Sabtu, 30 Desember 2017

Mengabdilah kepada Allah, dan hindari caci maki dan kebohongan.....

Ketika aku mendengar orang bicara atas nama islam dengan bahasa yang kasar dan caci maki, aku bersyukur kepada ALLAH tidak memahami islam lewat lisan mereka.

Apa untungnya saat semua orang percaya dengan kebohongan yang anda buat, sementara kelak akan tertulis disisi ALLAH sebagai sang pembohong.

Seseorang yang mengabdi sepenuhnya kepada ALLAH mustahil menjadi seorang yang dholim, namun ia akan senantiasa menang terhadap musuh2nya.
- Wahai Saudaraku, Jika Allah tidak menyintai kamu, dia tidak akan campakkan kedalam Hati kamu satu perasaan kepedihan (Menyesal Dengan Dosa) 
Perasaan itu adalah tanda Cahaya Iman.

-guru2 kita mengajarkan bahwa ketika kita dipuji oleh seseorang,sementara kita merasa belum layak menerima pujian tersebut, maka sebaiknya kita mengucapkan 'aamin'.
Tujuannya adalah agar pujian tersebut bisa kita jadikan doa.

HABIB ALI AL-JUFRI

Maqam Cinta

Maqam Cinta

Seperti ketika seorang murid Sayyidina Abdul Qadir Jailani QS meninggal, dia dikunjungi 2 malaikat dan bertanya, “Siapa Tuhanmu?” Murid itu menjawab, ”Abdul Qadir Jailani QS.”Siapa Nabimu? Dijawab, “Abdul Qadir Jailani QS.” Apakah agamamu? Dijawab, “Abdul Qadir Jailani QS.” ‘Tempatmu di neraka! Ke mana lagi tempat yang cocok bila seluruh pertanyaan dijawab dengan Abdul Qadir Jailani QS.’
Seketika itu Sayyidina Abdul Qadir Jailani QS muncul dan mengatakan, “Siapa yang memberi kalian izin membawanya ke neraka? Dia telah menyebut namaku, paling tidak tanyalah dulu padaku! Aku tidak jauh, dia adalah muridku, jika mau menanyainya, tanyalah aku. Jangan memberi dia siksa kubur tanpa memberi kesempatan meminta dukungan. Hal ini sama dengan menghina aku, aku wakil Nabi Muhammad SAW!”
Kedua malaikat itu takut pada Syekh Abdul Qadir Jailani QS. Mereka tidak ingin kena pukulan lagi seperti yang pernah dilakukan oleh Sayyidina Umar RA pada mereka. Ketika Sayyidina Umar RA, Khalifah kedua wafat, dua malaikat maut mendatangi beliau. “Siapa Tuhanmu?” Sayyidina Umar RA mempunyai watak yang keras, dan beliau diam saja ketika pertanyaan itu diajukan. “Apa agamamu?” Beliau tetap diam. “Apa kitabmu?” Tetap tidak ada jawaban. Akhirnya mereka harus membawa beliau menuju neraka.
Sayyidina Umar RA berkata, ”Aku tidak mendengar apa yang kau ucapkan, mendekatlah ke sini.” Mereka mendekat dan mengulang pertanyaan tadi. “Aku masih belum mendengar,… lebih dekat lagi!” Maka Malaikat Munkar AS mendekat dan bertanya lagi, ”Siapa Tuhanmu?” Sayyidina Umar RA segera mengepalkan tangan dan meninjunya tepat di mata Malaikat Munkar AS. Para awliya mengatakan bahwa Malaikat Munkar AS hanya memiliki satu mata saja, itu akibat dipukul oleh Sayyidina Umar RA.
Sayyidina Umar RA berkata, ”Aku baru saja tiba dengan jarak 10 yard, 2 menit dari makamku. Bagaimana mungkin aku lupa siapa Tuhanku dengan waktu sesingkat itu.Sedangkan kalian yang dikirim Allah SWT dari jarak ribuan dan ribuan tahun jauhnya mengaku tidak melupakan siapa Tuhan kalian? Terimalah pukulan keduaku ini!” Segera Malaikat Munkar AS lari menjauh dan Malaikat Nakir AS lari menyusulnya.
Maka kini kedua malaikat itu takut pada Syekh Abdul Qadir Jailani QS. Mereka kembali kepada Allah SWT, dan Allah SWT berfirman, “Dia adalah salah satu awliya-Ku.Tinggalkanlah dia.”
Allah SWT lalu memperpanjang hidup murid itu selama 37 tahun lagi. Mengapa? Karena cinta murid itu pada Syekhnya amat besar dan tidak mampu melihat apa pun kecuali Syekhnya. Itulah murid yang benar, mampu menjaga amanat.
Jika saya bertanya pada kalian sekarang, “Siapa Tuhanmu? Siapa nabimu? Apa kitabmu?”Maka kalian pasti takut untuk menjawab ‘Syekhku!’ Karena itu syirik, kufur, tidak bisa diterima. Meskipun hal itu tidak bisa diterima, dan bahkan kita sadar bahwa kita harus menyembah Allah SWT, dan ketika kita mengatakan, “Allahu Akbar,” kita sedang menyembahnya, namun jika kalian berada dalam Maqam Cinta, maka cinta itu akan mengambil alih pikiran kalian. Pada saat itu kalian tidak bertanggung jawab atas apa yang kalian katakan dan tidak berdosa.
Saat ini kalian pada tingkatan menggunakan akal. Namun pada saat berada di maqam itu, di mana kalian tidak dapat menggunakan akal pikiran, maka kalian bisa mengatakannya dan hal itu tidak dicatat sebagai sebuah dosa. Seperti orang yang tidak waras, jika dia membunuh seseorang, maka kita tidak bisa mengajaknya bicara karena dia tidak menggunakan pikirannya. Tidak bisa ditindak secara hukum karena dia seperti seorang anak kecil, walaupun tindakannya berdasarkan niat sekalipun. Dia tidak bertanggung jawab, dia tidak menggunakan akal pikirannya.
Jika kalian mencapai Maqam Cinta sebagaimana yang telah dicapai para awliya, maka syirik tidak ada artinya. Inilah yang gagal dimengerti oleh para ulama terhadap keberadaan para wali. Ini adalah kesalahan yang dibuat para ulama dulu dan masih berlanjut sampai sekarang. Mereka mengatakan, “Syekh itu musyrik dan mengatakan sesuatu yang tidak bisa diterima.” Karena Syekh itu tidak sedang berada di maqam yang biasa. Dia sedang berada di Maqam Cinta.
Wallahu'alam
pena-tintaku.blogspot.co.id

