Sabtu, 23 Desember 2017

Merangkaklah, dan buang dunia menuju Allah

" Ketika engkau sudah berada di jalan yang benar menuju Allah , maka berlarilah . Jika sulit bagimu , maka berlari kecillah . Jika kamu lelah , berjalanlah . Jika itu pun tidak mampu , merangkaklah . Namun , jangan pernah berbalik arah atau berhenti " .
Imam As-Syafi’i

( Kalam Imam Hasan Al Bashri)
- Seorang mukmin, memadukan antara berbuat kebaikan dengan merasa takut(kpd Alloh)
Adapun orang kafir, memadukan antara berbuat kejelekan dan merasa aman (dr Alloh)

Buangkan dunia, maka jalan menuju Allah akan dibuka kepadamu.
(Al- Junaid Al-Baghdadi ~)

Muliakanlah tamu!!

دعوة المصطفى:
ذهبت إمرأة تشتكي عند رسول الله صلى الله عليه وآله وسلم من زوجها ..
Ada seorang perempuan akan mengeluh kepada Rosul Saw karena perilaku suaminya
كان زوجها يدعوا الناس في بيتها ويكرمهم وكثرة الضيوف سبب لها المشقة والتعب
Suaminya selalu memanggil orang-orang ke rumahnya,menjamunya sehingga sering banyak tamu yang menyebabkan dia sang istri kerepotan dan kecapekan
فخرجت من عند رسول الله ولم تجد الجواب منه
Tapi sang istri keluar dari tempat Rosul&dia tidak mendapat jawaban dari Rosul
وبعد فترة ذهب رسول الله إلى زوجها وقال له إني ضيف في بيتك اليوم
Setelah beberapa waktu...Rosul Saw pergi ke rumahnya&Rosul bersabda kepada sang suami bahwasannya aku adalah tamu dirumahmu hari ini
سعد الزوج بالخبر وذهب إلى زوجته وأخبرها إن ضيفا عندنا اليوم وهو رسول الله
Begitu bahagia sang suami karena hal tersebut dia pun menuju istrinya untuk mengkhabarkan bahwa tamu hari ini adalah Rosul Saw
سعدت الزوجة بالخبر وطبخت كل ما لذ وطاب وهي راضية ومن طيب خاطرها
Si istripun merasa bahagia karena kabar tersebut,dia pun memasak masakan yang lezat&nikmat,dia lakukan hal tersebut dengan perasaan bahagia didalam hatinya
وعندما ذهب رسول الله إليهم ونال كرمهم وطيبة ورضى الزوجة
Ketika Rosul akan pergi dari rumahnya setelah beliau mendapat kemulyaan,perasaan bahagia&dengan keridhoan pasangan itu
قال للزوج عندما أخرج من بيتك دع زوجتك تنظر إلى الباب الذي أخرج منه
Rosul bersabda kepada suaminya ketika aku akan keluar dari rumahmu,panggil istrimu&perintahkan dia untuk melihat ke pintu tempat aku keluar nanti
فنظرت الزوجة إلى رسول الله وهو يخرج من بيتها والدواب والعقارب وكل ضرر يخرج وراء رسول الله
Maka sang istri melihat kepada Rosul keluar dari rumahnya di ikuti dengan binatang-binatang melata,berbagai kalajengking&segala yang membahayakan keluar di belakang Rosul Saw
فصعقت الزوجة من شدة الموقف وتعجبت مما رآت
Terkejutlah sang istri dari sesuatu yang dia lihat di hadapannya
فقال لها رسول الله هكذا دائما عندما يخرج الضيوف من بيتكِ يخرج كل البلاء والضرر والدواب من منزلكِ
Maka Rosul Saw bersabda seperti itulah setiap para tamu keluar dari rumahmu maka keluar pula segala bala',segala bahaya&segala binatang yang membahayakan dari rumahmu
فهنا الحكمة من إكرام الضيف وعدم الضجر.
Maka inilah hikmah dari memulyakan tamu&tidak berkeluh kesah karenanya
البيت الذي يكثر فيه الضيوف .. بيت يحبه الله. . .
Rumah yang didalamnya banyak tamu adalah rumah yang dicintai ALLAH
ما أجمل البيت المفتوح للصغير والكبير.
Begitu indahnya rumah yang selalu terbuka untuk anak kecil atau dewasa
بيت تتنزل فيه رحمات وبركات السماء ..
Rumah yang didalamnya turun rohmat-rohmat&berbagai keberkahan dari langit
قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: " إذا أراد الله بقوم خيراً أهدى لهم هدية.
Rosul Saw bersabda Jika ALLAH menginginkan kebaikan terhadap satu kaum maka ALLAH akan memberikan hadiah kepada mereka
قالوا: وما تلك الهدية؟
Shohabat bertanya Apa hadiah tersebut???
قال: الضيف ينزل برزقه، ويرتحل بذنوب أهل البيت ".
Rosul bersabda TAMU karena sebabnya turun rizqi kepada pemilik rumah&pergi hilang dosa-dosa penduduk rumah
وقال صلى الله عليه وسلم: كل بيت لا يدخل فيه الضيف لا تدخله الملائكة ".
Rosul Saw bersabda Rumah yang tidak dimasuki tamu(tidak ada tamu)maka tidak masuk malaikat rohmat
وقال صلى الله عليه وسلم: " الضيف دليل الجنة ".
Rosul Saw bersabda Tamu adalah penunjuk jalan menuju syurga
وقال رسول الله صلى الله عليه وسلم من كان يؤمن بالله واليوم الآخر فليكرم ضيفه
Rosul Saw bersabda Siapa orang yang beriman kepada ALLAH&hari akhir maka hendaknya dia memulyakan tamu

