Jumat, 23 Juni 2023
DUNIA DAN AKHIRAT YANG BAGUS
Jumat, 12 Juni 2020
Habib Munzir Al Musawa - Kasih SayangKu melebihi KemurkaanKu
Kasih SayangKu melebihi
KemurkaanKu
Senin, 18 April 2011
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ
وَسَلَّمَ: لَمَّا قَضَى اللَّهُ الْخَلْقَ كَتَبَ فِي كِتَابِهِ فَهُوَ عِنْدَهُ
فَوْقَ الْعَرْشِ إِنَّ رَحْمَتِي غَلَبَتْ غَضَبِي
(صحيح البخاري)
Sabda Rasulullah SAW: “ketika Allah SWT selesai membangun
Alam semesta, maka Dia SWT mencantumkan diatas Arsy: Sungguh Kasih SayangKu
melebihi KemurkaanKu” (Shahih Bukhari)
Assalamu’alaikum
warahmatullahi wabarakatuh
حَمْدًا لِرَبٍّ خَصَّنَا بِمُحَمَّدٍ وَأَنْقَذَنَا
مِنْ ظُلْمَةِ اْلجَهْلِ وَالدَّيَاجِر،ِ اَلْحَمْدُلِلَّهِ الَّذِيْ هَدَانَا،
بِعَبْدِهِ اْلمُخْتَارِ مَنْ دَعَانَا إِلَيْهِ، بِاْلإِذْنِ وَقَدْ نَادَانَا،
لَبَّيْكَ يَا مَنْ دَلَّنَا وَحَدَانَا، صَلَّى اللهُ وَسَلَّمَ وَبـَارَكَ
عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ، اَلْحَمْدُلِلّهِ الَّذِي جَمَعَنَا فِي هَذَا
الْمَجْمَعِ اْلكَرِيْمِ، وَفِي هَذَا الشَّهْرِ اْلعَظِيْمِ، وَفِي هَذِهِ
الْجَلْسَةِ الْعَظِيْمَةِ، نَوَّرَ اللهُ قُلُوْبَنَا وَإِيَّاكُمْ بِنُوْرِ
مَحَبَّةِ اللهِ وَرَسُوْلِهِ، وَخِدْمَةِ اللهِ وَرَسُوْلِهِ، وَاْلعَمَلِ
بِشَرِيْعَةِ وَسُنَّةِ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وآلِهِ وَصَحْبِهِ
وَسَلَّمَ.
Limpahan puji kehadirat Allah Yang Maha Luhur, Yang Maha
memiliki kebahagiaan dan Maha melimpahkannya, Yang Maha memiliki jasad, ruh dan
jiwa dan Yang Maha menceraikan ruh dengan jasad, dan Maha memindahkan hamba
dari satu alam ke alam lainnya, dari alam ruh ke alam rahim, dari alam rahim ke
alam dunia, dari alam dunia ke alam barzakh, dari alam barzakh ke alam akhirat,
dan kesemua alam itu satu per satu pasti dilewati oleh setiap manusia.
Kita telah melewati alam ruh, namun kita tidak
menyadarinya, kita telah melewati alam rahim di alam rahim ibunda kita, tetapi
kita tidak menyadarinya, hingga sampailah kita di alam yang menjadi penentu
yaitu alam dunia ini, dan jangan sampai kita tidak menyadarinya, karena
kehidupan di alam ini adalah yang menentukan kehidupan di alam yang
selanjutnya, yaitu alam barzakh, dan seteah itu adalah alam akhirah yang kekal
dan abadi.
Alam ruh berakhir dengan pindahnya kita ke alam rahim, dan di alam rahim hanya
beberapa bulan saja antara 7 bulan atau 9 bulan, dan setelah itu lahirlah ke
alam dunia, kemudian di alam dunia tidak ada sesuatu pun yang kekal..
وَكُلُّ الَّذِيْ فَوْقَ التُّرَابِ تُرَابٌ
“Setiap yang ada di atas tanah akan kembali menjadi
tanah “
Semua yang di atas tanah akan kembali ke tanah, dan semua
yang dibangun di atas bumi akan kembali ke perut bumi, dan semua yang ada di
alam ini tidak ada satu pun yang kekal, namun amal pahala kitalah yang akan
membuat kita kekal dalam keluhuran atau dalam kehinaan dengan kehendak Allah
subhanahu wata’ala. Ketahuilah semua yang ada di tubuh kita akan dilepaskan,
ingatlah bahwa harta kita, pakaian kita, jabatan kita kesemuanya akan
dilepaskan, semua yang bersifat dosa, akan membawa musibah yang sangat berat
dan semua yang bersifat ibadah akan membawa keberuntungan yang sangat indah.
Dan ketahuilah bahwa piagam penghargaan teragung, termulia dan tersuci adalah
kalimat “Laa ilaaha illallah” wafat dalam husnul khatimah
dengan kalimat itu, itulah awal dari segala keluhuran yang tiada akan pernah
berakhir dan akan berlanjut dalam kehidupan yang abadi dalam kebahagiaan,
sebagaimana firman Allah subhanahu wata’ala :
مَثَلُ الْجَنَّةِ الَّتِي وُعِدَ
الْمُتَّقُونَ فِيهَا أَنْهَارٌ مِنْ مَاءٍ غَيْرِ آَسِنٍ وَأَنْهَارٌ مِنْ لَبَنٍ
لَمْ يَتَغَيَّرْ طَعْمُهُ وَأَنْهَارٌ مِنْ خَمْرٍ لَذَّةٍ لِلشَّارِبِينَ
وَأَنْهَارٌ مِنْ عَسَلٍ مُصَفًّى وَلَهُمْ فِيهَا مِنْ كُلِّ الثَّمَرَاتِ
وَمَغْفِرَةٌ مِنْ رَبِّهِمْ كَمَنْ هُوَ خَالِدٌ فِي النَّارِ وَسُقُوا مَاءً
حَمِيمًا فَقَطَّعَ أَمْعَاءَهُمْ
( محمد : 15 )
“(Apakah) perumpamaan (penghuni) surga yang dijanjikan
kepada orang-orang yang bertakwa yang di dalamnya ada sungai-sungai dari air
yang tiada berubah rasa dan baunya, sungai-sungai dari air susu yang tidak
berubah rasanya, sungai-sungai dari sari buah yang lezat rasanya bagi
peminumnya, dan sungai-sungai dari madu yang sudah bersih, dan mereka
memperoleh di dalamnya segala macam buah-buahan dan ampunan dari Rabb
mereka,(apakah) sama dengan orang yang kekal dalam jahannam dan diberi minuman
dengan air yang mendidih sehingga memotong ususnya?” ( QS. Muhammad : 15 )
Salah satu perumpamaan saja bahwa surga Yang Allah ciptakan
bagi hamba-hamba-Nya yang baik di dalamnya terdapat sungai-sungai yang mengalir,
diantara riwayat mengatakan bahwa sungai itu mengalir hingga ke depan
istana-istana surga bahkan masuk ke dalam istana-istana yang airnya jauh lebih
nikmat daripada air yang ada di dunia, dan ada juga aliran-aliran sungai susu
yang tidak pernah berubah rasanya, ada pula aliran-aliran sungai madu yang
sangat indah dan suci, kesemua ini bukan sekedar kita menghayal namun hal ini
ada dalam kalam Allah subhanahu wata’ala, yang sudah diciptakan dan dibangun
dengan konstruksi multi luhur, Rabbul ‘alamin Allah subhanahu wata’ala. Di
surga terdapat sungai-sungai yang mengalir sampai ke halaman-halaman istana