BEBERAPA MUKASYAFAH YANG DIALAMI WALI ALLAH

BEBERAPA MUKASYAFAH YANG DIALAMI WALI ALLAH

+    Ada wali yang mampu menyingkap alam gaib, hingga dinding dan kegelapan tidak menghalanginya untuk melihat apa yang dilakukan orang-orang di dalam rumah mereka.
+    Ada wali yang ketika berjumpa dengan seorang pezina, pemabuk, pencuri, pencela, atau orang yang suka berbuat zalim, ia melihat
+    goresan tanda hitam pada anggota tubuh mereka yang melakukan maksiat 'Ali Abi Ya'zi, guru Ibnu 'Arabi, termasuk wali yang menempati maqam ini. Mukasyafah ini khusus bagi orang yang bersifat wara' (orang yang benar-benar menjauhi maksiat dan syubhat).
+    Ada wali yang jika ada orang yang ribut atau diam di majelisnya, ia mengetahui derajat dan apa yang akan terjadi dengan orang itu, kenyataannya sesuai dengan apa yang dikatakan wali itu, dan ia selamanya tidak akan salah. Diceritakan bahwa ada seorang laki-laki ribut di majelis Abu Madyan, lalu orang itu disuruh keluar. Abu Madyan berkata, "Kamu akan melihat keadaanya setahun kemudian." Sebagian orang yang hadir meminta penjelasan, lalu Abu Madyan berkata, "Ia akan menganggap dirinya Imam Mahdi." Dua puluh tahun kemudian, apa yang dikatakan Abu Madyan terjadi. Kemampuan ini berasal dari ilmu ladunni.
+    Ada wali yang tatkala bangun tidur, di hadapannya sudah tersedia minuman dari madu, susu, dan air, lalu ia meminumnya.
+    Ada wali yang mampu mengetahui alam ruhani yang berbeda dengan alam fisik, tetapi ia tidak menggelutinya.
+   Ada wali yang mampu mengetahui rahasia batu-batu mineral, dan semacamnya. Ia mengetahui khasiat, rahasia, dan bahaya dari batu-batu itu.
  +  Ada wali yang dianugerahi maqam bisa memahami Allah dan mendengar tanda-tanda kekuasaan-Nya, sehingga ia bisa mendengar ucapan benda-benda mati. Apakah kemampuan itu termasuk hal yang biasa atau luar biasa tergantung pada tingkatan pemahaman terhadap ucapan benda mati. Yang termasuk hal luar biasa ada 2 macam. Pertama, merujuk pada orang yang mendengarnya, yakni kemampuan memahami hakikat ucapan benda mati. Kedua, merujuk pada ucapan benda-mati itu sendiri melalui karamah, misalnya bertasbihnya kerikil di telapak tangan sebagian sahabat. Apabila seorang hamba memperoleh maqam ini, maka ia akan mendengar semua benda mati bertasbih dengan bahasa yang jelas seperti bahasa manusia.
+    Ada wali yang dianugerahi kemampuan menyingkap dunia tumbuh-tumbuhan. Semua tumbuhan dan rumput memberitahukan kepada wali itu sari-sari yang dikandungnya baik yang berbahaya atau yang berkhasiat. Tumbuh-tumbuhan itu berkata, "Hai hamba Allah, khasiatku begini dan bahayaku begini."
+    Ada wali yang dikaruniai kemampuan bergaul dengan binatang. Binatang-binatang mengucapkan salam kepadanya dengan bahasa
+    yang jelas dan memberitahunya tentang khasiat-khasiat yang dikandungnya.
+    Ada wali yang diberi kemampuan menyibak perjalanan hidup orang yang masih hidup, rahasia-rahasia yang diberikan kepada orang itu sesuai dengan keadaannya, dan bagaimana perkembangan ibadahnya dalam perjalanan hidupnya itu.
+   Ada wali yang diberi kemampuan melihat hal-hal yang tidak mungkin melalui jentera dan merubah yang kasar menjadi lembut dan sebaliknya.
  +  Ada wali yang diberi kemampuan meramalkan hal-hal jelek yang akan terjadi, lalu ia meminta dihindarkan sehingga ia tidak terkena hal buruk itu.
+   Ada wali yang diberi kemampuan ilmu astrologi dan cara-cara yang sistematis dan menyeluruh.
+   Ada wali yang dianugerahi kemampuan mencapai ilmu-ilmu ilahiyah dan diberitahu cara-cara untuk mencapainya seperti persiapan yang harus dilakukan, etika dalam mencari dan mengamalkan ilmu, memegang dan menyebarluaskannya, serta cara menjaga hati dari hal-hal yang merusak. Semua cara itu adalah satu kesatuan dan tersembunyi
+   Ada wali yang dikaruniai kemampuan mengetahui tingkatan ilmu-ilmu teoritis, ide-ide yang cemerlang, dan bentuk-bentuk kesalahan pemahamannya, kemampuan membedakan antara prasangka dan ilmu, berbagai hal yang terjadi di antara alam arwah dan alam fisik, sebab terjadinya, dan berjalannya rahasia ilahi di alam ini serta sebabnya.