Minggu, 17 Desember 2017

Maafkan kesalahan orang lain dan bersabarlah dengan doamu


Al-Habib 'Ali bin Muhammad Al-Habsyi
Beliau berkata:

Ibuku membiasakan diriku ketika aku masih kanak-kanak, agar aku berucap ketika aku akan tidur :

"Ya ALLAH... aku memaafkan semua orang yang pernah menggunjingku, mencaciku atau berucap jelek tentang diriku...
Maafkanlah untukku apa-apa yang yang berhubungan dengan diriku."

- Kalam Sholihin

Yang paling mudah itu mencari kesalahan orang lain, akan tetapi yang sulit itu mengakui kesalahan diri sendiri.

Habib umar bin hafidz

۞اَللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ۞

- Jangan pernah menyerah di saat doamu tidak terjawab. Jikalau kamu mampu bersabar, ALLAH akan memberikan lebih daripada apa yang kamu minta.

[Hukama]

HATI-HATI DENGAN HAK SESAMA

BERHATI HATILAH DENGAN HAK SESAMA

Assalamu’alaikum warahmatullah wabarakatuh

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُه

" HUKUMAN 70 TAHUN GARA GARA " TUSUK GIGI ", BAGAIMANA JIKA, KAYU GLONDONGAN.....? "

Di riwayatkan bahwa, diantara Mayat yang di Hidupkan oleh Nabi Isa Alaihis Salam.
(Mu'jizat Nabi Isa Alaihis Salam) adalah seseorang yang telah Meninggal selama 70 Tahun.

Ketika Kuburan Terbuka dan Ruh kembali lagi ke Jasadnya, orang (Mayat) itu Terbangun dan bertanya,
" Apakah Kiamat telah terjadi..? "

Orang² yang Hadir ketika itu Menjawab,
" Belum.. Tapi utusan  Allah Ta'ala ini, telah Meminta kepada-NYA untuk Menghidupkanmu.."

Orang (Mayat) tersebut Bertanya,
" Wahai Isa, Mengapa engkau Meminta untuk Menghidupkan Aku.. ?"

Nabi Isa Alaihis Salam berkata,
" Sejak kapan engkau Meninggal ?".

Orang itu Menjawab,
" Kurang lebih 70 Tahun yang lalu.."

Nabi Isa Alaihis Salam bertanya,
" Apa Kebaikanmu.. ?"

Orang tersebut Menjawab,
" Rata Rata Amalku Baik dan Allah Ta'ala telah Mengampuni ku, Kecuali, :  1 HAL...! "

Nabi Isa Alaihis Salam bertanya,
" APA ITU.....? ".

