Senin, 16 April 2018

Jadilah Bunga Yang Mengharumi Meski ditangan Penghancur Dan Hati2 Dengan Ilmu dan Amalmu

seseorang itu berdasarkan hati dan pikirannya bukan berdasarkan keberadaan jasadnya.

Berapa banyak orang yang berapa di pengajian,tetapi hati dan pikirannya berada diluar.

Habib Abdullah Al Haddad

jadilah bunga yang memberi keharuman bahkan kepada tangan yang menghancurkannya.

Imam Ali karomalllahu wajhah Memperbaiki amalan lebih penting dari amalan itu sendiri

Menurut pandangan orang arifin yang memiliki mata hati dan keyakinan yang tajam, bahwa memperbaiki amal perbuatan lebih penting dari pada amalan itu sendiri. Karena menunaikan bentuk amalan dzahir seperti sholat, puasa, membaca al-Qur'an dan berdzikir kepada Allah Swt tanpa adanya perbaikan, penyempurnaan, peresapan makna-makna batinnya.

Seperti juga adanya rasa pengagungan, kekhusu'an dan kehadiran hati yang sudah menjadi hak Allah swt dalam menjalankan setiap ibadah serta tidak adanya tata krama yang layak dihadapan-Nya yang sesuai dengan kedudukan-Nya yang Maha Tinggi. Ketahuilah, bahwa ibadah semacam ini hanyalah susah payah belaka tanpa menghasilkan sesuatu apapun.

للامام عبدالله الحداد رضي الله عنه ،
الفصول العلمية والحكمة ؛؛ -
tiada ketenangan di dunia kecuali bagi orang2 yang bodoh.

Imam Abdullah Al Haddad

MERENUNGKAN...

Apabila engkau ingin mengetahui ilmu dan amalan yang paling bermanfaat dan penting bagimu,maka renungkan lah bahwa kelak engkau akan meninggal dunia dan engkau akan menghadap kepada ALLAH,lalu ALLAH akan menanyaimu seluruh ilmu,amal perbuatanmu dan keadaanmu ,hingga kemudian engkau akan di giring menuju surga atau nerakanya.

Imam Abdullah Al Haddad

Bersandarlah pada Allah dan Belajarlah Mencintai Rasululloh

Belajarlah untuk jatuh cinta kepada Rasulullah ﷺ.

Kalau sudah jatuh cinta kepada Rasulullah ﷺ maka kalian pasti akan dicintai Allah سبحانه وتعالى.

"Barang siapa bersandar pada harta,
ia akan miskin.

Barang siapa bersandar pada harga diri,
ia akan hina.

Barangsiapa bersandar pada akalnya,
ia akan tersesat.

Namun barang siapa bersandar pada Allah, sesungguhnya ia tak pernah miskin, hina dan sesat."

[Ali bin Abi Thalib RA]

“Bila Allah membuat alam dan makhluk serba memusingkanmu, sungguh itu suatu panggilan agar kau cari ketenangan pada kebersamaan dengan-Nya.

Bila Dia memberi musibah, Dia ingin engkau kembali kepada-Nya dengan pasrah dan berserah.

Bila Dia memberimu ujian, Dia ingin engkau mencari-Nya untuk meminta pertolongan.

Bila Dia memberimu kesempitan, Dia ingin engkau kembali kepada-Nya untuk mencari kelapangan.”

(Ibn Atha’illah)

HAMBA DAN RAJANYA...

Raja tetap Raja, hamba tetap hamba.

Jika ada hamba maka ada Rajanya tetapi jika ada Raja tidak semestinya ada hamba.

Raja tidak memerlukan hambanya, sebaliknya hambalah yang amat memerlukan Rajanya.

Bertuah dan beruntunglah kepada sesiapa yang dapat mengenali Rajanya, sekiranya sudah kenal maka tenanglah hambanya berbakti dengan penuh nikmat untuk Rajanya.

Dan hanya hamba yang sudah mengenali Rajanya sahaja dapat mengenal pasti siapakah Rajanya walaupun akan ada beribu yang menyamar sebagai Rajanya.

Amat rugilah hamba yang tidak mengenali Rajanya...