hingga masuk ke dalamnya, yang airnya suci dan bersih dengan rasa-rasa yang
sangat nikmat dan belum pernah Allah berikan kepada hamba-hamba-Nya di dunia, sebagaimana
firman-Nya dalam hadits qudsi :
أَعْدَدْتُ لِعِبَادِيَ الصَّالِحِيْنَ مَا لَا
عَيْنٌ رَأَتْ وَلَا أُذُنٌ سَمِعَتْ وَلَا خَطَرَ عَلَى قَلْبِ بَشَرٍ
“ Telah Kusiapkan untuk hamba-hambaKu sesuatu yang tidak
pernah dilihat mata, tidak pula didengar telinga, dan tidak pernah terlintas
dalam sanubari manusia”
Allah subhanahu wata’ala juga berfirman :
فَلَا تَعْلَمُ نَفْسٌ مَا أُخْفِيَ لَهُمْ
مِنْ قُرَّةِ أَعْيُنٍ جَزَاءً بِمَا كَانُوا يَعْمَلُونَ
( السجدة : 17 )
“Tak seorangpun mengetahui berbagai ni'mat yang menanti,
yang indah dipandang sebagai balasan bagi mereka, atas apa yang mereka
kerjakan” ( QS. As Sajadah : 17 )
Allah subhanahu wata’ala menyiapkan suatu anugerah yang
agung sebagai balasan atas perbuatan baik mereka, hadiah cinta Allah untuk hamba-hamba-Nya
yang ingin selalu ingin dekat kepada-Nya. Maka perbanyaklah untuk mengingat
Allah, karena dengan mengingat Allah maka kita akan diingat-Nya, sebagaimana
firman Allah subhanahu wata’ala :
فَاذْكُرُونِي أَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوا لِي
وَلَا تَكْفُرُونِ
( البقرة : 152 )
“ Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku
ingat (pula) kepadamu , dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu
mengingkari (ni'mat)-Ku” ( QS. Al Baqarah : 152 )
Sering terlintas dalam benak manusia bahwa kita memiliki
banyak hajat, namun jangan sampai mengingat Allah lebih sedikit dari mengingat
hajat kita, karena hajat kita bisa Allah berikan sebelum kita memintanya, semua
itu bisa terjadi karena Allha Maha Tau, kita tidak mengetahui hajat kita di
hari esok namun Allah mengetahuinya, maka tanpa kita memintanya hajat kita di
hari esok telah terpenuhi. Namun jika seseorang sering melupakan Allah maka
Allah subhanahu wata’ala pun jarang mengingatnya. Sebagaimana jika kita
mempunyai teman yang baik maka ia akan selalu memikirkan kita, mungkin
kesusahan kita yang perlu dia bantu, misalkan dia mendengar kabar bahwa
temannya sakit maka ia akan segera mendatangi temannya, terlebih lagi jika Yang
Maha Tau selalu mengingat kita, maka perbanyaklah ingat kepada Allah sungguh
kesuksesan dunia adalah hal yang sangat mudah untuk Allah berikan kepada kita,
dan dijanjikan sangat besar kepada para pecinta sayyidina Muhammad shallallahu
‘alaihi wasallam dan masa depan kalian cerah, hal itu telah terjadi sepanjang
alam semesta tercipta bahwa semua yang rindu kepada sayyidina Muhammad
shallallahu ‘alaihi wasallam akan selalu diamankan dan diselamatkan oleh Allah,
di dunia diberi kenikmatan dan di akhirah diberi kemuliaan, namun tentunya
dengan adanya usaha semampunya. Dan ketahuilah bahwa masa kita adalah masa
kebangkitan ummat yang baik yang dijanjikan oleh sayyidina Muhammad akan
datangnya kemakmuran. Kelak di akhirah manusia akan lupa akan kekayaan dan
kemiskinannya selama di dunia, tidak peduli atas banyaknya musibah yang pernah
terjadi, dan banyaknya kenikmatan yang diberikan di dunia. Namun keadaan akan
berbeda lagi jika telah berpindah ke alam yang lain, maka hendaknya kita juga
memikirkan kehidupan di dunia kita untuk tidak terganggu ibadah kita kepada
Allah, maka mintalah kepada Allah kemudahan , kebahagiaan dan kemakmuran agar
kita mudah dalam beribadah, dan hal itu diperbolehkan sebagaimana yang telah
diperbuat oleh nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, dalam mendoakan
sayyidina Anas bin Malik RA , beliau bersabda :
اللَّهُمَّ أَكْثِرْ مَالَهُ وَوَلَدَهُ
وَبَارِكْ لَهُ فِيمَا أَعْطَيْتَهُ
“Ya Allah, perbanyak hartanya (Anas bin Malik) dan
perbanyak keturunannya dan limpahi keberkahan untuk harta dan keturunan yang
Engkau berikan padanya”
Maka bukanlah hal yang tercela bagi seseorang untuk
mempunyai harta yang banyak, namun yang tercela adalah orang yang lupa terhadap
Allah mungkin sebab harta, tahta atau musibah. Sifat manusia adalah lupa oleh
sebab itu diutuslah kepada kita, matahari kelembutan Ilahi sayyidina Muhammad
shallallahu ‘alaihi wasallam untuk member petunjuk kepada kita. Hadits yang
telah kita baca tadi, menyebutkan bahwa di saat alam semesta selesai dibangun
oleh Allah, maka Allah menuliskan di ‘arsy :
إِنَّ رَحْمَتِي تَغْلُبْ غَضَبِي
“Sesungguhnya rahmat-Ku mengalahkan kemurkaan-Ku.”
Kasih sayang Allah subhanahu wata’ala sangat besar, namun
Allah juga mempunyai sifat murka, sebagaimana Allah menciptakan surga maka
Allah juga menciptakan neraka. Sebagaimana yang tadi telah kita ketahui tentang
sifat-sifat surga yang, apapun yang mereka inginkan dari makanan atau
buah-buahan dengan rasa yang semakin lezat dan dari segala jenis dan bentuk.
Dan dalam waktu yang sama dimana penduduk surga dalam kenikmatan, ketika itu
ada orang-orang yang dalam kehinaan berada di neraka yang diberi minum dengan
air yang sangat panas sehingga terpotong-potong ususnya dan hancurlah perut
mereka. Surga dan neraka telah diciptakan dan keduanya masih menanti
orang-orang yang akan lulus dalam ujian masuk ke dalam surga Allah, dan
jawabannya ada pada kalimat ini :
إِنَّ رَحْمَتِي تَغْلِبُ غَضَبِي
“Sesungguhnya rahmat-Ku mengalahkan kemurkaan-Ku.”
