Minggu, 07 Juni 2020

HABIB LUTFI BIN YAHYA

CERAMAH HABIB LUTFI BIN YAHYA (YOUTUBE)


Sabtu, 02 Mei 2020

Nasehat Ramadhan Oleh Habib Umar Bin Hafidz

※ Perhatikan kembali perilakumu, bagaimana ikatan mu dengan al Qur'an di hari² yang telah lalu, kamu sekarang berada di bulan tempat di turunkannya al Qur'an..
Apakah kamu tidak memperhatikannya!!
Apakah kamu tidak merenungkannya!!
Kalau hatimu terkunci terus kapan akan dibuka?
Kalau tidak di bukan di musim ini, kalau tidak dibuka di bulan ini, kalau tidak di buka pada kesempatan ini..

Bukalah qembok² yang mengunci hatimu, bangkit dengan penuh kejujuran kepada tuhanmu dan memohonlah kepada Zat yang Maha Agung dengan Keagungannya..

Jadilah orang yang bagus dalam bertilawah, renungkan apa yang ada di dalam al Qur'an..

Perbanyaklah membaca dan hatamkan bacaan mu..
Kalau kamu telah menghatamkan satu kali atau dua kali, maka hatamkan lagi ke tiga kali dan ke empat kali..

Sehingga berlalu keseharianmu di bulan ini penuh dengan keberkahan.

 

※ Apabila beralu hari²mu sedang kamu dalam keadaan puasa dan menghidupkan malam dengan penuh ibadah akan tetapi masi kamu melihat sesuatu yg haram, memutus tali silaturahmi, menyakiti perasaan ayah atau ibumu, ada rasa dendam didalam hatimu terhadap orang muslim, maka ketahuilah kamu tidak mengetahui apa itu hakikatnya puasa dan tidak kamu ketahui pula arti menghidupkan malam.



※ Bertakwalah kepada Allah dalam bentuk Keridhoan kalian pada segala ketatapan Allah..
Bertakwalah kepada Allah dengan tidak condong kepada hal yang memutusmu dari Allah..
Jangan hinakan diri kalian dengan kehinaan berpaling dari Allah..
Dan hendaklah tambah rasa fokus dalam ibadah kalian kepada Allah dengan segala maknanya..

Dan hendaklah kalian menyambut bulan yang mulia ini dengan rasa cinta, pengagungan, pemuliaan dan juga dengan niat yang kuat, semangat yang tinggi serta luhur, dan juga dengan memperbaiki puasa kalian seperti apa yang Allah minta dari kalian, agar kalian mendapatkan bagian dari rahasia ketakwaan kepadaNya, dan memperbaiki keadaan kalian dalam memperbanyak ibadah di dalamnya sesuai apa yang di sunnahkan oleh Nabi kalian, maka kalian akan mendapatkan bagian besar dari kedermawanan dan pemberian Allah, Nabi saw bersabda :

 "فرضَ الله عليكم صيامَه وسنَنْتُ لكم قيامَه، فمَن صامَه وقامَه إيمانا واحتساباً خرجَ مِن ذنوبه كيوم ولدَته أمه"

“Allah swt telah mewajibkan atas kalian puasa dalam bulan tersebut, dan ku sunnahkan bagi kalian memperbanyak ibadah di dalamnya, maka barang siapa yang berpuasa dan memperbanyak ibadah di dalamnya dalam penuh keimanan dan keikhlasan, maka semua dosanya akan keluar darinya seperti hari dimana dia dilahirkan oleh ibunya”.


※ Hendaknya kita fokus untuk menghadirkan hati ketika berbuka dan berdoa, karena itu adalah waktu pembebasan dari api neraka,

"وَ إِنَّ لِلّهِ فِي كُلِّ لَيْلَةٍ سِتّمِائَة أَلْفِ عَتِيقٍ مِنَ النَّارِ، وَفِي الرِّوَايَةِ الأُخْرَى،  ألف ألفِ عَتِيقٍ مِنَ النَّارِ"

“Dan sesungguhnya di setiap malam Allah akan membebaskan 600 ribu makhluk dari api neraka, Dalam satu riwayat yang lain, satu juta yang dibebaskan dari api neraka."

Jumat, 03 April 2020

MAKNA DAN KEUTAMAAN BULAN SYA'BAN

MAKNA DAN KEUTAMAAN BULAN SYA’BAN

Assalamu’alaikum warahmatullah wabarakatuh

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُه

Sya’ban dalam bahasa arab terdiri dari lima huruf. Syin, ain, ba’, alif dan nun. 
Huruf syin mewakili kata syaraf yang bermakan kemuliaan. 
Huruf ain adalah singkatan dari ‘uuwwi yang berarti tingkat tinggi. 
Huruf ba’ dari kata birr yaitu kebaikan. 
Huruf alif dari kata ulfah yang mengandung makna kasih sayang. 
Huruf nun dari kata nur yang berarti cahaya. 

Inilah segala predikat yang melekat dalam bulan Sya’ban 
yang disediakan oleh Allah ﷻuntuk hamba-hambanya.
Pada bulan Sya’ban inilah Allah ﷻ membuka pintu-pintu kebaikan dan 
menurunkan berkah-Nya dan pada bulan inilah Allah ﷻ bershalawat kepada Rasulullah ﷺ
selaku Khairul Bariyyat (makhluk yang paling mulia).