7 Golongan Yang Dinaungi Allah SWT

| 7 Golongan Yang Dinaungi Allah Azza Wa Jalla |

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu , dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tujuh golongan yang dinaungi Allâh dalam naungan-Nya pada hari dimana tidak ada naungan kecuali naungan-Nya:

1) Imam yang adil,

2) Seorang pemuda yang tumbuh dewasa dalam beribadah kepada Allâh,

3) Seorang yang hatinya bergantung ke masjid,

4) Dua orang yang saling mencintai di jalan Allâh, keduanya berkumpul karena-Nya dan berpisah karena-Nya,

5) Seorang laki-laki yang diajak berzina oleh seorang wanita yang mempunyai kedudukan lagi cantik, lalu ia berkata, ‘Sesungguhnya aku takut kepada Allâh.’

6) Seseorang yang bershadaqah dengan satu shadaqah lalu ia menyembunyikannya sehingga tangan kirinya tidak tahu apa yang diinfaqkan tangan kanannya, serta

7) Seseorang yang berdzikir kepada Allâh dalam keadaan sepi lalu ia meneteskan air matanya.”

Hadits ini shahih, diriwayatkan oleh:
1. Al-Bukhari (no. 660, 1423, 6479, 6806),
2. Muslim (no. 1031 (91)),
3. Malik dalam al-Muwaththa’ di Kitâbusy Syi’ar bab Mâ Jâ-a fil Muttabi’iin fillâh (hlm. 725-726, no. 14),
4. Ahmad (II/439),
5. At-Tirmidzi (no. 2391),
6. An-Nasa-i (VIII/222-223),
7. Ibnu Khuzaimah (no. 358),
8. Ath-Thahawi dalam Musykilul Âtsâr (no. 5846, 5847), dan
9. Al-Baihaqi dalam Sunannya (IV/190, VIII/162).

Ego,Sombong Dan Kemashuran

۞اَللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ۞

- Ketika Syurga bukan lagi sebagai tujuan akhirat, Namun kebersamaan dengan Nabi Muhammad ﷺ adalah akhir dari segala tujuan itu adalah hakikat Mahabbaturrasul.

[Habib Ali Bin Muhammad Al-Habsyi]

seseorang tidak akan pernah sadar akan usahamu untuk membuatnya bahagia kecuali di saat kamu berhenti melakukan hal untuknya.

Habib Ali Zaenal Abidin al-kaf

Penyakit yang sukar diubati dalam kalangan penuntut ilmu adalah ego dan sombong.

Habib Ali Zaenal Abidin Al Hamid ~

Jadilah orang yang suka mengasingkan diri (sehingga amalan mudah tersembunyi), dan janganlah suka dengan kemasyhuran.

Ibnu Al Mubarok ~

ada pakaian untuk dipakai hari ini, ada makanan untuk dimakan hari ini, dan ada tempat untuk bermalam hari ini. Kalau kita mahu bersyukur itu sudah menjadi satu nikmat besar kepada kita.

Kerana malam ini, ada keluarga yang menangis kerana anaknya masih lapar. Ada orang yang menangis kerana sakit dan ada yang tak punya rumah untuk bermalam.

Sebelum mengeluh, bayangkan sebentar posisi mereka dan ingat betapa beruntungnya kita.

Kamis, 05 April 2018

Perhatikan "cara" bukan "banyak" nya amal

"Barangsiapa yang menghabiskan waktu berjam-jam lamanya untuk mengumpulkan harta karena takut miskin, maka dialah sebenarnya orang yang miskin."

- Imam Al-Ghazali -
۞اَللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ۞

- Hendaklah kamu lebih memperhatikan cara amalan itu diterima berbanding banyak beramal. Kerana sesungguhnya terlalu sedikit amalan yang disertai taqwa. Bagaimanakah amalan itu hendak diterima?

[Sayyidina Ali Bin Abi Thalib كرم الله وجهه]
۞اَللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ۞

- Janganlah seseorang hamba itu mengharap selain kepada Tuhannya, dan janganlah dia takut selain kepada dosanya.

[Sayyidina Ali Bin Abi Thalib كرم الله وجهه]

۞اَللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ۞

- Jagailah ibu bapa kamu, nescaya anak-anak kamu akan menjaga kamu.