Rahmat Allah itu adalah sayyidina Muhammad shallallahu
‘alaihi wasallam, dan kemurkaan Allah adalah iblis. Keduanya bagaikan barat dan
timur, barangsiapa yang paling dekat ke arah barat, maka pastilah ia paling
jauh dari arah timur, dan yang semakin mendekat kepada rahmat Allah maka ia
akan semakin jauh dari murka Allah. Dan yang hadir di majelis ini sedang dalam
keadaan yang didekatkan oleh Allah kepada rahmat-Nya dan jauh dari kemurkaan
Allah subhanahu wata’ala. Rahmat Allah dimunculkan dengan adanya nabi Muhammad
shallallahu ‘alaihi wasallam. Dimana ucapan-ucapan beliau adalah rahmat Allah,
tuntunan-tuntunan beliau adalah rahmat Allah, perbuatannya adalah rahmat Allah,
siang dan malamnya adalah mutiara-mutiara rahmat Allah, gerak-gerik dan segala
yang beliau perbuat dan disampaikan dan beliau ajarkan akan menjadi rahmat
Allah bukanlah murka Allah, dan segala yang beliau larang adalah merupakan
seruan iblis dan para pengikutnya akan menjadi kemurkaan Allah, maka timbangan
ini hakikatnya tidak seimbang karena di satu sisi Allah mempunyai kemurkaan,
dan pemimpin pada kemurkaan Allah adalah Iblis, Allah pun mempunyai kasih
sayang yang pimpinannya adalah sayyidina Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam
dan membawa para pengikutnya menuju kasih sayang Allah, namun Allah berfirman : “ Rahmat-Ku mengalahkan
kemurkaanku”. Kekuatan kasih sayang
Ilahi, pengampunan-Nya, kelembutan-Nya jauh lebih besar dari kemurkaan-Nya,
bukan berarti Allah tidak bisa murka. Maka sungguh beruntunglah para pecinta
sayyidina Muhamad shallallahu ‘alaihi wasallam.
Kita mempunyai cita-cita di dunia, namun kita juga harus
mempunyai cita-cita di akhirat, jangan hanya cita-cita di dunia saja atau hanya
akhirat saja. Semakin baik cita-citamu maka semakin baik pula Allah
membalasnya. Banyak cita-cita mulia yang ingin terwujudkan misalnya cita-cita
ingin makmur, cita-cita ingin membantu orang lain dan para fuqara’, cita-cita
untuk membangun masjid atau majelis-majleis ta’lim dan lain sebagainya, hal-hal
seperti itu sangat baik dan mulia. Dan teman-teman kita yang akan menghadapi
ujian semoga diberi kelulusan dan kesuksesan, jika lulus namun tidak sukses
lebih baik tidak lulus namun sukses, namun semoga semuanya diberi kelulusan dan
kesuksesan, amin. Maka jangan merasa takut untuk menghadapi ujian, tenangkan
hati dan perbanyak dzikir serta belajar dengan baik maka masa depanmu akan
terjamin oleh yang memilikinya. Ingat masa depan kita ada yang memilikinya
Dialah Allah subhanahu wata’ala, apakah masa depan kita akan baik dan cerah
atau sebaliknya, dan Dia telah menjanjikan kepada sayyidina Muhammad
shallallahu ‘alaihi wasallam bahwa jika muncul generasi orang-orang yang baik
di akhir zaman maka di saat itulah akan muncul kemakmuran.
Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah
Ketahuailah bahwa keluasan duniawi tiadalah layak dan baik kecuali
dicita-citakan untuk hal yang baik maka hal itu akan menjadi baik. Diriwayatkan
dalam kitab Qabasunnuur Al Mubin yang ditulis oleh guru mulia Al Hafizh Al
Musnid Al Habib Umar bin Muhammad bin Hafizh, ringkasan dari Rub’u Al Muhlikaat
Ihyaa’ Ulumuddin oleh Al Imam Ghazali, bahwa sayyidah Zainab binti Jahsy, istri
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam suatu hari diberi hadiah oleh sayyidina
Umar bin Khattab RA, berupa hadiah uang yang banyak, maka setelah ditanya oleh
sayyidah Zainab, beliau ( sayyidina Umar )menjawab : “ini adalah hadiah untukmu
wahai istri rasulullah”, maka ia pun
membagi-bagikannya kepada keluarganya, tetangganya dan orang-orang terdekatnya
kemudian mengangkat kedua tangannya dan berdoa : “Wahai Allah jangan jadikan
setelah hadiah ini ada hadiah lagi untukku, sehingga nafkahku berasal dari
hadiah orang lain”, akhirnya dialah orang
pertama yang yang wafat menyusul Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam
setelah putrinya sayyidatuna Fathimah Az Zahra. Demikian keadaaan yang
dimuliakan Allah subhanahu wata’ala, namun tidak sedikit dari para sahabat yang
dilimpahi kenikmatan dan keluasan di dunia, seperti sayyidina Abdurrahamn bin
‘Auf RA, sayyidina Utsman bin Affan RA, dan banyak lagi para sahabat yang
lainnya dan mereka adalah orang-orang yang dicintai oleh Allah dan Rasul-Nya.