وهو شهر الصلاة على النبى المختار, قال الله تعالى 
"ان الله وملائكته يصلون على النبى يايها الذين امنوا صلوا عليه وسلموا تسليما

Dalam sebuah pendapat sebagaimana dinuqil oleh 
Quthbur Rabbani Syaikh Abdul Qadir al-Jailani رحمه الله‎
dalam kitabnya ‘al-Ghunyah’ di katakan:

صلاة الرب تبارك وتعالى على نبيه تعظيم الحرمة, 
وصلاة الملائكة عليه اظهار الكرامة, 
وصلاة الأمة عليه طلب الشفاعة.

Shalawat yang berikan Allah  ﷻ kepada Muhammad ﷺ adalah sebuah penghormatan, 
Shalawat atas Nabi ﷺ dari para malaikat merupakan pengejawantahan dari karamah, 
sedangkan 
Shalawat atas nabi ﷺ dari kita selaku ummat adalah permohonan syafaat dan pertolongan.

Tentang KEUTAMAAN bulan sya’ban, dalam kitab yang sama diterangkan lebih lanjut 
bahwa Allah ﷻ selalu memilih SATU dari EMPAT hal :

Allah ﷻ memililih empat MALAILAT,
yaitu Jibril عليه السلام, Mikail عليه السلام , Israfil عليه السلام dan Izrail عليه السلام. 
Dan Allah ﷻ mengutamakan untuk memilih malaikat Jibril عليه السلام. 

Allah ﷻ memilih empat NABI, 
yaitu Ibrahim عليه السلام, Musa عليه السلام , Isa عليه السلام dan Muhammad ﷺ. 
Dan Allah ﷻ mengutamakan untuk memilih Nabi Muhammad ﷺ. 

Allah ﷻ memilih empat SAHABAT, 
Abu Bakar رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ, Umar رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ , Usman رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ dan Ali رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ. 
Dan Allah ﷻ mengutamakan kuntuk memilih Abu Bakar رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ. 

Allah ﷻ memilih empat MASJID,
Masjidil Haram, Masjidil Aqsha, Masjid Nabawi, dan Masjid Turisina. 
Dan Allah ﷻ mengutamakan untuk memilih Masjidil Haram. 

Begitulah seterusnya hingga Allah ﷻ memilih empat BULAN 
yaitu Rajab, Sya’ban, Ramadhan dan Muharram. 
Dan Allah ﷻ mengutamakan untuk memilih Sya’ban. 
Kemudian Allah ﷻ jadikan Sya’ban sebagai Syahrun nabi bulannya Rasulullah ﷺ. 
Sebagaimana posisi Rasululullah ﷺ sebagai Afdhlul Anbiya’
maka bulan Sya’ban pun sebagai Afdhalus Syuhur.

Dijelaskan dalam hadits secara eksplisit:

وقد روى  ابو هريرة رضى الله عنه انه قال ان النبي صلى الله عليه وسلم قال: 
شعبان شهرى, ورجب شهر الله, ورمضان شهرامتى, شعبان هو المكفر, ورمضان هو المطهر.

Sya’ban adalah bulanku, Rajab adalah bulan Tuhanku, Ramadhan adalah bulan umatku. 
Sya’ban adalah bulan pemberangus dosa dan Ramadhan adalah bulan penyucian diri.     

Dalam konteks menjaga ketaatan selama Sy’aban inilah kemudian Rasulullah ﷺ
mengeluarkan hadits yang cukup terkenal. 
Diceritakan bahwa suatu ketika Nabi ﷺ memberikan mauidhah kepada seorang lelaki 
yang ternyata adalah Abdullah bin Umar bin Khattab رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ. 
Rasulullah ﷺ bersabda :
“jagalah lima perkara sebelum datangnya lima yang lainnya, 
 masa mudamu sebelum masa tuamu. 
 Sehatmu sebelum masa sakitmu. 
 Kayamu sebelum datang miskinmu. 
 Kelonggaranmu sebeblum waktu sumpekmu dan hidupmu sebelum matimu."

PERISTIWA PENTING DI BULAN SYA’BAN

Assalamu’alaikum warahmatullah wabarakatuh

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُه

Dalam kitab Ma Dza fi Sya’ban? karya Sayyid Muhammad bin Alawi Al-Maliki رحمه الله‎
menyebutkan tiga peristiwa penting yang berimbas pada kehidupan beragama seorang Muslim.

1. Peralihan Kiblat

Peralihan kiblat dari Masjidil Aqsha ke Masjidil Haram terjadi pada bulan Sya’ban. 
Menurut Al-Qurthubi ketika menafsirkan Surat Al-Baqarah ayat 144 
dalam kitab Al-Jami’ li Ahkāmil Qur’an dengan mengutip pendapat 
Abu Hatim Al-Basti mengatakan bahwa Allah ﷻ memerintahkan 
Nabi Muhammad ﷺ untuk mengalihkan kiblat pada malam Selasa bulan Sya’ban 
yang bertepatan dengan malam nisfu Sya’ban.

Peralihan kiblat ini merupakan suatu hal yang sangat ditunggu2 oleh Nabi Muhammad ﷺ. 
Bahkan diceritakan bahwa Nabi Muhammad ﷺ berdiri menghadap langit 
setiap hari menunggu wahyu turun perihal peralihan kiblat itu 
seperti Surat Al-Baqarah ayat 144 berikut.