  +  Ada wali yang mampu menangkap alam tashwir, alam taksin, alam benda-benda mati, bentuk-bentuk suci dan jiwa tumbuhan yang mestinya diketahui akal dalam bentuk dan susunan yang baik, rahasia-rahasia kelemahan, kelembutan dan rahmat orang-orang yang disifatinya.
+   Ada wali yang mampu menguak tingkatan kutub bumi.
+   Ada wali yang mampu menguak benda-benda yang memantulkan cahaya, benda-benda yang langgeng, benda-benda yang abadi, rahasia alam, dan kemampuan untuk menjaga dan menyampaikan amanat kepada orang yang berhak.
+   Ada wali yang dianugerahi pengetahuan tentang simbol-simbol, penghitungan, dan firasat
+   Ada wali yang disingkapkan baginya dunia lain, mampu menyingkap kebenaran dan pendapat-pendapat yang benar, mazhab-mazhab yang lurus, dan syariat-syariat yang telah diturunkan.
+    Ada wali yang terlihat sebagai orang alim, Allah telah menghiasi mereka dengan pengetahuan-pengetahuan suci sebagai sebaik-baik perhiasan.
  +  Ada wali yang dianugerahi kewibawaan, ketenangan, teguh pendirian, dan kemampuan mengetahui tipu muslihat dan rahasia-rahasia yang tersembunyi, dan sejenisnya.
+   Ada wali yang mampu berbicara, tetapi tidak terlihat siapa yang diajak bicara. Ia berbicara dengannya dan mendengar pembicaraan itu, baik pembicaraannya muncul tanpa dipikir sebelumnya, atau sebagai jawaban atas pertanyaan secara seketika, serta memberi dan menjawab salam.
  +  Ada wali yang naik maqamnya, hingga ia mampu berbicara kepada malaikat dan bercakap-cakap dengannya. Apabila seorang hamba mencapai maqam ini maka ia bisa memanggil dan berhubungan dengannya. Apabila ia hanya berbicara kepadanya, maka malaikat tidak menjawabnya. Tetapi apabila pembicaraan antara mereka benar, mereka akan saling berbicara. Dan apabila ia mengalami hal tersebut, maka malaikat akan menolongnya.
  +  Ada wali yang mampu mengatakan sesuatu yang belum terjadi dan memberitakan hal-hal gaib sebelum tampak. Dalam hal ini ada tiga bentuk yang mungkin terjadi; berupa penyampaian, tulisan, dan pertemuan. Ibnu Mukhallad mengalami tiga hal tersebut
  +  Ada wali yang disingkapkan baginya alam keraguan, kekurangan, kelemahan, dan rahasia-rahasia perbuatan.
  +  Ada wali yang diperlihatkan padanya alam jin dan tingkatan derajatnya, neraka beserta tingkatannya, dan tingkatan azabnya.
  +  Ada wali yang mampu mengetahui sifat-sifat manusia. Sebagian manusia tertutup sifatnya dan sebagian lain terbuka. Mereka mempunyai tasbih khusus yang bisa diketahui oleh wali apabila ia mendengarnya. Ibnu 'Arabi berkata, "Kita telah sama-sama menyaksikan karamah seperti ini. Sebagian wali menuju maqam yang mulia sehingga ia mampu mengatakan 'jadilah' maka sesuatu yang dikehendakinya itu terjadi dengan izin Allah. Maqam ini sangat mulia dan merupakan bukti terbesar kewalian seseorang." Nabi Isa a.s. berkata, "Aku bisa menyembuhkan orang buta sejak lahir dan orang yang berpenyakit lepra dan menghidupkan orang mati dengan izin Allah" (QS Ali Imran [3]: 49). Masuk akal jika Allah memuliakan wali dengan memberinya karamah. Sesungguhnya karamah yang diterima seorang wali merupakan penghormatan kepada Nabi Saw., karena wali tersebut telah mengikuti dan menjalankan ajaran-ajarannya, sehingga ia pantas mendapatkannya.
+   Ada wali yang naik menuju alam gaib, lalu ia melihat di sebelah kanan alam itu, ada sebuah pena yang menulis kejadian-kejadian di lauh mahfud dalam bentuk huruf-huruf yang bersyakal dan bertitik. Hal tersebut untuk membedakan beberapa bentuk dan jenis makhluk. Seperti golongan manusia, makhluk berkaki empat, makhluk bersayap, macam-macam benda mati, hewan, tumbuh-tumbuhan, dan lain-lainnya.
Orang yang mempunyai maqam ini selalu berusaha menemukan pemilik huruf yang tertulis dalam susunan yang rapi tersebut. Apabila penelitiannya lama, padahal usianya pendek, maka Allah membuatnya rendah hati dan memohon kepada Allah untuk menghapuskannya.
+    Ada wali yang menjaga diri dari makanan, minuman, dan baju yang syubhat (tidak jelas kehalalan dan keharamannya), apalagi dari yang haram. Hal itu ditandai dengan tanda yang ditunjukkan Allah dalam dirinya atau dalam sesuatu yang haram dan syubhat itu. Seperti yang dialami Al-Haris al-Muhasibi, apabila dihidangkan kepadanya makanan yang syubhat, tiba-tiba keluar keringat dari jarinya. Begitu pula yang terjadi pada ibu dari Abu Yazid al-Bustami ketika mengandungnya, tangannya tidak pernah menyentuh makanan syubhat, bahkan tangannya mengenggam sendiri jika menemukan makanan syubhat. Wali lainnya merasa mual memakan makanan syubhat, sehingga memuntahkannya kembali. Ada juga makanan syubhat di hadapan seorang wali berubah menjadi darah, ulat, berwarna hitam, atau babi, dan lain-lain.