[Sayyidina Ali Bin Abi Thalib كرم الله وجهه]

jika kamu melihat seorang alim yang mencintai dunia,maka jauhkanlah ia dari agamamu.
Karena setiap pecinta tenggelam dalam apa yang dicintainya.

Sahabat Umar bin khottob

Istiqomah

۞اَللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ۞

- Semua ibadah itu awalnya mesti dipaksakan dan dilatih. Tengahnya adalah kebiasaan dan kemudahan. Dan akhirnya adalah kenikmatan dan ketergantungan. Jadi biasakan hal-hal yang baik, sebab walau awalnya berat, tapi akhirnya nikmat. Bermanfaat pula dunia dan akhirat, masih mau malas-malasan ibadah?

[Habib Nabil Fuad Al-Musawa]

۞اَللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ۞

- Tiada yang membedakan seseorang wali itu dengan manusia yang lain dari segi amalannya kecuali ia memiliki kekuatan jiwa yang besar dan hebat dalam menghadapi musibah. Dan bagi wali itu karamah yang paling besar ialah istiqamah dengan Tuhannya, redha dan patuh pada qada' dan qadarNya.

[Syeikh Abdul Qadir Al-Jailani قدس الله سره]

۞اَللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ۞

❝Apa jebakan tertinggi syaitan pada orang-orang yang tenggelam dalam kemaksiatan? Jebakan tertinggi bukan kemaksiatan itu sendiri, melainkan rasa putus asa untuk bertaubat. Sebab syaitan tahu maksiat sebesar apapun bisa diampuni. Tapi jika manusia putus asa bertaubat, tak bisa diampuni.

[Habib Nabil Fuad Al-Musawa]

۞اَللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ۞

- Apa yang mudah di dunia ini? Menilai orang lain. Apa yang sulit di dunia ini? Menilai diri sendiri. Jangan bangga atas kebaikkanmu. Tapi koreksilah agar engkau selalu dalam kebaikkan.

[Habib Ja’afar Shodiq Alkaff]

dalam diam terdapat hikmah,harga diri dan perlindungan dari segala aib.
Banyak bicara tak lebih dari menunjukan kekurangan diri kita.
Banyak bicara adalah sumber dari segala bencana.
Apa yang dipetik manusia dari ucapannya sepanjang masa,tak lain hanyalah kebencian serta kerugian.
Oleh karena itu ,janganlah engkau remehkan tipu daya lisan.
Karena walaupun hanya sedikit yang keluar,namun bahayanya sungguh amatlah besar.

Habib Abdurahman bin Abdullah bilfaqih

Nasehat Taubat dan Kebenaran

"Makna taubat yang sesungguhnya adalah tidaklah terus menerus didalam kemaksiatan & tidak ada kebanggaan didalam diri ketika berbuat ketaatan."

Sayyidina Ali karomalllahu wajhah

۞اَللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ۞

- Jika tak bisa taat, jangan kau bunuh imanmu dengan maksiat.

[Imam Asy-Syafi’e رحمة الله تعالى]

  Barang siapa yang tidak mengambil manfaat dari bacaan Al Qur-an dan dzikir yang telah ia baca, serta tidak takut dengan peringatan dan keterangan yang ada didalamnya, maka hal itu terjadi karena lemahnya iman serta berkaratnya hati dari kotoran yang telah menutupinya.

(Al-Habib Abdurrahman bin Abdullah bilfagih)

‎‏‎
۞اَللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ۞

- Tempat tawadhu adalah hati, maka dampaknya menjadi jelas dalam satu kata dan tindakan.

[Al-Allamah Sayyidi Habib Umar Bin Hafidz حفظه الله تعالى]

Sayyidina Ali bin Abi Tholib berkata kepada Sayyina Abu Bakr As-Shiddiq :

اعرف الحق تعرف أهله

“Kenalilah kebenaran, niscaya engkau akan mengenal pemiliknya.”
tatkala engkau bisa menghargai orang lain maka orang lain pun akan menghargaimu.

Bilamana engkau tak bisa mengahargai orang lain maka jangan harap orang lain akan menghargaimu.