قَدْ نَرَى تَقَلُّبَ وَجْهِكَ فِي السَّمَاءِ فَلَنُوَلِّيَنَّكَ قِبْلَةً تَرْضَاهَا فَوَلِّ وَجْهَكَ شَطْرَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ

“Sungguh Kami melihat wajahmu kerap menengadah ke langit, 
  maka sungguh Kami akan memalingkanmu ke kiblat yang kamu sukai. 
  Palingkanlah wajahmu ke arah Masjidil Haram.”

2. Penyerahan Rekapitulasi Keseluruhan Amal kepada Allah ﷻ

Salah satu hal yang menjadikan bulan Sya’ban utama adalah bahwa pada bulan ini 
semua amal kita diserahkan kepada Allah ﷻ. 
Sayyid Muhammad bin Alawi Al-Maliki رحمه الله‎ mengutip sebuah hadits riwayat An-Nasa’i 
yang meriwayatkan dialog Usamah bin Zaid رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ dan Nabi Muhammad ﷺ.

“Wahai Nabi, aku tidak melihatmu berpuasa di bulan-bulan lain sebagaimana 
  engkau berpuasa di bulan Sya’ban?”

Kemudian Rasulullah ﷺ menjawab, 
“Banyak manusia yang lalai di bulan Sya’ban. 
 Pada bulan itu semua amal diserahkan kepada Allah ﷻ. 
 Dan aku suka ketika amalku diserahkan kepada Allah ﷻ, aku dalam keadaan puasa.”

Penyerahan amal yang dimaksud dalam hal ini adalah penyerahan seluruh 
rekapitulasi amal kita secara penuh. Walaupun, menurut Sayyid Muhammad Alawi رحمه الله‎, 
ada beberapa waktu tertentu yang menjadi waktu penyerahan amal 
kepada Allah ﷻ selain bulan Sya’ban, yaitu setiap siang, malam, setiap pekan. 
Ada juga beberapa amal yang diserahkan langsung kepada Allah ﷻ tanpa 
menunggu waktu-waktu tersebut, yaitu catatan amal shalat lima waktu.

3. Penurunan Ayat tentang Anjuran Shalawat untuk Rasulullah ﷺ

Pada bulan Sya’ban juga diturunkan ayat anjuran untuk bershalawat untuk 
Nabi Muhammad ﷺ, yaitu Surat Al-Ahzab ayat 56.

إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا

“Sungguh Allah dan para malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. 
 Hai orang-orang yang beriman, shalawatlah kamu untuk Nabi dan 
 ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.”

Ibnu Abi Shai Al-Yamani mengatakan, bulan Sya’ban adalah bulan shalawat. 
Karena pada bulan itulah ayat tentang anjuran shalawat diturunkan. 
Pendapat ini dikuatkan oleh pendapat Imam Syihabuddin Al-Qasthalani 
dalam Al-Mawahib-nya, serta Ibnu Hajar Al-Asqalani yang mengatakan bahwa 
ayat itu turun pada bulan Sya’ban tahun ke-2 hijriyah. 

اللهم صل على سيدنا محمد وعلى آل سيدنا محمد

Allahumma Sholli 'Ala Sayyidina Muhammad, Wa 'ala Aali Sayyidina Muhammad.

Semoga bermanfaat
Silahkan share

Sumber :
Kitab Ma Dza fi Sya’ban 
Karya Sayyid Muhammad bin Alawi Al-Maliki

Sumber :
Kitabnya ‘al-Ghunyah’
Karya : Quthbur Rabbani Syaikh Abdul Qadir al-Jailan رحمه الله‎

Senin, 02 Maret 2020

KEUTAMAAN ILMU DAN ULAMA

lubabul hadits bab ke - 1 keutamaan ilmu dan ulama


         Kitab Lubabul Hadits ini ditulis oleh Syekh Jalaluddin As-Suyuti, Oleh umat Islam beliau lebih dikenal sebagai salah seorang dari penyusun tafsir Jalalain, sebuah tafsir yang di beberapa pesantren di Indonesia sebagai kitab tafsir pegangan. Demikian juga dengan Lubabul Hadits ini, di beberapa pesantren juga dipakai sebagai materi dasar pelajaran hadits
        Kitab ini terdiri dari 40 bab, dan tiap bab berisi 10 hadits, sehingga jumlah hadits yang ada dalam kitab ini berjumlah 400 hadits
 
قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِابْنِ مَسْعُوْدٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ. يَاابْنَ مَسْعُوْدٍ جُلُوْسُكَ سَاعَةً فِىْ مَجْلِسِ اْلعِلْمِ لَا تَمَسُّ قَلَمًا وَلَا تَكْتُبُ حَرْفًا خَيْرٌ لَكَ مِنْ عِتْقِ اَلْفِ رَقَبَةٍ، وَنَظَرُكَ اِلَى وَجْهِ الْعَالِمِ خَيْرٌ لَكَ مِنْ اَلْفِ فَرَسٍ تَصَدَّقْتَ بِهَا فِىْ سَبِيْلِ اللهِ، وَسَلَامُكَ عَلَى اْلعَالِمِ خَيْرٌ لَكَ مِنْ عِبَادَةِ اَلْفِ سَنَةٍ 
1.      Nabi Muhammad SAW berkata kepada Ibnu Mas`ud RDH : "Ya Ibnu Mas`ud, dudukmu (walaupun sebentar) di majlis ilmu, walaupun tanpa memegang pena dan menulis satu hurufpun adalah lebih bagus daripada memerdekakan seribu raqabah (budak), pandanganmu terhadap orang alim lebih bagus daripada seribu kuda yang kamu sedekahkan di jalan Allah (sabilillah), salam-mu kepada orang alim lebih bagus daripada ibadah seribu tahun".
وَقَالَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقِيْهٌ وَاحِدٌ مُتَوَرِّعٌ اَشَدُّ عَلَى الشَّيْطَانِ مِنْ اَلْفِ عَابِدٍ مُجْتَهِدٍ جَاهِلٍ وَرَعٍ
2.      Nabi Muhammad SAW bersabda: satu orang  faqih (tahu hukum syariah) yang ahli wira`i (menjauhkan diri dari perbuatan yg dilarang syariah), bagi syetan itu lebih berat daripada 1000 ahli ibadah yang bodoh, bersungguh-sungguh dalam ibadah, dan ahli wira`i.
وَقَالَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اَفْضَلُ اْلعَالِمِ عَلَى اْلعِابِدِ كَفَضْلِ اْلقَمَرِ لَيْلَةَ اْلبَدْرِ عَلَى اْلكَوَاكِبِ
3.      Nabi Muhammad SAW bersabda: "Keutamaan orang `alim (yang mengamalkan ilmunya) mengalahkan `abid (ahli ibadah) adalah bagaikan rembulan (bulan purnama) yangmengalahkan semua bintang-bintang".
وَقَالَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنِ انَتَقَلَ يَتَعَلَّمَ عِلْمًا غُفِرَ لَهُ قَبْلَ اَنْ يَخْطُوَ
4.      Nabi Muhammad SAW bersabda: "Barang siapa berpindah tempat untuk menuntuk ilmu (syariat) maka dosanya diampuni sebelum dia melangkah.
وَقَالَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اَكْرِمُوا اْلعُلَمَاءَ فَإِنَّهُمْ عِنْدَ اللهِ كُرَمَاءُ مُكْرَمُوْنَ
5.      Nabi Muhammad SAW bersabda: "Mulyakanlah para ulama karena sesungguhnya mereka adalah orang-orang mulya yang dimulyakan di sisi Allah SWT"
وَقَالَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ نَظَرَ اِلَى وَجْهِ الْعَالِمِ نَظْرَةً فَفَرِحَ بِهَا، خَلَقَ اللهُ تَعَالَى مِنْ تِلْكَ النَّظْرَةِ مَلَكًا يَسْتَغْفِرُ لَهُ اِلَى يَوْمِ اْلقِيَامَةِ
6.      Nabi Muhammad SAW bersabda: "Barang siapa setelah melihat wajah orang alim merasa bahagia, walaupun hanya sekali lihat haja, maka Allah SWT meciptakan dari pendangan tersebut seorang malaikat yang akan memintakan ampunan bagi orang tersebut hingga hari kiamat".
وَقَالَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ اَكْرَمَ عَالِمًا فَقَدْ اَكْرَمَنِيْ، وَمَنْ اَكْرَمَنِيْ فَقَدْ اَكْرَمَ اللهَ وَمَنْ اَكْرَمَ اللهَ فَمَأْوَاهُ الْجَنَّةُ
7.      Nabi Muhammad SAW bersabda: "Barang siapa memulyakan orang alim maka dia benar-benar telah memulyakanku dan barang siapa memulyakaknku maka dia benar-benra telah memulyakan Allah dan barang siapa memulyakan Allah maka tempat lembalinya adalah surga".
وَقَالَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَوْمُ اْلعَالِمِ اَفْضَلُ مِنْ عَبَادَةِ الْجاَهِلِ
8.      Nabi Muhammad SAW bersabda: "Tidurnya orang alim lebih utama daripada ibadanya orang bodoh".
وَقَالَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ تَعَلَّمَ بَابًا مِنَ الْعِلْمِ يَعْمَلُ بِهِ اَوْ لَمْ يَعْمَلْ بِهِ كَانَ اَفْضَلَ مِنْ اَنْ يُصَلِّىَ اَلْفَ رَكْعَةٍ تَطَوُّعًا
9.      Nabi Muhammad SAW bersabda, "Barang siapa mempelajari satu bab ilmu (saja), baik diamalkan maupun tidak, maka itu saja sudah lebih baik daripada shalat sunat 1000 raka`at ".
وَقَالَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ زَارَ عَالِمًا فَكَأَنَّمَا زَارَنِيْ وَمَنْ صَافَحَ عَالِمًا فَكَأَنَّمَا صَافَحَنِيْ، وَمَنْ جَالَسَ عَالِمًا فَكَأَنَّمَا جَالَسَنِيْ فِى الدُّنْيَا، وَمَنْ جَالَسَنِيْ فِى الدُّنْيَا اَجْلَسْتُ مَعِيْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ
10. Nabi Muhammad SAW bersabda, "Barang siapa berkunjung (atau berziarah) kepada orang alim maka dia seperti mengunjungiku, barang siapa bersalaman dengan orang alim ma dia seperti menyalamiku, barang siapa duduk bersama orang alim maka dia seperti duduk bersamaku di dunia, barang siapa duduk bersamaku di dunia maka aku akan mendudukannya bersamaku di hari kiamat".
Sumber : Posted by wongsantun
http://www.wongsantun.com

Selasa, 28 Januari 2020

KEUTAMAAN PENDUDUK DAN NEGERI YAMAN DALAM ALQUR'AN DAN HADIST.