+   Ada wali yang apabila menyentuh makanan yang sedikit, maka makanan itu menjadi banyak. Misalnya, seorang wali yang dikunjungi teman-temannya padahal ia hanya mempunyai satu makanan saja. Lalu ia mengiris roti dan menutupinya dengan kain. Maka mereka pun memakan roti itu sampai kenyang padahal roti itu tetap seperti semula (tidak berkurang). Karamah ini merupakan warisan Nabi Muhammad Saw. Contoh lainnya adalah yang terjadi pada Abu' Abdillah al-Tawadi yang membawa secarik kain dan memegang sisinya, kemudian ia menunjukkan ujungnya kepada penjahit sambil berkata kepadanya, "Ambillah kain ini sehingga cukup untuk orang banyak." Kain itu lalu diambil tapi tetap tidak habis-habis dengan izin Allah. Lalu penjahit itu berkata, "Kain ini tidak habis-habis." Lalu Abu 'Abdillah melemparkan kain itu dan berkata, "Sudah, cukup!"
+   Ada wali yang mampu menjadikan satu macam makanan dalam piring menjadi bermacam-macam sesuai dengan keinginan orang yang ada. Hal ini pernah terjadi pada salah seorang guru Abu Madyan r.a. Dalam suatu perjalanan, ia bertemu dengan seorang laki-laki, lalu berjalan bersamanya sebentar dan ia masuk ke rumah perempuan tua di sebuah gua. Sore harinya, ia kembali lagi ke perempuan tua itu dan duduk di sampingnya sampai putra perempuan itu datang. Anak itu mengucapkan salam kepadanya, lalu perempuan tua itu menghidangkan nampan berisi piring dan roti. Syaikh dan anak itu mulai makan. Si syaikh berkata, "Saya ingin yang saya makan ini menjadi begini." Anak itu lalu menjawab, "Wahai Syaikh, dengan nama Allah makanlah apa yang kau inginkan." Abu Madyan kemudian berkata, "Ketika saya terus menerus mengangankan keinginanku, anak itu melontarkan ucapan pertamanya, dan tiba-tiba saya mendapatkan makanan yang saya angankan. Anak itu masih muda, belum punya rambut di pelipisnya."
+   Ada wali yang bisa menjadikan makanan, minuman dan bajunya tergantung di udara. Seperti yang terjadi pada salah seorang wali yang membutuhkan air di padang pasir. Tiba-tiba ia mendengar deringan di atas kepalanya, lalu ia mendongakkan kepalanya, dan di situ ada gelas yang tergantung pada rantai emas. Ia meminumnya lalu meninggalkannya.
+    Ada wali yang bisa merubah air yang pahit dan asin yang ditemukannya menjadi manis dan segar. Ibnu' Arabi berkata, "Saya pernah meminum air semacam itu dari Abdullah, anak Ustaz al-Marwazi r.a., salah seorang khawwash murid dari salah seorang guru Abu Madyan.
+   Ada wali yang memakan makanan dari orang lain. Zaid memakan makanan dari 'Umar padahal 'Umar tidak di hadapannya. 'Umar merasa kenyang di tempatnya dan dia merasakan bau makanan itu seakan-akan dia yang memakannya. Hal ini pernah terjadi pada Al-Hajj Abu Muhammad al-Marwazi dan Abu' Abbas bin Abi Marwan di Ghirnatah. Hal itu terjadi karena ahli ma'rifat ini mempunyai keinginan yang suci dan bersih dari dosa dalam batinnya. Allah memberikan karamah dalam dirinya sebagai penghormatan dan untuk membaguskan maqamnya, maka dari keinginannya itu keluarlah apa yang ia sebutkan.
+   Ada wali yang memakan makanan spiritual yang menjadikan jiwanya kekal. Ia tidak membutuhkan makanan jasmaniah kecuali hanya sedikit untuk mempertahankan dirinya. Kekekalan jiwa bisa tercapai dengan makanan ruhani.
+   Ada wali yang mengetahui rahasia biji-bijian dan penyemaiannya di bumi, hujan yang menyebabkannya tumbuh, angin yang menyebarluaskannya dan apa-apa yang membuat bumi menjadi tenang, serta matahari yang memancarkan cahayanya sebagai makanan bagi tumbuhan. Makanan itu mengandung kesempurnaan seperti yang diusahakan manusia. Pengetahuan tentang ini adalah ilmu yang mulia dan bernilai tinggi yang Allah berikan kepada para wali-Nya.
+    Ada wali yang dikaruniai kemampuan mengetahui hakikat bumi, lapisan-lapisan, dan rahasia-rahasianya, serta segala hukum alam yang ditetapkan oleh Allah secara terperinci.