Setelah majelis ini kita akan membaca tahlil pendek atas wafatnya seorang
wanita shalihah yang usianya mencapai 110 tahun, nama beliau Syarifah Khadijah
bint Ali Al Atthas, beliau adalah bibi dari ibunda saya beliaulah yang
mengasuhnya dan usia ibunda saya saat ini sudah 75 tahun. Beliau wafat dalam
usia yang sangat lanjut namun tidak mengalami sakit-sakitan dan tidak pula
beliau pikun, dan beliau adalah wanita yang sangat shalihah dan polos sehingga
setiap kali ditawari harta dan kenikmatan dunia yang lainnya beliau selalu
menolak, seringakali saya mengajaknya untuk tinggal di rumah saya saja, karena
beliau hanya tinggal di rumah kontrakan yang luasnya kira-kira 5x6 m saja di
daerah kebon nanas, yang mana rumah itu telah mencakup ruang tidur, ruang tamu,
dapur, dan kamar mandi, namun jika saya mengajak beliau untuk tinggal di rumah
saya saja beliau menolak dan tidak mau, ada lagi yang menawarkan beliau untuk
dibelikan rumah namun beliau juga menolaknya. Dan beliau memilih untuk tinggal
sendirian, sejak beliau berusia 20 tahun setelah suaminya wafat beliau tidak
menikah lagi hingga beliau wafat, beliau dikenal oleh para Habaib Shalihin,
diantaranya Al Habib Abdurrahman As Saqqaf, almarhum Al Habib Baqir Al Atthas,
Al Habib Umar bin Hud Al Atthas, dan lainnya yang kesemunya sudah mangkat, dan
beliau baru wafat kemarin hari Minggu. Suatu waktu ketika saya silaturrahmi ke
rumah beliau, beliau berkata : “pompa air di rumah lagi rusak jadi saya ambil
air dengan ember ke rumah tetangga sambil pegangan di dinding dan tangan yang satunya
membawa ember kecil untuk mengisi air di bak”, ketika ditawari rumah yang besar
dia menolak dan berkata kalau tinggal di rumah yang besar dia akan kerepotan
jika pergi ke kamar mandi dan jauh dari tempat tidurnya, hal seperti ini di
masa sekarang sungguh sangat mulia. Suatu hari di saat saya datang ke rumahnya
saya medapatainya sedang meremas-remas parutan kelapa di satu wadah plastik,
setelah saya tanyakan : “ sedang apa?”, beliau menjawab : “saya lagi membuat
minyak rambut, karena untuk minyak rambut saya buat sendiri ngga mau beli di
luar “, oleh karena itu meskipun beliau telah berumur 110 th rambut beliau
masih tetap bagus. Maksud dari ucapan saya semua bukan berarti kita tidak boleh
kaya, sungguh tidak demikian karena Allah melihat jiwa kita akan apa yang kita
niatkan dalam kehidupan yang sementara ini, jika kita ingin hidup mudah di
dunia supaya mudah pula ketika di barzakh maka hal itu sangatlah baik, maka
semua aktivitas dari pekerjaan, sekolah dan rumah tangga jalanilah dengan
sebaik-baiknya dengan niat yang luhur karena ada Yang Maha Mengatur masa
depanmu, masa depanmu adalah milik-Nya, masa depanmu diatur oleh-Nya, dan tidak
akan pernah lepas dari pengaturan-Nya, baik itu masa depan di dunia maupun masa
depan di akhirah .
Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah
Yang terakhir saya sampaikan Alhamdulillah bahwa Halaqah Rasul yang sudah
dimulai dari malam Selasa kemarin dan hingga malam ini sudah ada lebih dari 200
halaqah yang terdaftar, yang lain masih belum mendaftar, jadi yang punya
kesempatan jangan malu-malu untuk mendaftar, meskipun belum lancar membaca Al
qur’an maka tidak apa-apa, ajak 2 atau 3 temanmu yang sudah lancar membaca Al
Qur’an meskipun hanya satu ayat dalam setiap harinya. Kita berusaha untuk
menjadi penjaga Al qur’an jangan sampai Al qur’an dirusak yang akhirnya banyak
fitnah yang muncul, diantaranya banyak orang yang tidak mengenal nabi, ada yang
mengaku nabi, ada yang mengaku tuhan, ada yang mengaku malaikat dan lainnya.
Dan kita sebagai orang muslim semestinya bacaan Al qur’an kita lebih lancar
daripada membaca Koran. Ingatlah berita-berita Allah itu abadi dan pasti,
berbeda dengan media yang mungkin saja terdapat kebohongan atau kesalahan. Al
qur’an kita dibaca dengan mengerti makna atau tidak mengerti makna tetaplah
dibaca. Dan semoga malam Selasa yang akan datang laporan yang masuk akan
mencapai lebih dari 2000, sehingga setiap malam Selasa kita bisa khataman, dan
generasi Al Qur’an menjadi makmur. Dan waktu membacanya kapan saja, pagi,
siang, sore atau malam, namun diusahakan jumlah dalam setiap halaqah tidak
lebih dari 5 orang, karena dikhawatirkan jika kebanyakan anggota masing-masing
akan membaca sendiri. Maka satu yang membaca yang lain mendengarkan, jika
demikian maka dia menjadi pengajar, pembaca, dan pendengar dalam satu waktu,
karena jika temannya membaca jika ada kesalahan kemudian ia membetulakn
bacaannya maka ia adalah sebagi pengajar, dan di waktu yang sama dia pun
sebagai pembaca dan pendengar bacaan Al Qur’an, demikian instruksi dari guru
mulia kita. Selanjutnya majelis akbar kita malam Minggu yang akan datang di
Masjid Amaliyah Ciawi ujung tol Jagorawi, insyaallah acara ini sukses, amin.
Dan yang berangkat konvoi silahkan konvoi dan yang belum punya helm maka
belilah helm karena perjalanan jauh bahaya jika tidak menggunakan helm.
Alhamdulillah kemarin saya sudah berjumpa dengan KH. Ma’ruf Amin insyaallah
kita juga akan mengadakan majelis di Banten dan Cianjur bekerjasama dengan
Kapolda setempat. Dan yang tidak bisa hadir di malam Minggu karena ada
kesibukan maka di malam Senin kita ada acara di walikota Jakarta Pusat,
Alhamdulillah setiap malam Senin acara kita di 5 walikota di Jakarta, dan untuk
wilayah luar Jakarta kita akan terus mengadakan acara secara estafet, agar
semakin tercipta masyarakat yang rukun dan damai, karena masyarakat yang
seperti itulah yang akan dilimpahi kemakmuran oleh Allah subhanahu wata’la.
Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah
Rahasia kemakmuran itu telah disiapkan di tangan sayyidina Muhammad shallallahu
‘alaihi wasallam :
أُتِيْتُ بِمَفَاتِيْحِ خَزَائِنِ
اْلأَرْضِ حَتَّى وُضِعَتْ فِيْ يَدِيْ
" aku diberi seluruh kunci-kunci perbendaharaan bumi
hingga ditaruhkan ditanganku".
Maksudnya segala bentuk pertanian kah, perternakan dan lain
sebagainya yang sifatnya berhubungan dengan bumi, dengan mengandalkan hujan
atau cuaca, hewan dan tumbuhan, kesemua itu juga telah Allah berikan kepada
sayyidina Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam. Dan Abu Hurairah berkata : “ setelah Rasulullah wafat,
kalian lah yang akan mendapatkannya”, warisan dari nabi Muhammad
shallallahu ‘alaihi wasallam bukanlah berupa harta tetapi berupa kunci-kunci
kesuksesan bumi. Maka ambillah kunci kesuksesan bumi itu, yang dengan itu kita
akan terbawa kepada kesuksesan dunia dan akhirah. Oleh sebab itu, perbaikilah
kehidupan kita, Alqur’an jangan dilupakan, dan teruslah berdzikir dan tetaplah
semangat karena kita tau kapan usia kita akan berakhir.
Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah
Kita bermunajat bersama memanggil nama Allah, semoga Allah memperbaiki keadaan
kita untuk semakin indah dan mulia, semakin tenang, semakin suci dan sejuk, dan
semakin diberi kemudahan dan dijauhkan dari kesulitan dan disingkirkan dari musibah,
dan Engkau Maha Mampu menggantikan musibah itu dengan rahmah…
فَقُوْلُوْا جَمِيْعًا ...