Keutamaan penduduk yaman dan alqur’an dan hadits (Negeri Para Nabi dan Habaib)

            BUMI PARA NABI - NABI
Yaman
– keutamaan dan keberkahannya-

Yaman merupakan salah satu negara di jaziroh arab, letaknya berdekatan dengan negeri tauhid Saudi Arabia, Yaman merupakan salah satu tonggak sejarah dalam islam, mempunyai banyak sekali keutamaan, telah masyhur dalam kitab-kitab sejarah islam betapa banyaknya keutamaan serta kebaikan yang Allah subhanau wa ta’ala limpahkan kepada negeri ini, dahulu kala di masa jahiliyah maupun sesudah datangnya islam, berupa kemuliaan akhlak para penduduknya, para rosul dan nabi, keajaiban-keajaiban dunia, kerajaan-kerajaan bersejarah, para ahli sya’ir, para penulis kitab, para ulama, para fuqoha, ahli ibadah, ahli zuhud, dan selain daripada yang demikian.

Keutamaan negeri Yaman dan ahlu Yaman
 dalam Al-Qur’an

Allah subhanahu wa ta’ala telah memberkahi negeri yaman, dan berfirman bahwa negeri saba’ (sebuah negeri di yaman) adalah sebuah negeri yang baik, sebagaimana difirmankan dalam Al-Qur’an surat Saba’ 15 :
لَقَدۡ كَانَ لِسَبَإٍ۬ فِى مَسۡكَنِهِمۡ ءَايَةٌ۬ ۖ جَنَّتَانِ عَن يَمِينٍ۬ وَشِمَالٍ۬ۖ كُلُواْ مِن رِّزۡقِ رَبِّكُمۡ وَٱشۡكُرُواْ لَهُۚ ۥ بَلۡدَةٌ۬ طَيِّبَةٌ۬ وَرَبٌّ غَفُورٌ۬ (١٥)
artinya :
“Sesungguhnya bagi kaum Saba’ ada tanda [kekuasaan Tuhan] di tempat kediaman mereka yaitu dua buah kebun di sebelah kanan dan di sebelah kiri. [Kepada mereka dikatakan]: “Makanlah olehmu dari rezki yang [dianugerahkan] Tuhanmu dan bersyukurlah kamu kepada-Nya. [Negerimu] adalah negeri yang baik dan [Tuhanmu] adalah Tuhan Yang Maha Pengampun”. (15)” (QS. Saba’ 15)

يَـٰٓأَيُّہَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ مَن يَرۡتَدَّ مِنكُمۡ عَن دِينِهِۦ فَسَوۡفَ يَأۡتِى ٱللَّهُ بِقَوۡمٍ۬ يُحِبُّہُمۡ وَيُحِبُّونَهُ ۥۤ أَذِلَّةٍ عَلَى ٱلۡمُؤۡمِنِينَ أَعِزَّةٍ عَلَى ٱلۡكَـٰفِرِينَ يُجَـٰهِدُونَ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ وَلَا يَخَافُونَ لَوۡمَةَ لَآٮِٕمٍ۬‌ۚ ذَٲلِكَ فَضۡلُ ٱللَّهِ يُؤۡتِيهِ مَن يَشَآءُ‌ۚ وَٱللَّهُ وَٲسِعٌ عَلِيمٌ)
“Hai orang-orang yang beriman, barangsiapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintai-Nya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mu’min, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad di jalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Maha Luas [pemberian-Nya] lagi Maha Mengetahui” (QS. Al-Maidah 54)

Kaum yang Allah subhanahu wa ta’ala sebutkan di atas, sebagai kaum yang Allah mencintai mereka dan mereka mencintai Allah, mereka adalah bangsa yaman.
Sebagaimana datang penjelasan tafsir ayat di atas dalam hadits di bawah ini,
عن جابر بن عبد الله قال :سئل رسول الله عن قوله تعالى : (فَسَوۡفَ يَأۡتِى ٱللَّهُ بِقَوۡمٍ۬ يُحِبُّہُمۡ وَيُحِبُّونَهُ) قال : هؤلاء قوم من اليمن
Diriwayatkan oleh Imam Ath-tabrani dari sahabat jabir bin abdillah bahwasanya beliau berkata : rosulullah shalallahu alaihi wa sallam telah ditanya tentang firman Allah (“maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintai-Nya“) beliau berkata : mereka adalah sekelompok kaum dari negeri yaman.

