila menyentuh makanan yang sedikit, maka makanan itu menjadi banyak. Misalnya, seorang wali yang dikunjungi teman-temannya padahal ia hanya mempunyai satu makanan saja. Lalu ia mengiris roti dan menutupinya dengan kain. Maka mereka pun memakan roti itu sampai kenyang padahal roti itu tetap seperti semula (tidak berkurang). Karamah ini merupakan warisan Nabi Muhammad Saw. Contoh lainnya adalah yang terjadi pada Abu' Abdillah al-Tawadi yang membawa secarik kain dan memegang sisinya, kemudian ia menunjukkan ujungnya kepada penjahit sambil berkata kepadanya, "Ambillah kain ini sehingga cukup untuk orang banyak." Kain itu lalu diambil tapi tetap tidak habis-habis dengan izin Allah. Lalu penjahit itu berkata, "Kain ini tidak habis-habis." Lalu Abu 'Abdillah melemparkan kain itu dan berkata, "Sudah, cukup!"
+   Ada wali yang mampu menjadikan satu macam makanan dalam piring menjadi bermacam-macam sesuai dengan keinginan orang yang ada. Hal ini pernah terjadi pada salah seorang guru Abu Madyan r.a. Dalam suatu perjalanan, ia bertemu dengan seorang laki-laki, lalu berjalan bersamanya sebentar dan ia masuk ke rumah perempuan tua di sebuah gua. Sore harinya, ia kembali lagi ke perempuan tua itu dan duduk di sampingnya sampai putra perempuan itu datang. Anak itu mengucapkan salam kepadanya, lalu perempuan tua itu menghidangkan nampan berisi piring dan roti. Syaikh dan anak itu mulai makan. Si syaikh berkata, "Saya ingin yang saya makan ini menjadi begini." Anak itu lalu menjawab, "Wahai Syaikh, dengan nama Allah makanlah apa yang kau inginkan." Abu Madyan kemudian berkata, "Ketika saya terus menerus mengangankan keinginanku, anak itu melontarkan ucapan pertamanya, dan tiba-tiba saya mendapatkan makanan yang saya angankan. Anak itu masih muda, belum punya rambut di pelipisnya."
+   Ada wali yang bisa menjadikan makanan, minuman dan bajunya tergantung di udara. Seperti yang terjadi pada salah seorang wali yang membutuhkan air di padang pasir. Tiba-tiba ia mendengar deringan di atas kepalanya, lalu ia mendongakkan kepalanya, dan di situ ada gelas yang tergantung pada rantai emas. Ia meminumnya lalu meninggalkannya.
+    Ada wali yang bisa merubah air yang pahit dan asin yang ditemukannya menjadi manis dan segar. Ibnu' Arabi berkata, "Saya pernah meminum air semacam itu dari Abdullah, anak Ustaz al-Marwazi r.a., salah seorang khawwash murid dari salah seorang guru Abu Madyan.
+   Ada wali yang memakan makanan dari orang lain. Zaid memakan makanan dari 'Umar padahal 'Umar tidak di hadapannya. 'Umar merasa kenyang di tempatnya dan dia merasakan bau makanan itu seakan-akan dia yang memakannya. Hal ini pernah terjadi pada Al-Hajj Abu Muhammad al-Marwazi dan Abu' Abbas bin Abi Marwan di Ghirnatah. Hal itu terjadi karena ahli ma'rifat ini mempunyai keinginan yang suci dan bersih dari dosa dalam batinnya. Allah memberikan karamah dalam dirinya sebagai penghormatan dan untuk membaguskan maqamnya, maka dari keinginannya itu keluarlah apa yang ia sebutkan.
+   Ada wali yang memakan makanan spiritual yang menjadikan jiwanya kekal. Ia tidak membutuhkan makanan jasmaniah kecuali hanya sedikit untuk mempertahankan dirinya. Kekekalan jiwa bisa tercapai dengan makanan ruhani.
+   Ada wali yang mengetahui rahasia biji-bijian dan penyemaiannya di bumi, hujan yang menyebabkannya tumbuh, angin yang menyebarluaskannya dan apa-apa yang membuat bumi menjadi tenang, serta matahari yang memancarkan cahayanya sebagai makanan bagi tumbuhan. Makanan itu mengandung kesempurnaan seperti yang diusahakan manusia. Pengetahuan tentang ini adalah ilmu yang mulia dan bernilai tinggi yang Allah berikan kepada para wali-Nya.
+    Ada wali yang dikaruniai kemampuan mengetahui hakikat bumi, lapisan-lapisan, dan rahasia-rahasianya, serta segala hukum alam yang ditetapkan oleh Allah secara terperinci.
+    Ada wali yang dibukakan kepadanya alam malakut, rahasia kehidupan, dan pengetahuan yang tersembunyi di dalam air, sehingga ia bisa mengetahui kehidupan yang kasat dan tak kasat mata dan mampu merasakan hal-hal yang berbahaya dan zat-zat yang ada di laut.