Orang tersebut Menjawab,
Pekerjaanku adalah Tukang Angkut Barang..
Suatu ketika Aku Mengangkut 1 Ikat Kayu Bakar Milik Seseorang..
Ketika Aku telah sampai ke Rumahnya untuk Mengantarkan Kayu Bakarnya,
Makanan Kecil Menyelip di Gigiku.....

Tanpa Seizin Darinya, Aku MENGAMBIL Potongan Kecil dari KAYU BAKARNYA untuk TUSUK GIGI......
Dan Allah Ta'ala Menghisabku Gara2 TUSUK GIGI itu dan Memerintah Agar Aku Mengganti HAKNYA.....

Selama 70 Tahun aku di Hukum Gara Gara TUSUK GIGI itu......
Saat ini aku sedang Menunggu si Pemilik Kayu Bakar tadi..
Bila ia telah Meninggal dan Menghalalkan TUSUK GIGI tersebut untuk ku,
maka Allah Ta'ala akan MENGAMPUNIKU.....
Jika Tidak,
Maka Allah Ta'ala Tidak Akan Mengampuniku, selama Pemiliknya Tidak Menghalalkannya...!"

Yaa Allah  ...
Yaa Rabb..
Hanya TUSUK GIGI ...,
Lalu bagaimana dengan HAK KAUM MISKIN yang di Ambil oleh Kita ...?

أسْتَغْفِرُ اللّهَ الْعَظيْم وأتوبُ إليہ

Semoga bermanfaat
Silahkan sahre
FB/Alwi Husin

Sumber :
"Is'af Thalibi Ridhal Al-Khalaq bi Bayani Makarim Al-Akhlaq",
Sayyidinal Imam Al-'Allamah Sayyid Umar bin Muhammad bin Salim bin Hafidz BSA.

Sabtu, 16 Desember 2017

11 Golongan "SEBAIK - BAIK MANUSIA"

SIAPAKAH SEBAIK-BAIK MANUSIA?

Terdapat 11 golongan "sebaik-baik manusia " menurut hadis shahih.

1. RASULULLAH SAW bersabda:

( خيركم من تعلم القرآن وعلمه )
صحيح البخاري 5027

"Sebaik-baik kalian adalah orang yang mempelajari Al Qur'an dan mengajarkannya."
(HR. Bukhari 5027 )

2. RASULULLAH SAW bersabda:

( خياركم أحاسنكم أخلاقا )
صحيح البخاري6035

"Sebaik-baik kalian adalah orang yang paling baik akhlaknya "
(HR. Bukhari 6035)

3. RASULULLAH SAW bersabda:

( خيركم أحسنكم قضاء )
أي عند رد القرض .
صحيح البخاري رقم 2305

"Sebaik-baik kalian adalah orang yang paling baik dalam membayar (mengembalikan hutang)
(HR. Bukhari 2305)

4. RASULULLAH SAW bersabda:

( خيركم من يُرجى خيره ويُؤمٓن شره )
صحيح الترمذي / 2263

"Sebaik-baik kalian adalah orang yang paling boleh diharapkan kebaikannya dan aman dari keburukannya "
(HR. Tirmidzi 2263)

5. RASULULLAH SAW bersabda:

( خيركم خيركم لأهله )
صحيح ابن حبان / 4177

"Sebaik-baik kalian adalah orang yang paling baik terhadap ahli keluarganya"
(HR. Ibnu Hibban : 4177)

6. RASULULLAH SAW bersabda:

( خيركم من أطعم الطعام وردَّ السلام )
صحيح الجامع / 3318

"Sebaik-baik kalian adalah orang yang memberi makan (kepada orang lain) dan menjawab salam"
(Shahih Al Jami' 3318)

7. RASULULLAH SAW bersabda:

( خياركم ألينُكم مناكب في الصلاة )
الترغيب والترهيب 234/1
أي: يفسح لمن يدخل الصف في الصلاة .