Ahlu Yaman berbondong-bondong memasuki agama Allah

عن أبي هريرة قال : لما نزلت : (إِذَا جَآءَ نَصۡرُ ٱللَّهِ وَٱلۡفَتۡحُ (١) وَرَأَيۡتَ ٱلنَّاسَ يَدۡخُلُونَ فِى دِينِ ٱللَّهِ أَفۡوَاجً۬ا (٢) ) قال رسول الله : أتاكم أهل اليمن, هم أرقّ قلوبا, الإيمان يمان و الفقه يمان و الحكمة يمانية

Dari abi huroiroh berkata: 
tatkala diturunkan ayat 
(” Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan. 
(1)Dan kamu lihat manusia masuk agama Allah dengan berbondong-bondong, 
(2)” )

Rosulullah shalallahu alaihi wa sallam berkata: penduduk negeri Yaman telah datang kepada kalian, mereka adalah orang-orang yang paling lembut hatinya, Iman itu ada pada yaman, dan Fiqih ada pada Yaman, dan hikmah ada pada yaman [HR. Imam Ahmad]

عن ابن عبّاس قال : بينما النّبيّ بالمدينة إذ قال : الله أكبر ! الله أكبر !, جاء نصر الله و الفتح, و جاء أهل اليمن : قوم نقية قلوبهم ليّنة طباعهم, الإيمان يمان و الفقه يمان و الحكمة يمانية (أخرجه ابن حبّان في موارد الظّمآن و صحّحه الألباني)

Diriwayatkan dari ibnu abbas : suatu ketika nabi berada di madinah tiba-tiba beliau bertakbir : Allahu akbar…. Allahu akbar telah datang pertolongan Allah dan telah datang penduduk yaman, suatu kaum yang bersih hati mereka, lembut tabiat mereka… imam itu ada pada yaman dan fiqih itu ada pada yaman dan hikmah itu ada pada yaman [HR. Ibnu Hibban]

Keutamaan negeri Yaman dan penduduknya dalam lembaran sunnah rosulullah
عن أبي هريرة قال : قال رسول الله : أتاكم أهل اليمن, هم أرقّ أفئدة و ألين قلوبا, الإيمان يمان و الحكمة يمانية (متفق عليه)
قال الإمام البغويّ في شرح السنّة <>

Dari Abu huroiroh beliau berkata : Rosulullah shalallahu alaihi wa sallam bersabda : penduduk negeri Yaman telah datang kepada kalian, mereka adalah orang-orang yang paling lembut hatinya, Iman itu ada pada yaman, dan hikmah ada pada yaman. [ HR. Bukhari-Muslim]

Berkata Imam Al-Baghowi dalam kitab syarhus sunnah ketika menerangkan hadits di atas 
“yang demikian itu merupakan pujian kepada penduduk yaman, dikarenakan mereka adalah kaum yang bersegera dalam beriman kepada rosulullah, dan baiknya keimanan mereka kepada Allah subhanahu wa ta’ala”

Ahlu Yaman adalah orang-orang yang pertama minum dari telaga rosulullah
عن ثوبان أن نبي الله صلى الله عليه وسلم قال إني لبعقر حوضي أذود الناس لأهل اليمن أضرب بعصاي حتى يرفض عليهم
Dari sahabat tsauban berkata : rosulullah shalallahu alaihi wa sallam telah bersabda “sesungguhnya aku (nanti di akhirat) berada di samping telagaku, aku akan menghalangi setiap manusia yang akan minum dari telagaku sehingga penduduk yaman dapat meminum air dari telagaku terlebih dahulu, aku memukul dengan tongkatku sehingga mengalirlah air telaga tersebut sampai pada mereka. [HR. Muslim]

Berkata Imam An-Nawawi menjelaskan kandungan hadits di atas : “hal tersebut merupakan karomah bagi ahlu yaman karena rosulullah shalallahu alaihi wa sallam mendahulukan mereka dalam hal meminum air telaga beliau, sebagai balasan atas kebaikan-kebaikan mereka dan bersegeranya mereka dalam memeluk agama islam” [Syarah Shohih Muslim]

Nabi mendo’akan hidayah dan barokah kepada ahlu yaman

عن أنس عن زيد بن ثابت رضي الله عنه أن النبي صلى الله عليه وسلم نظر قبل اليمن فقال اللهم أقبل بقلوبهم
Dari sahabat zaid bin tsabit : bahwasanya nabi mengarahkan pandangannya ke arah negeri yaman, kemudian beliau berkata : Ya Allah… jadikanlah di hati mereka kelapangan dalam menerima islam [HR. Tirmidzi berkata Imam Al-Albani hadits hasan shohih]
عن عبد الله بن عمر أنّ النبي قال : اللهم بارك لنا في يمننا…..
Diriwayatkan dari abdullah bin umar bahwasanya nabi berdo’a : Ya Allah berkahilah kami pada Yaman kami (negeri Yaman) [HR. A-Bukhari]

Rasulullah mendo’akan dengan hidayah dan keberkahan tidaklah yang demikian itu beliau lakukan melainkan karena keutamaan dan kebaikan pada sesuatu yang beliau do’akan, dan pada hadits di atas merupakan penetapan akan keutamaan negeri yaman berupa barokah dari do’a rosulullah.
Bersegeranya ahlu yaman dalam menyambut dakwah islam