+    Ada wali yang dibukakan kepadanya alam malakut, rahasia kehidupan, dan pengetahuan yang tersembunyi di dalam air, sehingga ia bisa mengetahui kehidupan yang kasat dan tak kasat mata dan mampu merasakan hal-hal yang berbahaya dan zat-zat yang ada di laut.
+    Ada wali yang mengetahui segala tingkat ilmu, kegunaannya di dunia, siapa yang memiliki dan tidak memilikinya, dan lain-lain.
+   Ada wali yang bisa berjalan di udara. Hal tersebut dialami oleh banyak wali. Ada seorang laki-laki yang melihat orang sedang berjalan di udara, lalu ia bertanya kepadanya, "Karena apa engkau mendapatkan karamah itu?" Ia menjawab, "Kutinggalkan nafsuku untuk menuruti keinginan-Nya, maka Dia menundukkan udara bagiku." Lalu ia berlalu.
  +  Ada wali yang dibukakan kepadanya pintu alam ruh di alam malakut, sehingga ia bisa mengetahui hakikat dari rahasia dan cara malaikat naik turun, rahasia pengaturan dan penundukan mereka, kewajiban-kewajiban dan hak-hak mereka.
  +  Ada wali yang bisa datang ke lauh mahfuzh melalui esensi hatinya. Lalu dengan izin Allah, ia dapat menyingkap dan menyaksikan secara langsung (musyahadah) hal-hal yang ada di sana, padahal anggota badannya tidak bergerak, kecuali kedua matanya.
    Ada wali yang terus-menerus bersimpuh di hadapan lauh mahfuzh, padahal tidak ada manfaatnya.
+    Ada wali yang terkadang menyaksikan lauh mahfuzh
+   Ada wali yang bisa melihat bagaimana pena menulis di atas lauh mahfuzh.
+   Ada wali yang melihat gerakan pena di lauh mahfuzh. Setiap maqam mempunyai tata cara yang khusus. Tanda orang yang menyaksikan lauh mahfuzh adalah ia menyebutkan rahasiamu padahal kamu diam saja. Seperti yang dikatakan Al-Junaid r.a. ketika ditanya, "Siapa ahli ma'rifat itu?" Ia menjawab, "Orang yang memberitahukan rahasiamu padahal kamu diam saja." Dan tanda orang yang menyaksikan pena lauh mahfuzh sedang menulis adalah ia bisa mengetahui rahasia yang kamu katakan dalam hati dari manapun asalnya dan sebab adanya.
+  Ada wali yang diperlihatkan oleh Allah rahasia-rahasia yang tersimpan di alam yang paling agung.
+   Ada wali yang diperlihatkan oleh Allah alasan dan sebab terjadi atau tidak terjadinya suatu peristiwa. Setelah ia mengetahuinya, ia memikirkan apakah peristiwa itu mempunyai pengaruh atau tidak? Apabila ada pengaruhnya, maka ia bersiap-siap untuk menerimanya. Apabila pengaruhnya merusak, maka ia memperingatkan teman-temannya. Apabila pengaruhnya berupa rahmat atau kabar gembira, maka ia bersiap-siap untuk bersyukur dan memuji Allah. Seperti Ibnu Barjan r.a. yang memberitahukan tahun akan terjadinya penaklukan Baitul Maqdis. Dan pada tahun yang ditentukan, terjadilah apa yang diramalkannya.
+   Ada wali yang diberitahu Allah tentang kelemahan dirinya, apa yang akan ia dapatkan, dan bagaimana keadaannya nanti.
+   Ada wali yang sampai pada keadaan ketika ia tidak melihat seorang pun yang ia ajak bicara kecuali Allah Swt. Ia melaksanakan segala perintah-Nya. Maqam ini adalah maqam yang penting. Orang yang mengalami maqam ini adalah Khair al-Nasaj r.a. ketika terbersit hal tersebut dalam pikirannya, lalu ia diuji dengan bertemu seseorang yang berkata kepadanya, "Kamu budakku, namamu Khair." Nassaj seakan-akan mendengar Allah yang mengatakan ucapan tersebut. Orang itu kemudian mempekerjakan Nassaj selama beberapa tahun, lalu ia berkata kepadanya, "Kamu bukan budakku dan namamu bukan Khair." Lalu orang itu melepaskan Nassaj.
+===============================================+
Demikianlah, karamah tidak akan pernah habis untuk diungkap. Karamah-karamah yang disebutkan di atas cukup untuk mencapai tujuan, yaitu agar manusia tidak meremehkan para wali, bersopan santun kepada mereka apabila mendengar perkataan, perbuatan atau keadaan mereka, mematuhi perkataan mereka meskipun belum paham, dan berdamai dengan mereka supaya selamat. Apabila engkau mendengar rahasia Allah yang tersembunyi dalam diri makhluk yang dipilih sesuai dengan kehendak-Nya, maka terimalah dan percayailah, jika tidak, maka kamu tidak akan mendapat kebaikan.
Inilah penjelasan yang saya ambil dari pendahuluan kitab Al-Tabaqat al-Kubra karya Imam 'Abdul Rauf al-Munawi r.a. juga yang telah saya lihat dalam kitab Mawaqi' al-Nujum karya Syaikh al-Akbar Ibnu 'Arabi r.a.
pena-tintaku.blogspot.co.id