Ucapkanlah bersama-sama
يَا الله...يَا الله... ياَ الله.. ياَرَحْمَن
يَارَحِيْم ...لاَإلهَ إلَّاالله...لاَ إلهَ إلاَّ اللهُ اْلعَظِيْمُ
الْحَلِيْمُ...لاَ إِلهَ إِلَّا الله رَبُّ اْلعَرْشِ اْلعَظِيْمِ...لاَ إِلهَ
إلَّا اللهُ رَبُّ السَّموَاتِ وَرَبُّ الْأَرْضِ وَرَبُّ اْلعَرْشِ
اْلكَرِيْمِ...مُحَمَّدٌ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
،كَلِمَةٌ حَقٌّ عَلَيْهَا نَحْيَا وَعَلَيْهَا نَمُوتُ وَعَلَيْهَا نُبْعَثُ إِنْ
شَاءَ اللهُ تَعَالَى مِنَ اْلأمِنِيْنَ
Minggu, 07 Juni 2020
HABIB LUTFI BIN YAHYA
Kamis, 21 Mei 2020
Buku KENALILAH AKIDAHMU JILID 1 DAN 2
JILID I
https://drive.google.com/file/d/1MEqB2Ja6McBGYs_mlzXa_LwdfNHJq78J/view?usp=drivesdk
KENALILAH AKIDAHMU JILID 2
https://drive.google.com/file/d/1wFpCAOidTt8veKNBH8o_-43mt3Lp4jWk/view?usp=drivesdk
Sabtu, 02 Mei 2020
Nasehat Ramadhan Oleh Habib Umar Bin Hafidz
Jumat, 03 April 2020
MAKNA DAN KEUTAMAAN BULAN SYA'BAN
Senin, 02 Maret 2020
KEUTAMAAN ILMU DAN ULAMA
Selasa, 28 Januari 2020
KEUTAMAAN PENDUDUK DAN NEGERI YAMAN DALAM ALQUR'AN DAN HADIST.
Kamis, 06 Juni 2019
Cara memperlakukan Anak dalam Islam (Ali bin Abi Thalib.Ra)
Imam Ali bin Abi Thalib Ra. Merumuskan cara memperlakukan anak:
1. Kelompok 7 tahun pertama (usia 0-7 tahun), perlakukan anak sebagai raja.
2. Kelompok 7 tahun kedua (usia 8-14 tahun), perlakukan anak sebagai tawanan.
3. Kelompok 7 tahun ketiga (usia 15-21 tahun), perlakukan anak sebagai sahabat.
►ANAK SEBAGAI RAJA (Usia 0-7 tahun)
Melayani anak dibawah usia 7 tahun dengan sepenuh hati dan tulus adalah hal terbaik yang dapat kita lakukan. Banyak hal kecil yang setiap hari kita lakukan ternyata akan berdampak sangat baik bagi perkembangan prilakunya, misalnya:
Bila kita langsung menjawab dan menghampirinya saat ia memanggil kita- bahkan ketka kita sedang sibuk dengan pekerjaan kita – maka ia akan langsung menjawab dan menghampiri kita ketika kita memanggilnya.
Saat kita tanpa bosan mengusap punggungnya hingga ia tidur, maka kelak kita akan terharu ketika ia memijat atau membelai pngung kita saat kita kelelahan atau sakit.
Saat kita berusaha keras menahan emosi di saat ia melakukan kesalahan sebesar apapun, lihatlah dikemudian hari ia akan mampu menahan emosinya ketika adik/ temannya melakukan kesalahan padanya.
Maka ketika kita selalu berusaha sekuat tenaga untuk melayani dan menyenangkan hati anak yang belum berusia tujuh tahun, insya Allah ia akan tumbuh menjadi pribadi yang menyenangkan, perhatian dan bertanggung jawab. Karena jika kita mencintai dan memperlakukannya sebagai raja, maka ia juga akan mencintai dan memperlakukan kita sebagai raja dan ratunya.
►ANAK SEBAGAI TAWANAN (usia 8-14 tahun)
Kedudukan seorang tawanan perang dalam islam sangatlah terhormat, Ia mendapatkan haknya secara proporsional, namun juga dikenakan berbagai larangan dan kewajiban. Usia 7-14 tahun adalah usia yang tepat bagi seorang anak bagi seorang anak untuk diberika hak dan kewajiban tertentu.
Rasulullah SAW mulai memerintahkan seoang anak untuk sholat wajib pada usia 7 tahun, dan memperbolehkan kita memukul anak tersebut (atau mengukum dengan hukuman seperlunya) ketika iIa telah berusia 10 tahun namun meninggalkan sholat. Karena itu usia 7-14 tahun adalah saat yang tepat dan pas bagi anak-anak kita untuk diperkenalkan dan diajarkan tentang hal-hal yang terkait dengan hukum-hukum agama, baik yang diwajibkan maupun yang dilarang, seperti:
1. Melakukan sholat wajib 5 waktu
2. Memakai pakaian yang bersih, rapih dan menutup aurat
3. Menjaga pergaulan dengan lawan jenis
4. Membiasakan membaca Al-Qur’an
5. Membantu pekerjaan rumah tanngga yang mudah dikerjakan oleh anak susianya
6. Menerapkan kedisiplinan dalam kegiatan sehari-hari Reward dan punishment (hadiah/penghargaan/ pujian dan hukuman/teguran) akan sangat pas diberlakukan pada usia 7 tahun kedua ini, karena anak sudah bisa memahami arti dari tanggung jawab dan konsekuaensi.
Namun demikian, perlakuan pada setiap anak tidak harus sama kerena every child is unique (setiap anak itu unik)
►ANAK SEBAGAI SAHABAT (usia 15-21 tahun)
Usia 15 tahun adalah usia umum saat anak menginjak akil baligh. Sebagai orang tua kita sebaiknya memposisikan diri sebagai sahabat dan memberi contoh atau teladan yang baik seperti yang diajarkan oleh Ali bin Abi Thalib karomallahu wajhah.
Berbicara dari hati ke hati Inilah saat yang tepat untuk berbicara dari hati ke hati dengannya, menelaskan bahwa ia sudah remaja dan beranjak dewasa.
Perlu dikomunikasikan bahwa selain mengalami perubahan fisik, Ia juga akan mengalami perubahan secara mental, spiritual, sosial, budaya dan lingkungan, sehingga sangat mungkin akan ada masalah yang harus dihadapinya. Paling penting bagi kita para orang tua adalah kita harus dapat membangun kesadaran pada anak-anak kita bahwa pada usia setelah akil baliqh ini, ia sudah memiliki buku amalannya sendiri yang kelak akanditayangkan da diminta pertanggung jawabannya oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala.
Memberi Ruang Lebih Setelah measuki usia akil Baligh, anak perlu memiliki ruang agar tidakmerasa terkekang, namun tetap dalam pengawasan kita.
Controlling tetap harus dilakukan tanpa bersikap otoriter dan tentu saja diiringi dengan berdo’a untuk kebaikan dan keselamatannya. Dengan demikian anak akan merasa penting, dihormati, dicintai, dihargai dan disayangi. Selanjutnya, Ia akan merasa percaya diri dan mempunyai kepribadian yang kuat untuk selalu cenderung pada kebaikan dan menjauhi perilaku buruk.