+    Ada wali yang mengetahui segala tingkat ilmu, kegunaannya di dunia, siapa yang memiliki dan tidak memilikinya, dan lain-lain.
+   Ada wali yang bisa berjalan di udara. Hal tersebut dialami oleh banyak wali. Ada seorang laki-laki yang melihat orang sedang berjalan di udara, lalu ia bertanya kepadanya, "Karena apa engkau mendapatkan karamah itu?" Ia menjawab, "Kutinggalkan nafsuku untuk menuruti keinginan-Nya, maka Dia menundukkan udara bagiku." Lalu ia berlalu.
  +  Ada wali yang dibukakan kepadanya pintu alam ruh di alam malakut, sehingga ia bisa mengetahui hakikat dari rahasia dan cara malaikat naik turun, rahasia pengaturan dan penundukan mereka, kewajiban-kewajiban dan hak-hak mereka.
  +  Ada wali yang bisa datang ke lauh mahfuzh melalui esensi hatinya. Lalu dengan izin Allah, ia dapat menyingkap dan menyaksikan secara langsung (musyahadah) hal-hal yang ada di sana, padahal anggota badannya tidak bergerak, kecuali kedua matanya.
    Ada wali yang terus-menerus bersimpuh di hadapan lauh mahfuzh, padahal tidak ada manfaatnya.
+    Ada wali yang terkadang menyaksikan lauh mahfuzh
+   Ada wali yang bisa melihat bagaimana pena menulis di atas lauh mahfuzh.
+   Ada wali yang melihat gerakan pena di lauh mahfuzh. Setiap maqam mempunyai tata cara yang khusus. Tanda orang yang menyaksikan lauh mahfuzh adalah ia menyebutkan rahasiamu padahal kamu diam saja. Seperti yang dikatakan Al-Junaid r.a. ketika ditanya, "Siapa ahli ma'rifat itu?" Ia menjawab, "Orang yang memberitahukan rahasiamu padahal kamu diam saja." Dan tanda orang yang menyaksikan pena lauh mahfuzh sedang menulis adalah ia bisa mengetahui rahasia yang kamu katakan dalam hati dari manapun asalnya dan sebab adanya.
+  Ada wali yang diperlihatkan oleh Allah rahasia-rahasia yang tersimpan di alam yang paling agung.
+   Ada wali yang diperlihatkan oleh Allah alasan dan sebab terjadi atau tidak terjadinya suatu peristiwa. Setelah ia mengetahuinya, ia memikirkan apakah peristiwa itu mempunyai pengaruh atau tidak? Apabila ada pengaruhnya, maka ia bersiap-siap untuk menerimanya. Apabila pengaruhnya merusak, maka ia memperingatkan teman-temannya. Apabila pengaruhnya berupa rahmat atau kabar gembira, maka ia bersiap-siap untuk bersyukur dan memuji Allah. Seperti Ibnu Barjan r.a. yang memberitahukan tahun akan terjadinya penaklukan Baitul Maqdis. Dan pada tahun yang ditentukan, terjadilah apa yang diramalkannya.
+   Ada wali yang diberitahu Allah tentang kelemahan dirinya, apa yang akan ia dapatkan, dan bagaimana keadaannya nanti.
+   Ada wali yang sampai pada keadaan ketika ia tidak melihat seorang pun yang ia ajak bicara kecuali Allah Swt. Ia melaksanakan segala perintah-Nya. Maqam ini adalah maqam yang penting. Orang yang mengalami maqam ini adalah Khair al-Nasaj r.a. ketika terbersit hal tersebut dalam pikirannya, lalu ia diuji dengan bertemu seseorang yang berkata kepadanya, "Kamu budakku, namamu Khair." Nassaj seakan-akan mendengar Allah yang mengatakan ucapan tersebut. Orang itu kemudian mempekerjakan Nassaj selama beberapa tahun, lalu ia berkata kepadanya, "Kamu bukan budakku dan namamu bukan Khair." Lalu orang itu melepaskan Nassaj.
+===============================================+
Demikianlah, karamah tidak akan pernah habis untuk diungkap. Karamah-karamah yang disebutkan di atas cukup untuk mencapai tujuan, yaitu agar manusia tidak meremehkan para wali, bersopan santun kepada mereka apabila mendengar perkataan, perbuatan atau keadaan mereka, mematuhi perkataan mereka meskipun belum paham, dan berdamai dengan mereka supaya selamat. Apabila engkau mendengar rahasia Allah yang tersembunyi dalam diri makhluk yang dipilih sesuai dengan kehendak-Nya, maka terimalah dan percayailah, jika tidak, maka kamu tidak akan mendapat kebaikan.
Inilah penjelasan yang saya ambil dari pendahuluan kitab Al-Tabaqat al-Kubra karya Imam 'Abdul Rauf al-Munawi r.a. juga yang telah saya lihat dalam kitab Mawaqi' al-Nujum karya Syaikh al-Akbar Ibnu 'Arabi r.a.
pena-tintaku.blogspot.co.id