Wali Qutb

Wali Qutb
Salah seorang Habaib bermarga Alaydrus di Jakarta, beliau yang masih terhitung keluarga Az-Zahid Al-Habib Ali bin Ja'far Alaydrus (Habib Ali Batu Pahat) pernah bercerita bahwa ketika dirinya masih muda, beliau diajak ayahnya untuk mengunjungi Al-Quthub Al-Habib Abdul Qadir bin Ahmad Assegaf (Jeddah) dan memerintahkan dirinya untuk berguru kepada Habib Abdul Qadir.

Namun beliau menolak sebelum Habib Abdul Qadir menunjukan karamahnya secara langsung pada saat itu juga, sebab beliau ingin membuktikan kabar orang-orang yang mengatakan Habib Abdul Qadir adalah Quthub saat ini (maksudnya masa itu).

Pada saat itu kebetulan mereka mengobrol sambil menyantap hidangan roti kering. Lalu melintaslah kawanan burung di luar jendela. Habib Abdul Qadir kemudian memanggil burung-burung tersebut, dan atas izin Allah, burung-burung itu datang kepada Habib Abdul Qadir, mendekat dan diam di sisinya. Setelah Habib Abdul Qadir memberi mereka makan roti, mereka disuruh terbang kembali dan mereka pun terbang.

Melihat kejadian itu, tanpa bicara apapun lagi beliau (Habaib bermarga Alaydrus) langsung menyerahkan dirinya kepada Habib Abdul Qadir dan menjadi muridnya hingga sang guru wafat pada tahun 2010.

(Sumber cerita dari Al-Ustadz Muhammad Ramdhani bin Utsman Al-Habsyi, Mudirul Ma'had Darul Faqih, Bandung pada saat memberikan kajian kitab Jami Karamatul Aulya pada tanggal 7 April 2016 di Majelis Sayyidul Wujud, Cimahi)
Pena-tintaku.Blogspot.co.id

Nasehat IMAM AL HABIB ALI BIN MUHAMMAD BIN HUSIN AL HABSYI


Habib ALI Bin MUHAMMAD Bin HUSIN  AL HABSYI  4 :

IMAM AL HABIB ALI bin MUHAMMAD bin HUSIN AL HABSYI berkata :

Tidak akan ada yang bersedia MEMIKUL BEBAN kita kecuali kaum SOLIHIN.

Kalau kalian dapat menguatkan IKATAN HATI kalian dengan mereka, sungguh BERUNTUNG
kalian !

MAJELIS YANG INDAH adalah
majelis yang di dalamnya disebut- sebut nama ALLAH swt, RASUL-Nya dan KAUM 'ARIFIN.

Bila kedekatan dan
pertemuan dengan kekasih
TERLEWATKAN, maka dengan mengingat MEREKA dapat mengusir KESEPIAN, bila
hujan deras tak terjadi, maka rintik hujan pun dapat menghidupi HATI YANG MATI.

Terkadang kau merasa CAPAI
dengan orang-orang yang ada DI SEKELILINGMU kemudian datang orang lain MEMIKULKAN BEBAN di PUNGGUNGMU. Ibarat karat ditumpuk dengan karat, maka menjadi sulit menghilangkannya. Allah swt sebagai saksinya,

Di masa hidup HABIB IDRUS bin UMAR ,

jika aku dirundung KESEDIHAN dan BADAN TERASA TIDAK BERSEMANGAT, aku segera pergi ke rumahnya, maka hanya dengan PANDANGANNYA saja HILANGLAH segala yang MENGGELISAHKANKU, seakan aku baru TERBEBAS dari BELENGGU. Inilah yang dimaksud dengan majelis yang
MENGHIDUPKAN HATI dan menghilangkan KEGELISAHAN.

IMAMUL HADDAD berkata :
dalam sebuah bait syairnya, "Engkau HARUS MEMILIKI seorang SYEIKH yang selalu engkau IKUTI JEJAKNYA. Pilihlah mereka dari KALANGAN yang BERHATI BERSIH untuk menuju keapda Allah swt.

"IMAM ALI bin MUHAMMAD bin HUSIN AL HABSYI berkata:

"Barangsiapa di zamannya tidak
pernah BERSAHABAT dengan seorang SYEIKH yang ARIF dan KOKOH. hidupnya berlalu begitu saja SEDANGKAN IA TERMASUK  orang-orang yang BANGKRUT."

SEORANG ARIF mengatakan:

"Barangsiapa yang tidak pernah
MEMANDANG WAJAH orang yang BERUNTUNG pasti IA TIDAK AKAN BERUNTUNG."

Karena PANDANGAN seorang AULYA  mampu MENEMBUS HATI, dan bila ia telah menembus hati AKAN MENGHASILKAN BIBIT, bibit itu akan
selalu TUMBUH dan tumbuh, ia
mendapat SIRAMAN dari curahan
RAHMAT ILAHI hingga orang tersebut menjadi PRIBADI YANG DIDEKATKAN oleh Allah SWT BERKAT pandangan AULYA
tersebut.

SEORANG ARIF bersya'ir,

"Satu PANDANGAN DARINYA bila memang MENGENAI seseorang. melalui pandangan kasih sayang, ATAS IZIN ALLAH SWT pasti dapat menghidupkannya.

IMAMUL HADDAD berkata:

"PARA PEMBIMBING MANUSIA beruntunglah orang yang MELIHAT MEREKA dan DUDUK DENGAN MEREKA meski SEKALI seumur hidup." Karena mereka para GURU ( masyayikh ) itu ibarat PERMATA MERAH.

Apabila mereka telah MEMBERIKAN PANDANGAN PADA SESEORANG niscaya mereka memberinya KEBERKAHAN dan RAHMAT, dan bila seseorang MELIHAT MEREKA ia dapat mengambil MANFA'AT cahaya mereka dan mengambil cahaya itu HINGGA  cahaya-cahaya tersebut MENYELIMUTINYA kemudian MENCAPAI di sisi Allah SWT, dan MENGENTASKANNYA dari KELALAIAN dan KEMAKSIATANNYA.

Dikisahkan oleh AL IMMAM ALI bin MUHAMMAD bin HUSIN AL HABSYI bahwa :

DI  MASA dahulu ada seorang LELAKI YANG  sejak KECIL SELALU BERMAKSIAT. Suatu hari ia berjalan melewati rumah seorang wali.

Ia MELIHAT PINTU RUMAH SANG WALI TERBUKA.