Mempercayakan tanggung jawab yang lebih berat. Waktu usia 15- 21 tahun ini penting bagi kita untuk memberinya tanggung jawab yang lebih beratdan lebih besar, dengan begini kelak anak- anak kita dapat menjadi pribadi yang cekatan, mandiri, bertanggung jawab dan dapat diandalkan.
Contoh pemberian tanggung jawab pada usia ini adalah seperti memintanya membimbing adik- adiknya, mengerjakan beberapa pekejaan yang biasa dikerjakan oleh orang dewasa, atau mengatur jadwal kegiatan dan mengelola keuangannya sendiri.
Semoga Allah memberikan kita anak-anak yang shaleh dan berbakti.
“Ya Rabbku, berilah aku dari sisi Engkau seorang anak yang baik. Sesungguhnya Engkau Maha pendengar doa.” (QS. Ali Imran: 38).
Sumber: FP Alhabib Quraisy Baharun
Jumat, 05 April 2019
Sayyidatuna Fathimah Az- Zahra AND Ali bin Abi Thalib
Dalam Diam Ada Cinta
Kisah cinta yang sudah terpendam sejak lama, kisah cintanya sangat terjaga kerahasiaannya dalam kata, sikap dan ekspresi mereka bahkan konon syaithanpun tak bisa mengendusnya, mereka bisa menjaga izzah mereka, hingga Allah telah menghalalkannya.
Ali bin Abi Thalib adalah keponakan dan salah satu sahabat yang istimewa dimata Rasulullah SAW. Selain beliau tinggal langsung bersama Rasulullah, dia juga seorang pemberani yang pernah menggantikan posisi tidur Rasulullah disaat hijrah dan juga seorang mujahid perang yang gagah.
Sementara Fatimah, putri Rasulullah SAW yang taat, penyayang dan sangat peduli pada Rasulullah SAW, selalu ada disamping ayahnya dalam setiap kisah perjuangan sang ayah membumikan nilai-nilai islam di tengah kafir Quraisy.
Ali sudah menyukai Fatimah sejak lama, kecantikan putri Rasulullah ini tak hanya jasmaninya saja, kecantikan Ruhaninya melintasi batas hingga langit ketujuh. Kendalanya adalah perasaan rendah dirinya, apakah mampu ia membahagiakan putri Rasulullah dengan keadaannya yang serba terbatas. Demikian kira-kira perasaan yang ada pada Ali saat itu.
Pada suatu ketika, Fatimah dilamar oleh seorang laki-laki yang selalu dekat dengan nabi, yang telah mempertaruhkan kehidupannya, harta dan jiwanya untuk Islam, menemani perjuangan Rasulullah SAW sejak awal-awal risalah ini.
Dialah Abu Bakar Ash Shiddiq, entah kenapa mendengar berita ini Ali terkejut dan tersentak jiwanya, muncul rasa-rasa yang diapun tak mengerti, Ali merasa diuji karena terasa apalah dirinya jika dibanding dengan Abu Bakar kedudukannya disisi nabi.
Ali merasa belum ada apa-apanya bila dibanding dengan perjuangannya dalam menyebarkan risalah Islam, entah sudah berapa banyak tokoh-tokoh bangsawan dan saudagar Makkah yang masuk Islam karena sentuhan dakwahnya. Sebutlah ‘Utsman, ‘Abdurrahman bin auf, Thalhah, Zubair, Sa’d bin abi Waqqash, Mush’ab. Ini yang tak mungkin dilakukan oleh anak-anak seperti Ali. Tak sedikit juga para budak yang dibebaskan oleh Abu Bakar sebutlah Bilal bin rabbah, khabbab, keluarga yassir, ‘Abdullah ibn mas’ud.
Dari sisi finansial Abu Bakar seorang saudagar, tentu akan lebih bisa membahagiakan Fatimah, sementara Ali?, hanya pemuda miskin dari keluarga miskin.
Melihat dan memperhitungkan hal ini, Ali ikhlas dan bahagia jika Fatimah bersama Abu Bakar, meskipun ia tak mampu membohongi rasa-rasa dalam hatinya yang ia sendiri tak mengerti, apakah mungkin itu yang namanya cinta?
Namun ternyata lamaran Abu Bakar ditolak oleh Fatimah sehingga hal ini menumbuhkan kembali harapannya. Ali kembali mempersiapkan diri, berharap dia masih memiliki kesempatan itu.
Namun ujian bagi Ali belum berakhir, setelah Abu Bakar mundur muncullah laki-laki nan gagah perkasa dan pemberani. Seseorang yang dengan masuk Islamnya mengangkat derajat kaum muslimin, seorang laki-laki yang membuat syaithan berlari takut dan musuh-musuh Allah bertekuk lutut. Seorang yang diberi gelar Al-Faruq.
Ya, dialah Umar ibn Al Khaththab. Pemisah antara kebenaran dan kebatilan juga datang melamar Fatimah.
Ali pun ridha jika Fatimah menikah dengan Umar, ia bahagia jika Fatimah bisa bersama dengan sahabat kedua terbaik Rasulullah setelah Abu Bakar yang mana Rasulullah sampai mengatakan “Aku datang bersama Umar dan Abu Bakar”.
Namun kemudian Ali pun semakin bingung karena ternyata lamaran Umar pun ditolak.
Setelah itu menyusul Abdurahman bin Auf melamar sang putri dengan membawa 100 unta bermata biru dari mesir dan 10.000 Dinnar, kalo diuangkan dalam rupiah kira kira 55 milyar. Dan lamaran bermilyar-milyar itupun ditolak oleh Rasulullah.
Akan tetapi kekhawatiran Ali bin Abi Thalib belum berakhir sampai di sini karena ternyata sahabat yang lainpun melamar sang Az Zahra. Usman bin Affanpun memberanikan dirinya melamar sang putri, dengan mahar seperti yang dibawa oleh Abdurrahman bin Auf, hanya ia menegaskan kembali bahwa kedudukannya lebih mulia di banding Abdurrahman bin Auf karena ia telah lebih dahulu masuk islam.
Tidak disangkaa tidak diduga, ternyata Rasulullahpun menolak lamaran Usman bin Affan.
Empat sahabat sudah memberanikan diri dan mereka semua telah ditolak oleh Rasulullah SAW.
“Mengapa bukan engkau saja yang mencobanya kawan?”, seru sahabat Ali,
"Mengapa engkau tak mencoba melamar Fatimah?, aku punya firasat, engkaulah yang ditunggu-tunggu Baginda Nabi..”
“Aku?”, tanyanya tak yakin.
“Ya. Engkau wahai saudaraku!”
“Aku hanya pemuda miskin. Apa yang bisa aku andalkan?”
Sahabatnyapun menguatkan “Kami dibelakangmu, kawan!
Akhirnya Ali bin Abi Thalibpun memberanikan diri menjumpai Rasulullah untuk menyampaikan maksud hatinya, meminang putri nabi untuk jadi istrinya. Awalnya beliau hanya duduk di samping Rasulullah dan lama tertunduk diam. Hingga Rasulullahpun bertanya ” wahai putra Abu Thalib, apa yang engkau inginkan?”