"Sebaik-baik kalian adalah orang yang paling baik dalam meluaskan tempat ( bagi orang masuk dalam saf) dalam solat."
(Targhib wa Tarhib 1/234)

8. RASULULLAH SAW bersabda:

( خير الناس من طال عمره وحسن عمله )
صحيح الجامع 3297

"Sebaik-baik manusia adalah orang yang panjang umurnya dan baik amal perbuatannya."
(Shahih al Jami' 3297)

9. RASULULLAH SAW bersabda:

( خير الناس أنفعهم للناس )
صحيح الجامع 3289

"Sebaik-baik manusia adalah orang yang paling bermanfaat bagi orang lain."
(Shahih al Jami' 3289)

10. RASULULLAH SAW bersabda:

( خير الأصحاب عند الله خيركم لصاحبه، وخير الجيران عند الله خيركم لجاره )
صحيح الأدب المفرد/84

"Sebaik-baik sahabat di sisi Allah adalah orang yang paling baik terhadap sahabatnya. Sebaik-baik tetangga di sisi Allah adalah orang yang paling baik terhadap tetangganya"
(Shahih Adabul Mufrod : 84)

11. RASULULLAH SAW bersabda:

( خير النَّاس ذو القلب المَخْمُوم واللِّسان الصَّادق ) قالوا : صدوق اللسان نعرفه ، فما مخموم القلب ؟ قال :
( هو النقي ، التقي ، لا إثم عليه ، ولا بغي ، ولا غل ، ولا حسد ) .
صحيح الجامع / 3291

"Sebaik-baik manusia adalah orang yang memiliki hati yang makhmum dan lisan yang jujur."
Para sahabat bertanya : Lisan yang jujur kami faham, maka apa yang dimaksud dengan hati yang makhmum?
Baginda bersabda : "orang yang memiliki hati bersih dan bertakwa, tidak ada dosa, tidak berbuat zalim, serta tidak ada kebencian dan hasad"
(Shahih al Jami' 3201)

جعلني الله واياكم من خير الناس

_Semoga Allah Ta'ala menjadikan kita semua sebagai orang yang terbaik,

Aamiin.

اللهم صل على محمد وآل محمد

Salam

Umur, Hati2 dengan "Hati" dan Maafkan lah yang menyakitimu

۞اَللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ۞

- Jikalau anda sekalian ingin memanfaatkan sisa umur anda, maka manfaatkanlah untuk ketaatan kepada-Nya. Kesempatan tak akan datang untuk kedua kalinya. Kian lama umur kita semakin berkurang dan kita semakin mendekati kematian. Mari kita perhitungkan umur kita! Apa yang telah kita lakukan selama ini

[Imam Habib Ali bin Muhammad Al-Habsyi ‎رحمه الله تعالى]

: ۞اَللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا

مُحَمَّدٍ۞

- Berhati-hatilah engkau menggantungkan hatimu terhadap kecintaan akan sesuatu yang Allah Subhanahu wa Taala tidak mencintainya, sebab engkau akan hancur binasa.

[Al-Allamah Habib Umar Bin Muhammad Bin Hafidz حفظه الله تعالى]



Al-Habib 'Ali bin Muhammad Al-Habsyi
Beliau berkata:

Ibuku membiasakan diriku ketika aku masih kanak-kanak, agar aku berucap ketika aku akan tidur :

"Ya ALLAH... aku memaafkan semua orang yang pernah menggunjingku, mencaciku atau berucap jelek tentang diriku...
Maafkanlah untukku apa-apa yang yang berhubungan dengan diriku."

- Kalam Sholihin

KISAH KEBERKAHAN MERAYAKAN MAULID NABI MUHAMMAD SAW

KISAH KEBERKAHAN MERAYAKAN MAULID NABI MUHAMMAD SAW

Disebutkan dalam kitab Targhibul Musytaqin halaman 4 :

وَقَالَ عَبْدُاللهِ بْنُ عِيْسَى الْأَنْصَارِيُ كَانَتْ بِجِوَارِيْ اِمْرَأَةٌ صَالِحَةٌ وَلَهَا وَلَدٌ صَالِحٌ فَكَانَتْ فَقِيْرَةً لَاشَيْئَ لَهَا إِلَّا دِيْنَارٌ وَاحِدٌ مِنْ ثَمَنِ غَزْلِهَا فَمَاتَتْ وَكَانَ ذَلِكَ الْوَلَدُ يَقُوْلُ: هَذَا مِنْ ثَمَنِ غَزْلِ أُمِيْ وَاللهِ لَا أَصْرِفُهُ إِلَا فِيْ أَمْرِ الْآخِرَةِ