عن عمران بن حصين قال عبد الرحمن جاء نفر من بني تميم قال وكيع جاءت بنو تميم إلى النبي صلى الله عليه وسلم فقال أبشروا يا بني تميم قالوا يا رسول الله بشرتنا فأعطنا قال عبد الرحمن فتغير وجه رسول الله صلى الله عليه وسلم قال فجاء حي من يمن فقال اقبلوا البشرى إذ لم يقبلها بنو تميم قالوا يا رسول الله قبلنا جئنا لنتفقه في الدين
Diriwayatkan dari sahabat ‘Imron bin husein, beliau berkata : suatu hari aku berada di samping rosulullah shalallahu alaihi wa sallam tatkala datang kepada beliau sekelompok kaum dari bani tamim, maka berkata rosulullah shalallahu alaihi wa sallam kepada mereka, “aku sampaikan kepada kalian berita gembira (seruan kepada islam dan balasannya berupa surga), mereka berkata kepada rosulullah shalallahu alaihi wa sallam : 
engkau telah memberi kami kabar gembira, maka berilah kepada kami sesuatu (sebagai hadiah) –maka berubahlah wajah rosulullah- kemudian datang penduduk yaman menemui rasulullah, maka berkatalah rosulullah shalallahu alaihi wa sallam kepada mereka “ wahai para penduduk yaman aku sampaikan kepada kalian berita gembira (seruan kepada islam dan balasannya berupa surga) yang mana bani tamim tidak menerima kabar gembira tersebut dariku, ahlu yaman berkata kepada rosulullah shalallahu alaihi wa sallam : kami menerima seruan engkau, kami mendatangi engkau dalam rangka mempelajari agama.” [HR. Al-Bukhari]

Penduduk yaman adalah sebaik-baik penduduk bumi
عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ جُبَيْرِ بْنِ مُطْعِمٍ ، عَنْ أَبِيهِ ، قَالَ : كُنَّا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِطَرِيقٍ بَيْنَ مَكَّةَ وَالْمَدِينَةِ ، فَقَالَ : ” يُوشِكُ أَنْ يَطْلُعَ عَلَيْكُمْ أَهْلُ الْيَمَنِ ، كَأَنَّهَا قِطَعُ السَّحَابِ ، أَوْ قِطْعَةُ سَحَابٍ ، هُمْ خِيَارُ مَنْ فِي الأَرْضِ…
Dari jubair bin muthim berkata : suatu ketika kami bersama rasulullah di suatu jalan antara makkah dan madinah, maka berkata rasulullah : hampir-hampir saja bangsa yaman melebihi kalian, seakan-akan mereka seperti gumpalan awan, mereka adalah sebaik-baik penduduk bumi. [HR. Imam Ahmad, Imam Bukhari, Imam Al-Baihaqi,]
Sebaik-baik lelaki adalah lelaki ahlu yaman
عن عمرو بن عبسة السلميّ…. بل خير الرجال رجال أهل اليمن
Dari sahabat ‘amr bin abasah rasulullah bersabda : sebaik-baik lelaki adalah lelaki penduduk yaman” [HR. Imam Ahmad, Al-Bukhari]

Kegigihan ahlu yaman dalam menjalani ketaatan kepada Allah

عن أبي سعيد الخدري رضي الله عنه قال: قال رسول الله صلى … «إنه سيأتي قوم تحقرون أعمالكم إلى أعمالهم، قلنا: يا رسول الله، أقريش؟ … قال : لا و لكن هم أهل اليمن
Dari abu sa’id al-khudri berkata : rasulullah berkata : “sesungguhnya akan datang suatu kaum yang kalian akan merasa minder jika membandingkan amalan kalian dengan amalan mereka” sahabat anas bin malik bertanya : wahai rosulullah, apakah mereka kaum dari kaum quraisy ? berkata rosulullah : “Tidak, akan tetapi mereka adalah kaum dari negeri yaman” [HR. Ibnu Abi Ashim,]
Berkata Imam ibnu jarir ath-thabari dalam tafsirnya : “sesungguhnya Allah mendatangkan ahlu yaman pada masa kekhilafan umar bin khotob, kala itu sikap mereka terhadap ajaran agama islam merupakan yang paling baik diantara kaum-kaum yang lain yang memeluk islam [dari luar mekkah dan madinah] dan mereka pada waktu itu adalah kaum yang paling banyak memberi pertolongan kepada kaum muslimin.
Keutamaan ahlu aden (penduduk kota aden)
عن ابن عباس قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم ( يخرج من عدن أبين اثنا عشر ألفاً ينصرون الله ورسوله ) …..
Dari Ibnu Abbas berkata : Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam berkata : akan keluar dari antara kota aden dan kota abyan 12.000 orang yang akan menolong agama Allah dan menolong Rasul-Nya.

Sumber :majalahalhabib.blogspot.com

Kamis, 06 Juni 2019

Cara memperlakukan Anak dalam Islam (Ali bin Abi Thalib.Ra)

Imam Ali bin Abi Thalib Ra. Merumuskan cara memperlakukan anak:

1. Kelompok 7 tahun pertama (usia 0-7 tahun), perlakukan anak sebagai raja.

2. Kelompok 7 tahun kedua (usia 8-14 tahun), perlakukan anak sebagai tawanan.

3. Kelompok 7 tahun ketiga (usia 15-21 tahun), perlakukan anak sebagai sahabat.

►ANAK SEBAGAI RAJA (Usia 0-7 tahun)

Melayani anak dibawah usia 7 tahun dengan sepenuh hati dan tulus adalah hal terbaik yang dapat kita lakukan. Banyak hal kecil yang setiap hari kita lakukan ternyata akan berdampak sangat baik bagi perkembangan prilakunya, misalnya:
Bila kita langsung menjawab dan menghampirinya saat ia memanggil kita- bahkan ketka kita sedang sibuk dengan pekerjaan kita – maka ia akan langsung menjawab dan menghampiri kita ketika kita memanggilnya.