Wali Qutb

Wali Qutb
Salah seorang Habaib bermarga Alaydrus di Jakarta, beliau yang masih terhitung keluarga Az-Zahid Al-Habib Ali bin Ja'far Alaydrus (Habib Ali Batu Pahat) pernah bercerita bahwa ketika dirinya masih muda, beliau diajak ayahnya untuk mengunjungi Al-Quthub Al-Habib Abdul Qadir bin Ahmad Assegaf (Jeddah) dan memerintahkan dirinya untuk berguru kepada Habib Abdul Qadir.

Namun beliau menolak sebelum Habib Abdul Qadir menunjukan karamahnya secara langsung pada saat itu juga, sebab beliau ingin membuktikan kabar orang-orang yang mengatakan Habib Abdul Qadir adalah Quthub saat ini (maksudnya masa itu).

Pada saat itu kebetulan mereka mengobrol sambil menyantap hidangan roti kering. Lalu melintaslah kawanan burung di luar jendela. Habib Abdul Qadir kemudian memanggil burung-burung tersebut, dan atas izin Allah, burung-burung itu datang kepada Habib Abdul Qadir, mendekat dan diam di sisinya. Setelah Habib Abdul Qadir memberi mereka makan roti, mereka disuruh terbang kembali dan mereka pun terbang.

Melihat kejadian itu, tanpa bicara apapun lagi beliau (Habaib bermarga Alaydrus) langsung menyerahkan dirinya kepada Habib Abdul Qadir dan menjadi muridnya hingga sang guru wafat pada tahun 2010.

(Sumber cerita dari Al-Ustadz Muhammad Ramdhani bin Utsman Al-Habsyi, Mudirul Ma'had Darul Faqih, Bandung pada saat memberikan kajian kitab Jami Karamatul Aulya pada tanggal 7 April 2016 di Majelis Sayyidul Wujud, Cimahi)
Pena-tintaku.Blogspot.co.id

Sabtu, 18 November 2017

Wali Mashur dan Wali Mastur

JENIS-JENIS WALI
(Oleh HABIB BAGIR ALATAS)

Wali didefiniskan dengan perincian yg sangat detail dan spesifik yg tidak mungkin bisa kita bahas semua disini karena luasnya lautan samudra Sirr (Rahasia) yg dimiliki oleh mereka para WaliyuLlah

Tapi saya ingin menekankan pada 2 Jenis Wali, yaitu Wali Masyhur dan Mastur.
Wali Masyhur adalah wali yg diangkat derajatnya oleh Allah dan dia ditenarkan di bumi, ada yg memang disuruh untuk menampakkan karamahnya dimana ini sangat jarang, 3 : 1000,kalam lain Sejuta banding 1,sprti Syekh Abu Bakar bin Salim, Imam Abdullah bin Alwi Alhaddad, Alhabib Ali Alhabsyi Shohibul Maulid SimtudDuror, Habib Sholeh Tanggul, mereka memang Disuruh Menampakkan Karamahnya Sebanyak Mungkin oleh Allah جل جلاله karena mereka sangat istimewa derajatnya di sisi Allah سبحانه وتعالى, dan ini adalah bentuk dakwah mereka.

Ada juga Wali Mastur, yaitu Wali yg ditutup kewaliannya oleh Allah, dan hanya sedikit orang yg bisa mengetahuinya, bahkan mereka oleh Allah disuruh menutupi karamahnya, dan sebagian dari mereka malah menolak menunjukkan karamahnya karena tawaddhu'nya.

Wali adalah lautan samudra tanpa batas, yg sangat rumit untuk dipelajari, dan tidak ada yg mengetahui pastinya kecuali mereka sendiri, sprti kalam Alhabib Abu Bakar Al Adni bin Abdullah Al'aydrus, لا يعرف الوالي إلا الوالي, tidak ada yg mengetahui (hakekat keilmuan) wali, kecuali mereka para wali sendiri, maka hendaknya bagi kita agar berhusnudzzon kepada SEMUA makhluk Allah, karena barangkali dia adalah seorang Wali Mastur, yg memang Allah سبحانه وتعالى menyuruh dia untuk menutupi kewaliannya, yg dengan itu mereka tak dianggap di bumi, tapi tenar di langit seperti Sayyidina Uwais Al-Qarni.

Semoga kita semua berkumpul di Surga Firdaus bersama Rasulullah صلى الله عليه وسلم dan Semua WaliyuLlah, bersama seluruh Sanak Keluarga, kerabat, dan seluruh kaum muslimin آمين آمين يارب العالمين
Wallahu A'lam semoga bermanfaat
و صلى الله على سيدنا محمد وعلى آله وصحبه وسلم و الحمد لله رب العالمين