Syaikh Abdullah bin 'Isa al-Anshari berkata : Adalah tetanggaku seorang wanita yang sholehah. Dia mempunyai seorang anak lelaki yang sholeh. Wanita yang sholehah ini tidak mempunyai harta selain satu dinar hasil kerja tenunnya. Tatkala wanita tersebut meninggal dunia, anaknya yang sholeh tersebut berkata kepada dirinya : “Uang satu dinar ini adalah hasil kerja ibuku. Demi Allah, aku tidak akan membelanjakannya kecuali untuk perkara akhirat.”

وَخَرَجَ ذَاتَ يَوْمٍ فِيْ حَاجَةٍ لَهُ فَمَرَ بِقَوْمٍ يَقْرَؤُوْنَ الْقُرْآنَ وَعَمِلُوْا مَوْلِدَ النَّبِيِ صَلَى اللهُ عَلَيْهِ َسَلَّمَ فِيْ رَبِيْعِ الْأَوَّلِ فَجَلَسَ عِنْدَهُمْ وَسَمِعَ ذَلِكَ

Pada suatu hari, pemuda anak perempuan sholehah tersebut keluar karena suatu keperluan, dia melewati satu perkumpulan orang sedang membaca al-Quran dan mengadakan Maulid Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam pada bulan Rabi`ul Awwal. Lalu dia pun duduk bersama mereka dan mendengarkan Maulid tersebut.

ثُمَّ نَامَ فِيْ لَيْلَتِهِ فَرَأَى فِيْ مَنَامِهِ كَأَنَّ الْقِيَامَةَ قَدْ قَامَتْ وَكَأَنَّ مُنَادِيًا يُنَادِيْ: أَيْ فُلَانُ ‌بْنَ فُلَانٍ يَذْكُرُ جَمَاعَةً فَسَاقَهُمْ إِلَى الْجَنَةِ وَذَلِكَ الشَّابُّ مَعَهُمْ وَقَالَ الْمُنَادِيْ: إِنَّ اللهَ جَعَلَ لِكُلٍّ مِنْكُمْ قَصْرًا فِي‌ الْجَنَّةِ فَدَخَلَ ذَلِكَ الشَّابُّ قَصْرًا لَمْ ‌يَرَ أَحْسَنَ منه وَالْحُوْرُ الْعِيْنُ فِيْهِ كَثِيْرَةٌ وَعَلَى أَبْوَابِهِ خُدَّامٌ وَبَاقِي الْقُصُوْرِ أَلْطَفُ مِنَ الْقَصْرِ الَّذِيْ دَخَلَ فِيْهِ فَأَرَادَ الدُّخُوْلَ فِيْهِ فَلَمَّا هَمَّ بِالدُّخُوْلِ قَالَ لَهُ الْخَادِمُ : لَيْسَ هَذَا لَكَ وَإِنَّمَا هُوَ لِمَنْ عَمِلَ مَوْلِدَ رَسُوْلِ اللهِ صَلَى اللهُ عَلَيْهِ َسَلَّمَ

Pada malamnya, pemuda tersebut bermimpi seolah-olah kiamat telah tiba dan seorang penyeru menyeru: "Di manakah si fulan anak si fulan", disebutnya nama-nama orang yang dalam satu rombongan lalu digiringlah mereka ke surga. Dan pemuda tersebut ikut bersama mereka.

Si penyeru tadi berkata: "Sesungguhnya Allah telah memberi bagi setiap kamu sebuah istana didalam surga." Dan masuklah si pemuda tadi ke dalam sebuah istana, tidak pernah dia melihat istana yang seumpamanya dari segi keindahannya, ia dipenuhi bidadari dan pada segala pintunya dijaga oleh khadam. Pemuda tersebut melihat bahwa ada istana lain yang lebih elok daripada istana yang ia masuki. Lalu dia pun berkehendak untuk memasukinya. Tatkala terbesit dihatinya untuk memasuki istana tersebut, berkatalah khadam kepadanya: "Ini bukanlah untukmu, sesungguhnya ini diperuntukkan bagi orang yang mengadakan Maulid Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam."