Ia berkata dalam hati, "Aku ini sejak DICIPTAKAN ALLAH SWT SELALU BERMAKSIAT. Sedangkan SANG WALI itu,
ia sejak diciptakan Allah swt SELALU TA'AT.

Aku INGIN masuk ke rumahnya dan MEMANDANG TUBUH yang TA'AT itu dari UJUNG KAKI hingga ujung RAMBUT, semoga di KIAMAT KELAK  aku memperoleh SYAFA'ATNYA.

" Ia lalu IA MASUK KE RUMAH ITU. Saat itu sang syeikh sedang BERDIRI di depan PINTU.

Lelaki itu lalu MEMANDANG SANG SYEIKH dari ujung rambut hingga ujung kaki. SETELAH ITU IA PERGI.

Baru BEBERAPA LANGKAH ia BERTEMU dengan salah seorang MURID sang SYEIKH TADI.

Mengapa KAU PERGI meninggalkannya ?"  tanya si murid.

"Aku hanya ingin MENATAPNYA.
Kukatakan pada diriku SEMOGA DZAT YANG TA'AT ITU MEMBERI SYAFAAT kepada dzat yang SUKA MAKSIAT INI."

Si murid lalu MENEMUI sang syeikh dan berkata,
"Apakah tadi ada seorang LELAKI datang MENEMUIMU ?"

"YA, ia berhenti di pintu kemudian pergi begitu saja," jawab sang syeikh.

"AKU JUGA MELIHATNYA meninggalkanmu.
Kutanyakan mengapa ia berbuat demikian, ia lalu menjelaskan alasannya," kata si MURID MENJELASKAN alasan si lelaki.

"BENARKAH ia berkat demikian?"

"BENAR"

"Kalu demikian, TIDAK ADA YANG PANTAS MEMEGANG SIR-KU kecuali DIA.

Panggillah DIA!"

Si murid lalu mencari mencari dan bertemu dengannya di PASAR.

"Cepat ke mari, kau akan memperoleh SESUATU TANPA HARUS BERSUSAH PAYAH." ajak si murid.

Sang syeikh kemudian MEMBERIKAN SIR-nya.
Lelaki itu akhirnya menjadi
KHALIFAH SANG SYEIKH  dan
MENGGANTIKAN KEDUDUKANNYA untuk mendidik murid-muridnya.

Begitulah PARA MASYAYEIKH yang SEJATI, mereka laksana TIANG UTAMA bagi PENCARI JALAN AKHIRAT, tiang PENEGAK AGAMA, SUMBER turunnya RAHMAT, dan tiang penegak HIDAYAH.  

Sebagaimana KATA PEPATH :

"BERSIMPUH dihadapan
ULAMA lebih utama daripada belajar TANPA GURU."

Dahulu ada seorang AYAH YANG SOLEH yang MENGAJARKAN anak-anaknya untuk selalu MEMANDANG WAJAH ORANG SOLEH dan duduk di majelisnya.

PILIHAN sang ayah jatuh pada Al-HABIB MUHAMMAD ANIS BIN ALWI BIN ALI AL HABSYI seorang Habib yang dalam PANDANGANNYA BELIAU memliki HATI YANG BENAR-BENAR MURNI.

Sang Ayah berkata, "COBA KALIAN HITUNG ADA BERAPA ANDENG-ANDENG di wajah Habib Anis ?

Jika TEPAT JAWABANNYA maka
abah akan berikan HADIAH."

Kemudian SAAT TIBA majelis rouhah anak-anaknya SELALU DUDUK di majelis HABIB ANIS sambil MENATAP WAJAH BELIAU
yang selalu diliputi SENYUMAN untuk mencari tahu berapa JUMLAH andeng - andeng di wajah beliau.

sepulangnya JAWABAN mereka BERAGAM.

Ada yang bilang SATU, ada yang bilang DUA ada yang bilang TIGA dan seterusnya.

Namun JAWABAN SEMUA DISALAHKAN oleh sang AYAH
sambil MEMOTIVASI untuk kembali HADIR DI MAJELIS HABIB ANIS untuk
kembali mencari JUMLAH YANG TEPAT.

Sampai pada AKHIRNYA SANG AYAH menjelaskan bukan kuisnya YANG PENTING TETAPI menatap WAJAH HABIB ANIS YANG PENTING, duduk di majelis beliau YANG PENTING DENGANNYA KEBERUNTUNGAN seseorang telah DEKAT.... lantas sang ayah pun MEMBERIKAN HADIAH yang dijanjikan kepada mereka.

As-syeikh al-Imam ALI BIN ABUBAKAR AS SAKRAN berkata:

"Sesungguhnya AS -SYEIKH MUHAMMAD BIN HASAN AL BAJALI termasuk ulama besar di YAMAN, pernah suatu saat ia BERMIMPI berjumpa dengan Nabi Muhammad saw."

Disebutkan dalam sebuah
riwayat, bahwa dalam mimpinya itu IA BERTANYA KEPADA Nabi Muhammad saw :

"Wahai Rasulullah saw, apakah
AMALAN YANG TERBAIK untuk aku lakukan di zaman ini ?"

Nabi Muhammad saw menajwab :
"Sebaik- baik amal kebajikan di masa kini ialah ENGKAU BERSIMPUH DIHADAPAN SEORANG WALI ALLAH SWT  baik ia MASIH HIDUP atau SUDAH WAFAT meski sejenak - yakni seperti MEMERAH SUSU kambing atau MEMECAH sebutir telur --- hal tersebut LEBIH BAIK daripada BERIBADAH sampai tubuhmu terpotong-potong."