Saat kita tanpa bosan mengusap punggungnya hingga ia tidur, maka kelak kita akan terharu ketika ia memijat atau membelai pngung kita saat kita kelelahan atau sakit.

Saat kita berusaha keras menahan emosi di saat ia melakukan kesalahan sebesar apapun, lihatlah dikemudian hari ia akan mampu menahan emosinya ketika adik/ temannya melakukan kesalahan padanya.

Maka ketika kita selalu berusaha sekuat tenaga untuk melayani dan menyenangkan hati anak yang belum berusia tujuh tahun, insya Allah ia akan tumbuh menjadi pribadi yang menyenangkan, perhatian dan bertanggung jawab. Karena jika kita mencintai dan memperlakukannya sebagai raja, maka ia juga akan mencintai dan memperlakukan kita sebagai raja dan ratunya.

►ANAK SEBAGAI TAWANAN (usia 8-14 tahun)

Kedudukan seorang tawanan perang dalam islam sangatlah terhormat, Ia mendapatkan haknya secara proporsional, namun juga dikenakan berbagai larangan dan kewajiban. Usia 7-14 tahun adalah usia yang tepat bagi seorang anak bagi seorang anak untuk diberika hak dan kewajiban tertentu.

Rasulullah SAW mulai memerintahkan seoang anak untuk sholat wajib pada usia 7 tahun, dan memperbolehkan kita memukul anak tersebut (atau mengukum dengan hukuman seperlunya) ketika iIa telah berusia 10 tahun namun meninggalkan sholat. Karena itu usia 7-14 tahun adalah saat yang tepat dan pas bagi anak-anak kita untuk diperkenalkan dan diajarkan tentang hal-hal yang terkait dengan hukum-hukum agama, baik yang diwajibkan maupun yang dilarang, seperti:

1. Melakukan sholat wajib 5 waktu
2. Memakai pakaian yang bersih, rapih dan menutup aurat
3. Menjaga pergaulan dengan lawan jenis
4. Membiasakan membaca Al-Qur’an
5. Membantu pekerjaan rumah tanngga yang mudah dikerjakan oleh anak susianya
6. Menerapkan kedisiplinan dalam kegiatan sehari-hari Reward dan punishment (hadiah/penghargaan/ pujian dan hukuman/teguran) akan sangat pas diberlakukan pada usia 7 tahun kedua ini, karena anak sudah bisa memahami arti dari tanggung jawab dan konsekuaensi.

Namun demikian, perlakuan pada setiap anak tidak harus sama kerena every child is unique (setiap anak itu unik)

►ANAK SEBAGAI SAHABAT (usia 15-21 tahun)

Usia 15 tahun adalah usia umum saat anak menginjak akil baligh. Sebagai orang tua kita sebaiknya memposisikan diri sebagai sahabat dan memberi contoh atau teladan yang baik seperti yang diajarkan oleh Ali bin Abi Thalib karomallahu wajhah.
Berbicara dari hati ke hati Inilah saat yang tepat untuk berbicara dari hati ke hati dengannya, menelaskan bahwa ia sudah remaja dan beranjak dewasa.

Perlu dikomunikasikan bahwa selain mengalami perubahan fisik, Ia juga akan mengalami perubahan secara mental, spiritual, sosial, budaya dan lingkungan, sehingga sangat mungkin akan ada masalah yang harus dihadapinya. Paling penting bagi kita para orang tua adalah kita harus dapat membangun kesadaran pada anak-anak kita bahwa pada usia setelah akil baliqh ini, ia sudah memiliki buku amalannya sendiri yang kelak akanditayangkan da diminta pertanggung jawabannya oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala.

Memberi Ruang Lebih Setelah measuki usia akil Baligh, anak perlu memiliki ruang agar tidakmerasa terkekang, namun tetap dalam pengawasan kita.

Controlling tetap harus dilakukan tanpa bersikap otoriter dan tentu saja diiringi dengan berdo’a untuk kebaikan dan keselamatannya. Dengan demikian anak akan merasa penting, dihormati, dicintai, dihargai dan disayangi. Selanjutnya, Ia akan merasa percaya diri dan mempunyai kepribadian yang kuat untuk selalu cenderung pada kebaikan dan menjauhi perilaku buruk.
Mempercayakan tanggung jawab yang lebih berat. Waktu usia 15- 21 tahun ini penting bagi kita untuk memberinya tanggung jawab yang lebih beratdan lebih besar, dengan begini kelak anak- anak kita dapat menjadi pribadi yang cekatan, mandiri, bertanggung jawab dan dapat diandalkan.

Contoh pemberian tanggung jawab pada usia ini adalah seperti memintanya membimbing adik- adiknya, mengerjakan beberapa pekejaan yang biasa dikerjakan oleh orang dewasa, atau mengatur jadwal kegiatan dan mengelola keuangannya sendiri.
Semoga Allah memberikan kita anak-anak yang shaleh dan berbakti.

“Ya Rabbku, berilah aku dari sisi Engkau seorang anak yang baik. Sesungguhnya Engkau Maha pendengar doa.” (QS. Ali Imran: 38).

Sumber: FP Alhabib Quraisy Baharun