Sejenak Ali terdiam, dan dengan suara bergetar iapun menjawab, ” Ya Rasulullah, aku hendak meminang Fatimah” Mendengar jawaban Ali ini beliau SAW tidak terkejut. "Bagus, wahai Ibnu Abu Thalib, beberapa waktu terakhir ini banyak yang melamar putriku, tetapi ia selalu menolaknya, oleh karena itu, tunggulah jawaban putriku”
Kemudian Rasulullah meninggalkan Ali dan bertanya kepada putrinya, ketika ditanya Fatimah hanya terdiam dan Rasulullah SAW menyimpulkan bahwa diamnya Fatimah pertanda kesetujuannya.
Rasulullah kemudian mendekati Ali dan bersabda "Apakah engkau memiliki sesuatu yang akan engkau jadikan mahar wahai Ali?
Alipun menjawab ” Orang tuaku yang menjadi penebusnya untukmu ya Rasulullah, tak ada yang aku sembunyikan darimu, aku hanya memiliki seekor unta untuk membantuku menyiram tanaman, sebuah pedang dan sebuah baju zirah dari besi”
Dengan tersenyum Rasulullah SAW bersabda "Wahai Ali, tidak mungkin engkau terpisah dengan pedangmu, karena dengannya engkau membela diri dari musuh-musuh Allah SWT dan tidak mungkin juga engkau berpisah dengan untamu karena ia engkau butuhkan untuk membantumu mengairi tanamanmu, aku terima mahar baju besimu, jual lah dan jadikan sebagai mahar untuk putriku” Wahai Ali engkau wajib bergembira sebab Allah sebenarnya sudah lebih dahulu menikahkan engkau di Langit sebelum aku menikahkan engakau di Bumi" Diriwayatkan oleh Ummu Salamah ra.
Ali bin Abi Thalib menjual baju besi tsb dengan harga 400 dirham dan menyerahkan uang tersebut kepada Rasulullah SAW, dan nabipun membagi uang tersebut ke dalam 3 bagian. Satu bagian untuk kebutuhan rumah tangga, satu bagian untuk wewangian dan satu bagian lagi di kembalikan kepada Ali bin Abi Thalib sebagai biaya untuk jamuan makan untuk para tamu yang menghadiri pesta.
Setelah segala-galannya siap,dengan perasaan puas dan hati gembira dan di saksikan oleh para sahabat Rasulullah mengucapkan kata ijab kabul pernikahan putrinya
Kemudian Nabi SAW bersabda:"Sesunguhnya Allah Azza wa Jalla memerintahkan aku untuk menikahkan Fatimah Putri Khadijah dengan Ali bin Abi Thalib,Maka saksikanlah sesunguhnya aku telah menikahkanya dengan mas kawin empat ratus dihram(nilai sebuah baju besi) dan Ali Ridho(menerima)mahar tersebut.
Maka menikahlah Ali dengan Fatimah Pernikahan mereka penuh hikmah walau di arungi di tengah kemiskinan Bahkan di sebutkan oleh Rasulullah sangat terharu melihat tangan Fatimah yang kasar karena harus menepung gandum untuk membantu suaminya
Dan malam harinya setelah dihalalkan oleh Allah SWT, terjadilah dialog yang sangat menggetarkan. Dalam suatu riwayat dikisahkan bahwa suatu hari setelah keduanya menikah, Fatimah berkata kepada Ali,
“Maafkan aku, karena sebelum menikah denganmu, aku pernah satu kali merasakan jatuh cinta kepada seorang pemuda dan aku ingin menikah dengannya”,
Ali pun bertanya mengapa ia tak mau menikah dengannya, dan apakah Fatimah menyesal menikah dengannya.
Sambil tersenyum Fatimah menjawab, “Pemuda itu adalah dirimu.”
Subhanallah, itu adalah pujian terbaik dari seorang istri yang bisa membahagiakan hati suaminya.
Ali dan Fatimah saling mencintai karna Allah mereka mencintai dalam diam,menjaga cintanya dan Allah satukan dalam ikatan suci pernikahan Maa Syaa Allah.
Semoga Allah SWT mempertmukan kita semua dengan orang yang sunguh-sunguh mencintai kita seperti Fatimah dan Ali.
Aamiin Yaa Robbal Alamiin
Cnp dari Majlis Rasulullah Bojonegro
Senin, 25 Februari 2019
Nasehat Hadratusyaikh Muhammad Hasyim Asy’ari
Nasehat-Nasehat Hadratusyaikh Muhammad Hasyim Asy’ari
Al-MAWA'IDZ
Oleh: AL FAQIR MUHAMMAD HASYIM ASY’ARI
Bismillahirrahmanirrahim
(Surat ini) dari makhluk yang paling melarat, bahkan pada hakikatnya dari orang yang tidak punya sesuatu apapun, Muhammad Hasyim Asy’ari semoga Allah SWT mengampuni keturunannya dan seluruh umat muslim. Kepada teman-teman yang mulia penduduk tanah Jawa dan sekitarnya, baik ulama maupun masyarakat umum.
Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Benar-benar telah sampai kepadaku (sebuah kabar) bahwa api fitnah dan pertikaian telah terjadi diantara kalian semua. Maka aku merenung sejenak apa kira-kira sebabnya. Kemudian aku berkesimpulan bahwa sebab itu semua adalah karena masyarakat zaman sekarang telah banyak yang mengganti dan merubah kitab Allah SWT dan sunah Rasulullah SAW. Allah SWT berfirman dalam surat Al-Hujurat ayat 10 yang artinya:
“Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara. Sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu”. (QS. 49 : 10)
Sementara masyarakat sekarang menjadikan orang mukmin sebagai musuh dan tidak ada upaya untuk mendamaikan diantara mereka, bahkan ada kecenderungan untuk merusaknya. Rasulullah SAW bersabda :
“Jangan kalian saling menebar iri dengki, jangan kalian saling membenci dan jangan saling bermusuhan. Jadilah kalian bersaudara wahai hamba-hamba Allah SWT”.
Sementara masyarakat zaman sekarang saling iri dengki, saling membenci, saling bersaing (dalam urusan dunia) dan mereka akhirnya mereka jadi musuh. Wahai para ulama yang fanatik terhadap sebagian madzhab dan pendapat. Tinggalkanlah fanatik kalian dalam urusan-urusan far’iyyah (tidak fundamental) yang di dalamnya ulama (masih) menawarkan dua pendapat, yaitu pendapat yang mengatakan bahwa “Setiap mujtahid (niscaya) benar”. Serta pendapat yang mengatakan “Mujtahid yang benar (pasti hanya) satu, namun (mujtahid) yang salah tetap mendapat pahala”.