فَلَمَّا أَصْبَحَ ذَلِكَ الشَّابُّ صَرَفَ ذَلِكَ الدِّيْنَارَ عَلَى مَوْلِدِ النَّبِيِّ صَلَى اللهُ عَلَيْهِ َسَلَّمَ فَرْحًا بِرُؤْيَاهُ وَجَمَعَ الْفُقَرَآءَ يَذْكُرُوْنَ اللهَ تَعَالَى وَيَقْرَؤُوْنَ الْقُرْآنَ وَمَوْلِدَ النَّبِيِّ صَلَى اللهُ عَلَيْهِ َسَلَّمَ وَقَصَّ‌ عَلَى الْجَمَاعَةِ رُؤْيَاهُ فَفَرِحُوْا بِذَلِكَ وَنَذَرَ أَنْ لَايَقْطَعَ مَوْلِدَ‌ النَّبِيِّ صَلَى اللهُ عَلَيْهِ َسَلَّمَ مَادَامَ حَيًّا

Keesokan harinya, pemuda tersebut menggunakan satu dinar (peninggalan ibunya) tersebut untuk mengadakan Maulid Nabi shallallaahu ‘alaih wasallam karena kegembiraannya dengan mimpinya itu. Diapun mengumpulkan para faqir miskin untuk berzikir kepada Allah, membaca al-Quran dan membaca Maulid Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam. Dia juga menceritakan tentang mimpinya itu kepada mereka, dan mereka merasa gembira mendengar ceritanya itu. Pemuda tersebut bernazar untuk tidak akan meninggalkan mengadakan Maulid Nabi shallallaahu ‘alaihi wasalla selama hayatnya.

ثُمَّ نَامَ فَرَأَى أُمَّهُ فِي الْمَنَامِ فِيْ هَيْئَةٍ حَسَنَةٍ وَفِيْ حُلَلٍ مِنْ حُلَلِ الْجَنَّةِ وَلَهَا رَائِحَةُ الْجَنَّةِ وَقَبَّلَ يَدَهَا وَهِيَ قَبَّلَتْ رَأْسَهُ وَقَالَتْ : جَزَاكَ اللهُ خَيْرًا يَا وَلَدِيْ لَقَدْ أَتَانِيْ مَلَكٌ وَأَعْطَانِيْ هَذِهِ ‌الْحُلَلَ فَقَالَ لَهَا: مِنْ أَيْنَ لَكِ هَذِهِ الْكَرَامَةُ فَقَالَتْ: لِأَنَكَ قَدْ صَنَعْتَ بِالدِّيْنَارِ الَّذِيْ وَرِثْتَهُ مِنِّيْ مَوْلِدَ سَيِّدِ الْأَوَّلِيْنَ وَالْآخِرِيْنَ وَهَذَا جَزَاءُ مَنْ عَظَّمَ نَبِيَّهُ وَعَمِلَ مَوْلِدَهُ

Kemudiannya, si pemuda tidur. Dalam tidurnya dia bermimpi bertemu dengan ibunya. Ibunya berada dalam keadaan yang amat baik, berhias dengan segala perhiasan syurga dan berwangian dengan bau surga. Pemuda tersebut mencium tangan ibunya dan ibunya mengecup kepalanya lalu berkata: "Semoga Allah membalasmu dengan kebaikan, wahai anakku, malaikat telah datang kepadaku membawa segala perhiasan ini." Si pemuda bertanya kepada ibunya: "Dari manakah ibu memperoleh kemuliaan ini?" Sang ibu menjawab: "Karena engkau telah mempergunakan satu dinar yang engkau warisi dariku untuk mengadakan Maulid Junjungan orang-orang terdahulu dan orang-orang yang kemudian, dan inilah balasan bagi orang yang mengagungkan Nabinya dan mengadakan Maulid Baginda Nabi Muhammad shallallaahu ‘alaihi wasallam".