PERHATIKANLAH HAL INI,  karena SEORANG WALI SENANTIASA HATINYA mendapat CURAHAN PANDANGAN ILAHI, dan bila seseorang MEMILIKI HUBUNGAN dengan PARA AULYA, atau MENCINTAI para auliya, atau DICINTAI para auliya, atau
MEMILIKI IKATAN HATI dengan MEREKA, atau MENGHADIRIi Majelis-Majelis mereka, NISCAYA ia akan MENDAPAT PERCIKAN PANDANGAN ILAHI sesuai dengan KESIAPAN HATINYA.

Di Tulis kembali,
Untuk direnungkan dan di Amalkan dan diambil Manfa'at,

Salam,

Ir.H.Husin Mulachela.
===============
.
.

Telaga nabi dan pendidikan keluarga

*_TELAGA NABI DAN PENDIDIKAN KELUARGA_*
.
بسم الله الرحمن الرحيم والحمد لله والصلاة و السلام على رسول الله أما بعد
.
وَإِنِّي مُنتَظِرُكُمْ عَلى الْحَوْضِ -الحديث. فانظر! إنما يكون ورودكم غدا على حسب الورود هنا إذا كنت تجيء مثل هذا المجلس ولك نية في صفاء القلب ولك نيه في رضى الرب ولك نية في العمل بالأوامر التي تسمعها فأنت وارد على حوضه. إذا رتّبت على نفسك تفقيه أسرتك في البيت وتعليمهم أحكام الشرع وتكون معينًا لهم على القيام بأمور الشرع. .
كن معينا لأولادك على الإستقامة فإنه تتخطفهم أيادي كثيرة لتسوء أقوالهم فينطقون بالسوء أو لتسوء أفعالهم فيفعلون المنكرات أو يتركون الواجبات أو لتسوء أفكارهم. فيحتقرون الشريعة أو يحتقرون الدين أو يحتقرون النبوة و الرسالة وهذا ما تدعو إليه اليوم أصوات كثيرة تتخطف علينا أبنائنا يا ربي احفظ أبنائنا و أبناء المسلمين!
كن حارصا لبتاتك! كن حارصا لزوجتك! أعنهم على القيام بأمر الشريعة! ولا تكن حائلا بينهم و بين خير .إذا أرادوا خيرا ساعدهم أعنهم فإن المسؤولية كبيرة! (قُوْا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيْكُمْ نَارَا)! .

Rasulullah ﷺ berpesan kepada kaum Anshar: “Aku menunggu kalian di telagaku (al kautsar)..” Renungkanlah! Kedatangan kalian besok disana akan sangat bergantung dengan keadaanmu di dunia. Jika engkau datang ke majelis seperti ini, dan ada niat untuk mensucikan hatimu, dan niat yang kuat untuk menggapai ridha Allah, dan niat yang kuat untuk mengamalkan apa-apa yang engkau dengar dalam majelis maka engkau akan sampai pada telaga Rasulullah! Jika engkau canangkan program pendidikan agama dan hukum syariah bagi keluargamu, dan engkau membantu mereka dalam menegakkan perintah syariat. Jadilah penolong bagi anak-anakmu agar mereka istiqamah, karena saat ini banyak sekali tangan-tangan yang mencengkeram mereka, yang bertujuan untuk merusak tutur kata mereka hingga mereka berbicara buruk, atau mereka berupaya merusak perilaku anak-anak kita hingga mereka berani berbuat yang terlarang, atau berani meninggalkan perintah agama, atau merusak akal mereka hingga berani melecehkan syariah, agama dan risalah kenabian. Hal inilah yang hari ini banyak dipropagandakan oleh berbagai media yang bertujuan mencengkeram anak-anak kita. Ya Rabb, jagalah anak-anak kami dan anak-anak kaum muslimin...
*_Habib umar bin hafizd bin syech abu bakar bin Salim_*                🌸🦋🌸

Kamis, 28 Desember 2017

Keutamaan Sedekah

*KEUTAMAAN SEDEKAH*

1.  Nabi Muhammad SAW bersabda: “Sedekah itu bisa menolak mati buruk”. (HR: Qudjai dari Abu Hurairah)

2.  Nabi Muhammad SAW bersabda: “Sedekah sirri (secara rahasia) memadamkan murka Allah SWT dan sedekah secara terang-terangan merupakan perisai dari neraka”.

3.  Nabi Muhammad SAW bersabda: “Sedekah itu bisa menutup 70 pintu keburukan” (HR: Thabrani dari Rafi` Khadij ra.).

4.  Nabi Muhammad SAW bersabda: “Takutlah kalian pada neraka walaupun dengan sesobek kurma, jika kalian tidak mendapatkannya maka dengan kalimat yang baik”. (HR: Ahmad, Bukhari, dan Muslim dari Adiy bin Hatim).

5.  Nabi Muhammad SAW bersabda: “Janganlah kalian merasa malu untuk memberi sedikit, karena sesungguhnya tidak memberi lebih sedikit daripada memberi sedikit”.

6.  Nabi Muhammad SAW bersabda: “Barang siapa yang membentak peminta (pengemis) makakelak di hari kiamat dibentak oleh malaikat”.

7.  Nabi Muhammad SAW bersabda: “Mas kawin bidadari itu segenggam kurma dan sepotong roti”.

8.  Nabi Muhammad SAW bersabda: “Tidaklah berkurang suatu harta karena sedekah”.

9.  Nabi Muhammad SAW bersabda: “Sedekah itu sesuatu yang besar. Beliau mengucapkannya sampai tiga kali”.

10. Nabi Muhammad SAW bersabda: “Sedekah itu menolak bala dan memanjangkan umur”.

*Wallahu'Alam Bishshowab*