Tinggalkanlah fanatik (kalian) dan tinggalkanlah jurang yang akan merusak kalian. Lakukanlah pembelaan terhadap agama Islam, berjuanglah kalian untuk menangkis orang-orang yang mencoba melukai Al Qur an dan sifat-sifat Allah SWT. Berjuanglah kalian untuk menolak orang-orang yang berilmu sesat dan akidah yang merusak. Jihad untuk menolak mereka adalah wajib. Dan sibukkanlah dirimu untuk senantiasa berjihad melawan mereka.
Wahai manusia! Diantara kalian ada orang-orang kafir yang memenuhi negeri ini, maka siapa lagi yang yang bisa diharapkan bangkit untuk mengawasi mereka dan serius untuk menunjukkannya kejalan yang benar?
Wahai para ulama, untuk urusan seperti ini (baca; membela Al-Qur an dan menolak orang yang menodai agama), maka bersungguh-sungguhlah kalian dan silahkan kalian berfanatik. Adapun fanatik kalian untuk urusan-urusan agama yang bersifat fari’yyah dan mengarahkan manusia kemadzhab tertentu atau pendapat tertentu, maka itu adalah suatu hal yang tidak akan diterima Allah SWT dan tidak senangi oleh Rasulullah SAW.
Yang membuat kalian semua bertindak seperti itu tiada lain kecuali hanya kefanatikan kalian (terhadap madzhab tertentu), bersaing dalam bermadzhab dan saling hasud. Sungguh, kalau saja Imam Syafi’I, Imam Abu Hanifah, Imam Malik, Imam Ahmad, Ibnu Hajar dan Imam Ramly masih hidup (ditengah tengah kita), maka pasti mereka akan sangat ingkar dan tidak sepakat atas (perbuatan) kalian dan tidak mau bertanggung jawab atas apa yang kalian perbuat.
Kalian mengingkari sesuatu yang masih dikhilafi para ulama, sementara kalian melihat banyak orang yang tak terhitung jumlahnya, meninggalkan shalat yang hukumannya menurut Imam Syafi’i, Malik dan Ahmad adalah potong leher. Dan kalian tidak mengingkarinya sedikitpun. Bahkan ada diantara kalian yang telah melihat banyak melihat tetangganya tidak ada yang melaksanakan shalat, tapi diam seribu bahasa.
Lantas bagaimana kalian mengingkari sebuah urusan far’iyyah yang terjadi perbedaan pendapat diantara ulama? Sementara pada saat yang sama kalian tidak (pernah) mengingkari sesuatu yang (nyata-nyata) diharamkan agama seperti zina, riba, minum khamar dll.
Sama sekali tidak pernah terbersit dalam benak kalian untuk terpanggil (mengurusi) hal-hal yang diharamkan Allah SWT. Kalian hanya terpanggil oleh rasa fanatisme kalian kepada Imam Syafi’I dan Imam Ibnu Hajar. Yang hal itu akan menyebabkan tercerai-berainya persatuan kalian, terputusnya hubungan keluarga kalian, terkalahkannya kalian oleh orang yang bodoh-bodoh, jatuhnya wibawa kalian di mata masyarakat umum dan harga diri kalian akan jadi bahan omongan orang-orang yang tolol dan akhirnya kalian akan (membalas) merusak mereka sebab gunjingan mereka seputar kalian. (Itu semua terjadi) Karena daging kalian telah teracuni dan kalian telah merusak diri kalian dengan dosa- dosa besar yang kalian perbuat.
Wahai para ulama! Apabila kalian melihat orang yang mengamalkan pendapat dari para imam ahli madzhab yang memang boleh untuk diikuti, walaupun pendapat itu tidak unggul, apabila kalian tidak sepakat dengan mereka, maka jangan kalian menghukuminya dengan keras, tapi tunjukanlah mereka dengan lembut. Dan apabila mereka tidak mau mengikuti anjuran kalian, maka jangan sekali-sekali kalian menjadikan mereka sebagai musuh. Perumpamaan orang-orang yang melakukan hal diatas adalah seperti orang yang membangun gedung tapi merobohkan tatanan kota.
Jangan kalian jadikan keengganan mereka untuk mengikuti kalian, sebagai alasan untuk perpecahan, pertikaian dan permusuhan. Sesungguhnya perpecahan, pertikaian dan permusuhan adalah kejahatan yang mewabah dan dosa besar yang bisa merobohkan tatanan kemasyarakatan dan bisa menutup pintu kebaikan.
Untuk itu, Allah SWT melarang hamba-Nya yang mukmin dari pertentangan dan Allah SWT mengingatkan mereka bahwa akibatnya sangat buruk serta ujung-ujungnya sangat menyakitkan. Allah SWT berfirman dalam surat Al-Anfal ayat 46 yang artinya:
“Dan janganlah kamu berbantah-bantahan, yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan hilang kekuatanmu”. (QS. 8 : 46)
Wahai orang-orang muslim! Sesungguhnya didalam tragedi yang terjadi dihari-hari ini, ada ibrah (hikmah) yang banyak serta nasehat yang sangat layak diambil oleh orang yang cerdas dari hanya mendengarkan mauidzohnya para penceramah dan nasehatnya pada mursyid.
Ingatlah! Bahwa kejadian di atas adalah merupakan kejadian yang setiap saat akan selalu menghampiri kita. Maka apakah bagi kita bisa mengambil ibrah dan hikmah? Dan apakah kita sadar dari lelap dan lupa kita? Dan kita mesti sadar, kebahagiaan kita itu tergantung dari sifat tolong menolong kita, persatuan kita, kejernihan hati kita dan keikhlasan sebagian dari kita kepada yang lain. Ataukah kita tetap berteduh dibawah perpecahan, pertikaian, saling menghina, hasud dan kesesatan? Sementara agama kita satu, yaitu Islam dan madzhab kita satu, yaitu Imam Syafi’i dan daerah kita juga satu yaitu Jawa. Dan kita semua adalah pengikut Ahlu Al Sunah Wa Al Jama’ah.
Maka demi Allah SWT, sesungguhnya perpecahan, pertikaian, saling menghina dan fanatik madzhab adalah musibah yang nyata dan kerugian yang besar.
Wahai orang-orang Islam! Taqwalah kepada Allah SWT dan kembalilah kalian semua kepada kitab Tuhan kalian. Dan amalkan sunah nabi kalian serta ikutilah jejak para pendahulu kalian yang shaleh-shaleh. Maka kalian akan berbahagia dan beruntung seperti mereka.
Taqwalah kepada Allah SWT dan damaikanlah orang-orang yang berseteru diantara kalian. Saling tolong menolonglah kalian atas kebaikan dan taqwa. Jangan saling tolong menolong atas dosa dan aniaya, maka Allah SWT akan melindungi kalian dengan rahmat-Nya dan akan menebarkan kebaikan-Nya. Jangan seperti orang yang berkata “Aku mendengarkan” padahal mereka tidak mendengarkan.
Wassalamu fi al mabda’ wa al khitam.
*(Diterjemah dari kitab Al-Mawaidz karya Hadratusyaikh Muhammad Hasyim Asy’ari)
pena-tintaku.blogspot.com